Sunteți pe pagina 1din 7

JURNAL INOVTEK POLBENG - SERI INFORMATIKA, VOL. 2, NO.

2 , NOVEMBER 2017 ISSN : 2527-9866

Pengaruh Pengaplikasian E-learning Terhadap


Hasil Belajar (Studi Kasus : Mahasiswa Keamanan
Komputer Fasilkom Unilak)

Taslim1, Dafwen Toresa2, Syahtriatna3


Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Lancang Kuning - Riau
taslim.malano@gmail.com1, dafwentoresa@gmail.com2, eet@unilak.ac.id3

Abstrack - This research to determine the effectiveness of e-learning such as availability of ICT
devices, the lecturers competence to optimalized e-learning, and e-learning access by students
Computer Security in Informatics Engineering Program Faculty of Computer Science 2016/2017
University of Lancang Kuning. This research uses quantitative descriptive method research at Faculty
of Computer Science University of Lancang Kuning. The population are students Computer Security,
samples taken 55 students. The sampling technique is proportional cluster random sampling. The
results shows that the availability of ICT devices are in good category and the ability of lecturers to
optimalized e-learning is in good category too, while the ease of student access is in enough category.
Variable ease of student access has a positive and significant influence on learning outcomes while the
availability of ICT devices and the ability of lecturers in utilizing e-learning has no significant effect
on learning outcomes. The easier the access that students get in utilizing e-learning, then the results of
student learning Computer Security in Informatics Engineering Program Faculty of Computer Science
University Lancang Kuning Academic Year 2016/2017 will be increasing as well.

Keywords: e-learning, learning outcomes

Intisari - Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui penggunaan e-learning dalam hal
ketersediaan perangkat ICT, kemampuan dosen memanfaatkan e-learning, dan kemudahan akses e-
learning oleh mahasiswa terhadap hasil belajar mahasiswa Keamanan Komputer di Program Studi
Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer tahun akademik 2016/2017 Universitas Lancang Kuning.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di Fakultas
Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning. Populasi adalah mahasiswa yang mengambil mata
kuliah Keamanan Komputer, sampel diambil sebanyak 55 orang mahasiswa. Teknik pengambilan
sampel dalam penelitian ini adalah proporsional cluster random sampling. Hasil penelitian
memperlihatkan bahwa ketersediaan perangkat ICT berada dalam kategori cukup baik dan
kemampuan dosen dalam memanfaatkan e-learning berada dalam kategori baik, sedangkan
kemudahan akses mahasiswa berada dalam kategori cukup baik. Variabel kemudahan akses
mahasiswa mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa
sedangkan ketersediaan perangkat ICT dan kemampuan dosen dalam memanfaatkan e-learning tidak
berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Semakin mudah akses yang didapatkan mahasiswa
dalam memanfaatkan e-learning, maka hasil belajar mahasiswa Keamanan Komputer di Program Studi
Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning Tahun Akademik
2016/2017 akan semakin meningkat pula.

Kata kunci : e-learning, hasil belajar

I. PENDAHULUAN ini konsep e-learning sudah banyak


diterima oleh masyarakat dunia, terbukti
Perkembangan teknologi informasi saat
dengan maraknya implementasi e-learning
ini semakin pesat telah menyebabkan
khususnya di lembaga pendidikan (sekolah,
terjadinya tranformasi pendidikan
training dan universitas). Beberapa
konvensional menjadi bentuk digital. Saat
182
JURNAL INOVTEK POLBENG - SERI INFORMATIKA, VOL. 2, NO. 2 , NOVEMBER 2017 ISSN : 2527-9866

perguruan tinggi menyelenggarakan proporsional cluster random sampling.


