Sunteți pe pagina 1din 13

Laporan Kasus Hipertensi dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga

di Puskesmas Grogol 2
Aqmarina Borisman / 102015137 / FF14
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat 11510 Telp. 021-56942061
Aqmarina.2015fk137@civitas.ukrida.ac.id

Pendahuluan

Dokter keluarga adalah semua dokter yang menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga
dan menerapkan prinsip dokter keluarga. Pelayanan kedokteran keluarga memiliki karakteristik
untuk lebih mengikatkan diri pada kebutuhan pasien secara keseluruhan, bukan pada disiplin ilmu
kedokteran, kelompok penyakit, teknik-teknik kedokteran, jenis kelamin, atau usia tertentu.
Dokter keluarga lebih berupaya mengungkapkan kaitan munculnya suatu penyakit dengan
berbagai faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal ini dokter keluarga melihat lingkungan sekitar
keluarga. Dengan demikian dokter keluarga dapat menyelenggarakan pelayanan lebih pada
pencegahan penyakit atau pendidikan kesehatan. Oleh karena itu, dokter keluarga butuh
pengetahuan dasar klinis mengenai perjalanan alamiah penyakit, perkembangan pada manusia, dan
perilaku manusia (komunitas pasien dan perubahan trend). Pendekatan pada pasien dilakukan
dengan proses anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang sederhana. Dengan proses
ini maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tempat bekerja dokter
keluarga.

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah secara menetap diatas atau sama dengan
140/90 mmHg. Berbagai factor resiko yang sudah dikenal seperti gaya hidup tidak aktif, merokok,
dislipidemi, kelebihan berat badan terutama kelebihan lingkar perut dan stress mempunyai peran
sebesar 90-95% dalam terjadinya hipertensi.1

Dalam panduan penanganan hipertensi, perubahan gaya hidup direkomendasikan meliputi


diet sehat (makanan tinggi buah, sayuran, produk susu rendah lemak, rendah lemak jenuh,
kolesterol, dan rendah garam), aktivitas fisik teratur, konsumsi alcohol risiko rendah, ,memperoleh
dan mempertahankan berat badan ideal, lingkar pinggang ideal dan lingkungan bebas asap rokok.1

1
Sampai saat ini hipertensi masih tetap menjadi masalah karena beberapa hal, antara lain
meningkatnya prevalensi hipertensi, masih banyaknya pasien hipertensi yang belum mendapat
pengobatan maupun yang sudah diobati tetapi tekanan darahnya belum mencapai target, serta
adanya penyakit penyerta dan komplikasi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.2

Pembahasan

Pada blok 26 yang mempelajari tentang ilmu kesehatan masyarakat, kami kelompok
Family Folder 14 ditugaskan untuk terjun langsung ke masyarakat untuk mewancarai dan melihat
lingkungan tempat tinggal pasien. Daerah yang menjadi tempat tugas kami adalah di daerah sekitar
puskesmas Grogol 2 . Kami mengunjungi puskesmas pada hari Jumat 19 Juli 2018 sekitar pukul
08.00 pagi, kemudian kami mendapatkan pengarahan dari petugas puskesmas untuk mengikuti
pasien yang berkunjung ke puskesmas yang telah disiapkan oleh pihak puskesmas. Dan saya
ditugaskan untuk . Dan saya ditugaskan untuk mengunjungi pasien bernama Bapak Rahmad
berusia 61 Tahun.

