Sunteți pe pagina 1din 2

Amanat Pembina Upacara Ke-1 Tema “Pengendalian Diri”

Assalaamu ‘alaikum Wr, Wb Yang saya hormati Bapak Kepala ...................., Yang
saya hormati Bp. Wakil dan Staf, Bp Ibu Guru dan Karyawan, serta anak-anak
sekalian yang Bapak harapkan.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke Hadirat Alloh SWT yang
telah memberikan kesempatan kepada kita semua, sehingga pada pagi hari yang
cerah ini kita masih dapat melaksanakan Upacara Bendera.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW Seperti biasanya setiap pelaksanaan Upacara perlu kita evaluasi,
agar kita mengetahui kekurangan-kekurangannya sehingga pelaksanaan upacara
yang akan datang menjadi lebih baik.

Dari segi Petugas Upacara pada pagi hari ini cukup baik , meskipun tadi kita
saksikan bersama, petugas pengibar bendera kurang sempurna dalam
pelaksanaannya. Itulah pentingnya sebelum pelaksanaan upacara, petugas harus
berlatih, berlatih dan berlatih, agar pelaksanaan upacara menjadi lebih baik.

Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan materi dengan judul : Pengendalian
diri.

Pelaksanaan Upacara Bendera pada setiap hari Senin hendaknya jangan hanya
sebagai seremonial belaka, sebagai rutinitas yang kurang bermakna. Tapi marilah
setiap kegiatan upacara kita gunakan sebagai ajang untuk pengendalian diri kita.
Agar selama pelaksanaan upacara ini kita bisa mengendalikan diri untuk bersikap
sempurna. Dalam bahasa ilmiahnya, kita ini selalu berada dalam ruang dan waktu,
berada dalam lingkungan.

Kita ini bagian dari masyarakat pendidikan, berarti ada lingkungan sekolah. Coba,
mulai dari masuk pintu gerbang sekolah, hendaklah kalian sudah mulai bisa
mengendalikan diri, misalnya bagaimana menghormati Bapak, Ibu Guru dan
karyawan, bagaimana bisa tampak rapih tanpa ditegur oleh Bapak / Ibu Guru.

Contoh pengendalian diri yang lain misalnya setiap bel berbunyi untuk ganti
pelajaran, hendaknya anak-anak jangan pada berkeliaran ke luar kelas, keculi kalau
memang pada jam berikutnya harus pindah ruangan misalnya ke LAB atau pelajaran
Olah Raga. Kemudian kalau jam pelajaran terakhir telah usai, jika sudah tidak ada
kepentingan lagi di sekolah, hendaknya anak-anak segera pulang ke rumah masing-
masing, karena orang tuamu telah menunggu-nunggumu di rumah. Jangan sampai
diusir-usir diteriaki melalui pengeras suara. Jangan nongkrong-nongkrong,
bergerombol yang tiada gunanya, yang hanya akan memancing suasana untuk
berbuat yang negatif.

Jangan sampai mau kalau ada pihak yang mencoba untuk mengajak tawuran
Selanjutnya, dalam lingkungan keluarga, tentu saja ada peraturan dalam keluarga,
ada orang tua, kakak atau adik, bagaimana bentuk pengendalian diri ? Yang punya
kakak harus menghormati kakaknya, yang punya adik harus menyayangi adiknya.
Kalau ada PR misalnya, , harus segera dikerjakan jangan membiasakan diri untuk
menunda-nunda pekarjaan.

Bagaimana kita harus menghormati kedua orang tua, baik yang masih hidup
maupun yang sudah tiada. Melalui mimbar ini saya ingatkan bahwa kepada kedua
orang tua, bentuk pengendalian diri kita adalah bahwa kita harus menghormati,
menyayangi kedua orang tua kita, jangan sampai orang tua kita sakit hati pada kita
gara-gara sikap dan perilaku kita, jangan suka membentak.

Pada dasarnya setiap nasihat orang tua wajib kita dengarkan, kita ikuti. Tapi ada
satu nasihat/ ajakan orang tua kita yang tidak boleh kita ikuti, kita turuti, yaitu jika
orang tua kita mengajak kita kepada kesyirikan.

Untuk hal yang satu ini, kita boleh menolaknya, tapi juga harus dengan bahasa yang
santun, jangan sampai menyakiti hati orang tua, kita tetap harus menjalin hubungan
yang baik kepada keduanya. Jika kita semua bisa mengendalikan diri dengan baik di
mana kita berada, alangkah indahnya hidup ini, bagaikan planet-planet yang beredar
pada lintasannya , tidak ada benturan-benturan, selaras, serasi dan seimbang.
Dalam hidup ini memang banyak kendala-kendala, tapi hendaknya bisa menjadi
kendali untuk memacu kita dalam meraih sukses.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga ada manfaatnya.


Wabillahittaufiq Wal hidaayah , Wassalaamu’alaikum Wr, Wb.