kegiatan pembelajaran elektronik sebagai Data dikumpulkan dengan menggunakan
suplemen (tambahan) terhadap materi kuesioner dengan cara menyusun dan
pelajaran yang disajikan secara reguler di mengajukan daftar pernyataan kepada
kelas (Wildavsky, 2001; Lewis, 2002). responden yang disusun dalam butir
Namun, beberapa perguruan tinggi lainnya pernyataan yang menjadi indikator dari
menyelenggarakan e-learning sebagai variabel penelitian. Variabel yang
alternatif bagi mahasiswa yang karena satu digunakan dalam penelitian ini adalah
dan lain hal berhalangan mengikuti ketersediaan perangkat ICT (X1),
perkuliahan secara tatap muka. Dalam kemampuan dosen memanfaatkan e-
kaitan ini, e-learning berfungsi sebagai learning (X2), kemudahan akses mahasiswa
option (pilihan) bagi mahasiswa. (X3) dan hasil belajar (Y). Untuk
Konsep pembelajaran e-learning mulai mengetahui pengaruh dari variabel-variabel
dikembangkan mengingat peningkatan bebas (X) terhadap variabel terikat (Y)
jumlah mahasiswa di perguruan tinggi dari digunakan model analisis regresi linear
tahun ke tahun semakin meningkat, begitu berganda (multiple regression analysis).
juga dengan kebutuhan akan pembelajaran
digital yang semakin tinggi pula. Hal in III. HASIL DAN PEMBAHASAN
tentu saja didukung oleh fasilitas Variabel yang digunakan dalam
perkualiahan seperti jaringan internet yang penelitian ini adalah ketersediaan perangkat
stabil, ketersediaan fasilitas hot spot, yang ICT (X1), Kemampuan dosen
memungkinkan untuk pelaksanaan memanfaatkan e-learning (X2), kemudahan
pembelajan e-learning tersebut. Oleh karena akses mahasiswa (X3) dan hasil belajar (Y).
itu, konsep e-learning menjadi salah satu Untuk mengetahui deskripsi variabel
alternatif bagi mahasiswa dan dosen dalam penelitian ini dapat dilihat gambar di bawah
mengembangkan diri dan upaya untuk
ini.
meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
Pelaksanaan perkuliahan menggunakan 3,53 4,26 3,82 4,34
e-learning merupakan perpaduan antara 5
4
pembelajaran jarak jauh dan tatap muka 3
2
(konvensional), sehingga materi yang 1
diajarkan sebagian diberikan melalui e- 0
laerning dan sebagian lagi melalui tatap
muka. Penggunaan e-laerning dianggap
lebih menarik dan meningkatkan hasil
belajar mahasiswa yang pada akhirnya akan
meningkatkan mutu pembelajaran di Gambar 1. Deskripsi variabel penelitian
kampus.

II. SIGNIFAKNSI STUDI Uji Normalitas merupakan persyaratan


penting yang harus terpenuhi dalam analisis
Penelitian ini menggunakan metode
regresi, apabila data yang dianalisis tidak
penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian
berasal dari data yang berdistribusi normal,
ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Komputer
maka analisis regresi tidak dapat dilakukan.
Universitas Lancang Kuning. Populasi yang
Pengujian normalitas data dilakukan dengan
diambil dalam penelitian ini adalah
menggunakan teknik Uji Kolmogorov-
mahasiswa yang mengambil mata kuliah
Smirnov (Uji K-S) dan sebagai dasar
Keamanan Komputer Tahun Akademik
penolakan atau penerimaan keputusan
2016/2017. Sampel diambil sebanyak 55
normal tidaknya distribusi data ditetapkan
orang mahasiswa. Teknik pengambilan
pada taraf signifikan α (alpha) 0,05. Jika
sampel dalam penelitian ini adalah

183
JURNAL INOVTEK POLBENG - SERI INFORMATIKA, VOL. 2, NO. 2 , NOVEMBER 2017 ISSN : 2527-9866

signifikasi probabilitas > taraf alpha 0,05 maka data berdistribusi tidak normal. Hasil
maka data berdistribusi normal dan jika perhitungan uji normalitas dapat dilihat
signifikansi probabilitas < taraf alpha 0,05 pada tabel berikut :