Anamnesis yang dilakukan kepada pasien dengan kasus hipertensi ini dilakukan secara
auto-anamnesis. Nama pasien adalah Bapak Rahmad yang berusia 61 tahun. Ibu Sadiah lahir di
Pontianak Tahun 1957. Bapak ini adalah seorang Pensiunan. Bapak Rahmad dulunya bersekolah
hingga setara pada Sekolah Menengah Pertama. Pasien ini beragama Budha. Istri dari Bapak
Rahmad sudah meninggal dikarenakan penyakit tua. Bapak Rahmad memiliki 3 anak , 1 menantu,
dan 2 cucu. Anak pertama pasien laki-laki menjadi kepala keluarga dan menjadi pengambil
keputusan yang berusia 33 tahun yang bekerja sebagai wiraswasta . Anak pasien yang terakhir
pendidikan terakhirnya S1 dan yang lainnya tidak terlalu ingat. Sebelumnya Ayah dan Ibu dari
pasien sudah meninggal , tetapi pasien tidak ingat penyebab meninggal . Anak pertama Bapak
Rahmad yang menjadi kepala keluarga di rumah tersebut tidak mempunyai penyakit atau keluhan
saat itu . Anak kedua dan ketiga Bapak Rahmad sudah tidak 1 rumah . Keluarga pasien cukup
mengetahui masalah kesehatan, sehingga keluarga pasien jika mempunyai keluhan langsung
mengunjungi puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Beberapa hal yang dapat dinyatakan kepada pasien dengan hipertensi yaitu keluhan utama
pasien terasa sering batuk ketika meminum obat terasa membaik , lelah , terasa sesak walau
frekuensinya tidak terlalu sering , terasa pusing sejak beberapa hari yang lalu . Bapak Rahmad
mengalami Hipertensi kurang lebih sejak 10 tahun yang lalu . Tekanan darah Bapak Rahmad ini

2
berkisar 170/90 pada saat pemeriksaan . Pada pemeriksaan terdahulu dengan dokter puskesmas
memberikan obat Amilodipin Tab 10mg 1x1. Berdasarkan JNC 8 pasien diklasifikasikan
Hipertensi Grade II sesuai dengan diagnosis yang di berikan oleh dokter puskesmas.

Pasien pada siang itu juga mengunjungi puskesmas karena keluhan batuk yang di alaminya
. Di dapatkan tanda – tanda vital tekanan darah 170/90 mmHg , Berat badan 45 kg , Tinggi 155
cm . Pasien di berikan obat Paracetamol Tab 500mg 3x1 , Vitamin B1 Tab 1x1 , Amilodipin Tab
10mg 1x1 .

Pasien sudah berhenti merokok sejak 10 tahun terakhir , namun pasien memiliki kebiasaan
untuk jajan minuman soda atau minuman kemasan . Pasien sering meminta uang jajan kepada
keluarga , jika tidak di berikan maka pasien akan berteriak – teriak sehingga menarik perhatian
orang rumahnya. Dalam sehari-hari pasien lebih banyak berdiam diri di rumah dan memiliki
makanan favorite yaitu sayuran rebus dan minuman manis. Pasien ini sudah tidak pernah berolah
raga karena untuk berjalan saja pasien cukup mengalami keterbatasan. Bapak Rahmad terakhir
berekreasi ke sukabumi untuk mengunjungi sanak saudaranya beberapa bulan lalu dan pasien
merasakan senang ketika berekreasi . Secara individual Bapak Rahmad ini dalam kebersihan dapat
di kategorikan cukup yang dapat dilihat secara pola mandi, kebersihan kuku, rambut, baju dan
sandal.

Rumah yang di tempati Bapak Rahmad terdiri dari 2 lantai , memiliki jarak antara pintu
utama rumah dengan pagar namun tidak memiliki taman , memiliki garasi yang cukup menampung
1 mobil yang kebetulan di miliki oleh anak pasien yaitu Honda Jazz . Rumah tersebut beisikan 5
anggota keluarga yaitu Bapak Rahmad , Bapak William , Ibu Meriana , Sdri Karinda dan Sdri
Kalisa . Rumah yang di tempati oleh Bapak Rahmad adalah milik anak lelaki pertamanya bernama
Bapak William Sutanto . Rumah tersebut Permanen dengan dinding tembok dan lantai keramik .
Namun, dalam penataan barang-barang dirumah cukup tidak rapi karena banyak barang yang
ditumpuk pada bagian depan ruang rumahnya yang digunakan sebagai ruang kerja oleh anak
pertama beliau . Ventilasi dalam rumah pasien tergolong kurang dikarenakan ventilasi hanya
diletakkan dibagian depan rumah saja, dan penerangannya cukup. Dapur pasien terletak di bagaian
belakang rumah, penataan dapur pasien tergolong rapi dan memadai dengan adanya kulkas 2 pintu
ukuran besar , Dispenser dengan botol gallon isi ulang bermerk ‘Aqua’ , alat-alat dapur seperti
panci tertata rapih di tembok dapur , memiliki kompor gas , tempat menanak nasi elektronik, lemari
yang berisikan peralatan dapur lainnya , namun kurangnya ventilasi di bagian dapur. Meja makan

3
terletak di sekitar dapur , tetapi meja makan pasien penuh dengan barang-barang belanjaan dan
tudung saji berisikan makanan untuk pasien dan keluarganya . Jamban di rumah pasien terletak di
sebelah dapur yaitu jamban duduk dan cukup bersih dengan bak mandi yang terisi air bersumber
dari air pam dan air tanah . Kamar Bapak Rahmad berada di lantai bawah, bersebelahan dengan
ruang kerja , dapur dan kamar mandi . Sedangkan di lantai 2 memiliki 3 ruang kamar dan 1 kamar
mandi atas , namun kami tidak diberikan akses untuk melihat kondisi lantai 2 . Sumber air dirumah
pasien adalah air ledeng yang di filtrasi dan sumber air minum menggunakan air isi ulang, tidak
adanya sumber pencemaran air. Tempat pembuangan air limbah ada terletak 5 meter dari rumah.
Di dalam rumah pasien ada tempat pembuangan sampah, Sanitasi lingkungan daerah rumah
pasien, rutin dalam melakukan pembersihan selokan, fogging, dan lainsebagainya. Pasien taat
dalam beribadah, keyakinan tentang kesehatan cukup, dikarenakan jika ada penyakit tidak
diabaikan dan cepat mengunjungi puskesmas. Pola hubungan masyarakat dengan berkomunikasi
dengan tetangga cukup karena pasien di kategorikan baru menempati rumah tersebut . Keadaan
ekonomi pasien sedang. Pasien dan keluarga tidak memiliki penyakit atau keadaan mengganggu
psikologi. Tidak ada adat istiadat yang mempengaruhi dengan penyakit pasien ini.

Analisa Kunjungan Rumah

a. Kondisi pasien
Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, pemeriksaan tanda-tanda vital
tekanan darah 170/90 mmHg, denyut nadi 82 kali/ menit dan pernapasan 20 kali/menit.
b. Keadaan rumah
1. Lokasi :
Rumah terletak di sebuah jalan kecil muat untuk dilintasi 1 mobil , sangat
rapi, bersih. Alamat pasien Jl. Rawa Bahagia No 11 RT 003 RW 002.
2. Kondisi :
Bangunan rumah adalah permanen. Rumah terlihat kokoh, berdinding
tembok, bertingkat 2, lantai rumah terbuat dari keramik, dan atap dari genteng,
kebersihan dalam rumah cukup bersih, tetapi tidak tertata dengan baik. Kebersihan
dapur cukup bersih tetapi berukuran kecil, tempat penyimpanan makanan
diletakkan di atas meja dan di tutupi tudung saji , terdapat tempat mencuci tangan ,
terdapat tempat mencuci piring , terdapat dispenser dengan air gallon isi ulang