TABEL. I
UJI NORMALITAS VARIABEL PENELITIAN
Variabel Sig. Assymp. Distribusi
Ketersediaan perangkat ICT 0.449 Normal
Kemampuan dosen memanfaatkan E-learning 0.056 Normal
Kemudahan Akses Mahasiswa 0.605 Normal
Hasil Belajar 0.413 Normal
Sumber : Data Primer (diolah)

Berdasarkan Tabel I dapat dilihat apakah diantara ketiga variabel tidak terjadi
bahwa nilai signifikansi probabilitas untuk korelasi yang tinggi, perlu dilakukan
semua variabel lebih besar dari alpha 0,05. hipotesis yaitu bahwa diterima Ho apabila
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nilai VIF < 10 dan angka toleransi
semua variabel berdistribusi normal. mendekati 1 dan ditolak Ho bila nilai VIF ≥
Perhitungan uji independen antar variabel 10 dan nilai toleransi mendekati 0. Hasil uji
bebas dapat dilihat dari hasil analisis interdependensi antar variabel dapat dilihat
collinearity statistics. Untuk melihat pada tabel berikut :

TABEL. II
UJI INTERDEPENDENSI ANTAR VARIABEL
Coefficient Collinearity
Variabel
Tolerance VIF
Ketersediaan perangkat ICT 0.714 1.401
Kemampuan dosen memanfaatkan E-learning 0.815 1.226
Kemudahan Akses Mahasiswa 0.811 1.233
Sumber : Data Primer (diolah)

Tabel II memperlihatkan nilai toleransi data mempunyai varians yang sama


untuk semua faktor mendekati angka 1 dan diantara anggota grup. Kriteria pengujian
nilai VIF lebih kecil dari 10. Hal ini berarti homogenitas sebagai berikut : Jika nilai Sig
tidak terjadi problem multikolinearitas atau > 0,05 berarti data penelitian berasal dari
korelasi yang tinggi antar faktor yang variansi yang sama (homogen) dan Jika
terbentuk.Uji homogenitas dilakukan untuk nilai Sig < 0,05 berarti data penelitian
melihat apakah data penelitian berasal dari berasal dari variansi yang tidak sama (tidak
variansi yang sama (homogen). Uji homogen). Hasil uji homogenitas dapat
homogenitas pada prinsipnya bertujuan dilihat pada tabel berikut :
untuk menguji apakah sebuah kelompok
TABEL. III
UJI HOMOGENITAS VARIABEL
Variabel Sign. Keterangan
Ketersediaan perangkat ICT 0.377 Homogen
Kemampuan dosen memanfaatkan E-learning 0.099 Homogen
Kemudahan Akses Mahasiswa 0.811 Homogen
Sumber : Data Primer (Diolah)
184
JURNAL INOVTEK POLBENG - SERI INFORMATIKA, VOL. 2, NO. 2 , NOVEMBER 2017 ISSN : 2527-9866

Hasil analisis regresi berganda tentang Komputer di Program Studi Teknik


pengaruh pengaruh ketersediaan perangkat Informatika Fakultas Ilmu Komputer
ICT, kemampuan dosen memanfaatkan e- Universitas Lancang Kuning Tahun
learning dan kemudahaan akses mahasiswa Akademik 2016/2017, dapat dilihat pada
terhadap hasil belajar mahasiswa Keamanan Tabel IV.

TABEL IV
HASIL ANALISIS REGRESI BERGANDA
Variabel Koefisien Std.Error t hitung Sig.
(Constant) 12.495 1.655 7.548 0.000
Ketersediaan perangkat ICT -0.102 0.077 -1.327 0.190
Kemampuan dosen memanfaatkan E-
0.125 0.094 1.333 0.188
learning
Kemudahan Akses Mahasiswa 0.272 0.081 3.359 0.001
F hitung = 4.801
R = 0.470
R2 = 0.221
Adjusted R2 = 0.175
Sumber : Data Primer (diolah)