4
bermerk ‘Aqua’ , memiliki alat penanak nasi elektronik , memiliki kompor gas dan
memakai tabung gas ukuran 12 KG .
Keadaan kamar mandi dengan ukuran 3x2m dengan kebersihan cukup
bersih, namun dibagian lantai wc ada memiliki sedikit lumut, tetapi dibagian
menampung airnya bebas dari lumut. Rumah pasien ini memiliki jamban duduk.
Sistem pembuangan limbah sekitar 5 meter dari rumah pasien yang dialirkan ke
kali. Di dalam rumah memiliki tempat pembuangan sampah. Penerangan dalam
rumah cukup. Polusi didalam rumah tidak ada dikarenakan rumah pasien di dalam
jalan kecil dan banyak pepohonan dan jarang dilewati kendaraan.
3. Luas rumah : 120 m2
4. Ventilasi
Keadaan ventilasi pada ruangan depan rumah cukup dan pada ruang tengah
dan dapur ventilasinya kurang.
5. Sanitasi dasar
Sumber air minum berasa dari air isi ulang, dan sumber mandi berasal dari
air ledeng dan air tanah. Kebersihan kamar mandi cukup, jamban yang digunakan
duduk . Seluruh pembuangan air limbah dibuang pada saluran air dan tidak terdapat
pencemaran air di lingkungan sekitar. Sistem pembuangan kotoran jaraknya 5
meter dari tempat tinggalnya.

I. Identitas Pasien
1. Nama : Bapak Rahmad

2. Umur : 61 tahun

3. Jenis Kelamin : Pria

4. Pekerjaan : Pensiunan

5. Pendidikan : Setara Menengah Pertama

6. Alamat : Jl. Rawa Bahagia No 11 RT 003 RW 002.

7. Telepon : 0858-66050655

5
II. Riwayat Biologis Keluarga

a. Keadaan kesehatan sekarang

1. Anak pertama : Sehat


2. Anak kedua : Sehat
3. Anak ketiga : Sehat
4. Menantu : Sehat
5. Cucu : Sehat

b. Kebersihan perseorangan : Baik

c. Penyakit yang sering diderita : -

d. Penyakit keturunan : -

e. Penyakit kronis/menular : -

f. Kecacatan anggota keluarga : -

g. Pola makan : Sedang

h. Pola istirahat : Baik (8 jam setiap malam)

i. Jumlah anggota keluarga : 5 orang

III. Psikologi Keluarga

a. Kebiasaan buruk : Membeli minuman dalam kemasan

b. Pengambilan keputusan : Keluarga / Anak pertama

c. Ketergantungan obat : Amilodipine

d. Tempat mencari pelayanan kesehatan: Puskesmas

e. Pola rekreasi : Mengunjungi sanak saudara

IV. Keadaan Rumah/Lingkungan

a. Jenis bangunan : Permanen

b. Lantai rumah : Keramik

c. Luas rumah : 120 m2

d. Penerangan : Cukup

6
e. Kebersihan : Sedang

f. Ventilasi : Cukup

g. Dapur : Ada

h. Jamban keluarga : Ada

i. Sumber air minum : Air Isi Ulang

j. Sumber air mandi : Air Ledeng dan Air Tanah

j. Sumbar pencemaran air : Tidak ada

k. Pemanfaatan pekarangan : Ada

l. Tempat pembuangan air limbah : Ada

m. Tempat pembuangan sampah : Ada

n. Sanitasi lingkungan : Sedang

V. Spiritual Keluarga

a. Ketaatan beribadah : Baik

b. Keyakinan tentang kesehatan : Baik

VI. Keadaan Sosial Keluarga

a. Tingkat pendidikan : Sedang

b. Hubungan antar anggota kel : Baik

c. Hubungan dengan orang lain : Baik

d. Kegiatan organisasi sosial : Cukup

e. Keadaan ekonomi : Cukup

VII. Kultural Keluarga

a. Adat yang berpengaruh : Adat Tionghoa

b. Lain-lain :-

7
VII. Daftar Keluarga
Nama Umur Pendidikan Status Hubungan Keadaan Domisili
Perkawinan Keluarga kesehatan serumah
penyakit bila
ad
William 33 S1 Menikah Anak - √
Meriana - - Menikah Menantu - -
Karinda - - - Cucu - -
Kalisa - - - Cucu - -

IX. Keluhan Utama


Batuk – Batuk
X. Keluhan Tambahan
Sesak pada dada namun jarang , Pusing
XI. Riwayat Penyakit Sekarang
Hipertensi Grade II
XII. Riwayat Penyakit Dahulu
Hipertensi 10 tahun lalu
XII. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, pemeriksaan tanda-tanda vital tekanan darah
170/90 mmHg, denyut nadi 82 kali/ menit dan pernapasan 20 kali/menit.

XIV. Diagnosis Penyakit


Biologi : Hipertensi grade II
Psikologi :-
Sosial :-
XV. Diagnosis Keluarga
Hipertensi
XVI. Anjuran Pelaksanaan Penyakit
 Health Promotif : Meningkatkan kesadaran keluarga akan pentingnya kesehatan dan
memberikan pengetahuan dan informasi kepada keluarga tentang hipertensi, gejala hipertensi

8
dan faktor resiko dengan cara meningkatkan kesehatan jasmani dengan rajin berolahraga dan
makan-makanan bergizi seimbang sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi dan cara
untuk menanggulanginya adalah dibawa ke rumah sakit segera (ditakutkan terlalu lama
mengambil keputusan, komplikasi dapat terjadi lebih parah).

 Specific Protection : Untuk meningkatkan daya tahan tubuh maupun untuk mengurangi
risiko yaitu dengan cara pertahankan BB ideal, olahraga teratur, batasi pemakaian garam,
hindari konsumsi alkohol, tidak/ berhenti merokok, makan banyak buah dan sayuran, rekreasi,
hindari/ atasi stress, cek tensi teratur (bila umur >40 tahun), membatasi konsumsi daging
secara berlebih, hindari makan-makanan yang banyak mengandung garam. Bagi yang sudah
sakit makan dianjurkan untuk berobat teratur, mentaati aturan minum obat, konsultasi bila
akan minum obat lain.

 Early Diagnosis and Pomt treatment : memberikan terapi obat-abat yang tepat, dengan dosis yang
benar, waktu pemberian yang adekuat, dan harga yang terjangkau dan melakukan screening untuk
mencari penderita hipertensi yang belum mempunyai atau menunjukkan gejala dari suatu penyakit
dengan tujuan untuk mendeteksi secara dini adanya suatu penyakit hipertensi. Melakukan screening
pada keluarganya.

 Disability Limitation : mencegah proses penyakit lebih lanjut yaitu dengan melakukan pengobatan
dan perawatan secara teratur sehingga proses pemulihan dapat berjalan dengan baik dan cepat.

 Rehabilitatif : tetap rajin kontrol ke puskesmas, dan memotivasi pasien agar minum obat yang
diberi secara rutin serta mengkontrol pola makan pasien .

XVII. Prognosis
 Prognosis penyakit :
Baik , selama pasien minum obat teratur, istirahat cukup, menjaga pola makan dan
memperhatikan status gizi.

 Prognosis keluarga :
Baik, keluarga pasien sangat peduli akan kesehatan pasien, setiap kali pasien sakit,
keluarganya akan selalu membawa pasien ke sarana pelayanan kesehatan (biasanya
Puskesmas).

 Prognosis masyarakat
Baik, lingkungan masyarakat dan anggota keluarga yang mendukung dalam proses
penyembuhan hipertensi pasien.

9
XVIII. Resume
Telah diperiksa pasien bernama Bapak Rahmad berusia 61 tahun yang menderita
Hipertensi sejak 10 tahun yang lalu hingga sekarang . Didapati pada pemeriksaan fisik tekanan
darahnya 170/90 mmHg. Pasien rutin datang ke puskesmas dan mengambil obat secara teratur (
obat amilodipin). Pasien tidak menjaga pola makan dalam sehari-hari dengan kebiasaan minum
seperti minuman kemasan .

DAFTAR PUSTAKA

1. Perhimpunan Hipertensi Indonesia. Konsesus Penatalaksanaan Hipertensi Dengan


Modifikasi Gaya Hidup. Jakarta : InaSH, 2011.
2. Yogiantoro, Mohammad. Hipertensi Esensial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi
V Jilid III. Jakarta : Interna Publishing, 2009.

10
Ruang Tengah

WC

Dapur dan Meja Makan

11
Kamar Pasien

Ruang Depan Rumah

12
Rumah Tampak Depan

Foto Bersama Pasien

13