Berdasarkan Tabel IV dapat diketahui pemberian informasi pembelajaran secara


koefisien regresi ketersediaan perangkat on-line dan menyediakan waktu untuk
ICT menunjukkan pengaruh negatif bergabung dalam komunitas mahasiswa,
terhadap hasil belajar mahasiswa dengan maka hasil belajar mahasiswa akan
nilai sebesar -0.102 artinya bahwa setiap mengalami peningkatan. Koefisien regresi
peningkatan ketersediaan perangkat ICT variabel kemudahan akses mahasiswa
akan menurunkan hasil belajar mahasiswa menunjukkan pengaruh positif terhadap
sebesar 0.120 satuan (asumsi ceteris hasil belajar mahasiswa dengan nilai
paribus). Dengan demikian apabila sebesar 0.272. Apabila kemudahan akses
ketersediaan perangkat ICT ditingkatkan mahasiswa ditingkatkan dalam hal
maka hasil belajar mahasiswa tidak akan memanfaatkan jaringan komputer untuk
meningkat. Hal ini terjadi akibat mengakses bahan-bahan perkuliahan,
terbatasnya ketersediaan koneksi internet memanfaatkan ruang diskusi untuk masalah
yang disediakan di kampus terutama di pembelajaran dengan dosen yang
gedung Fakultas Ilmu Komputer. Selain itu, bersangkutan, dan mengembangkan
tidak semua mahasiswa mempunyai komunitas online untuk mengembangkan
ketersediaan koneksi internet pribadi. dan berbagi masalah perkualiahan, maka
Berdasarkan hasil deskripsi variabel hasil belajar mahasiswa akan mengalami
ketersediaan perangkat ICT yang perlu peningkatan.
diperhatikan ketersediaan koneksi internet Nilai konstanta sebesar 12.495
dan penambahan bandwith agar menunjukkan bahwa hasil belajar
pemanfaatan internet lebih optimal. mahasiswa sangat ditentukan oleh
Koefisien regresi variabel kemampuan ketersediaan perangkat ICT, kemampuan
dosen memanfaatkan e-learning dosen memanfaatkan e-learning, dan
menunjukkan pengaruh positif terhadap kemudahan akses mahasiswa. Tanpa
hasil belajar mahasiswa dengan nilai adanya ketiga variabel tersebut maka hasil
sebesar 0.125. Dengan demikian apabila belajar mahasiswa sudah ada sebesar
kemampuan dosen memanfaatkan e- 12.495. Berdasarkan hasil analisis tersebut,
learning dalam menyiapkan materi kuliah diperoleh persamaan regeresi sebagai
dengan media belajar yang baik dan dapat berikut :
diunduh oleh mahasiswa ditingkatkan,

185
JURNAL INOVTEK POLBENG - SERI INFORMATIKA, VOL. 2, NO. 2 , NOVEMBER 2017 ISSN : 2527-9866

Y= 12.495 - 0.102X1 +0.125X2 + 17.50%, yang berarti bahwa besarnya


0.272X3 +e kontribusi antara ketersediaan perangkat
Hipotesis 1 yang diajukan adalah ICT, kemampuan dosen memanfaatkan e-
sebagai berikut : ketersediaan perangkat learning, dan kemudahan akses mahasiswa
ICT berpengaruh signifikan terhadap hasil terhadap hasil belajar mahasiswa adalah
belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil sebesar 17.50%. Dengan demikian dapat
analisis diperoleh t hitung untuk variabel dikatakan bahwa 17.50% hasil belajar
ketersediaan perangkat ICT sebesar -1.327 mahasiswa dapat dijelaskan oleh variabel
dengan nilai signifikansi 0.190 (0.190 > ketersediaan perangkat ICT, kemampuan
0.05). Oleh sebab itu dapat disimpulkan dosen memanfaatkan e-learning, dan
bahwa ketersediaan perangkat ICT tidak kemudahan akses mahasiswa sedangkan
berpengaruh signifikan terhadap hasil 82.50% lagi dijelaskan oleh variabel di luar
belajar mahasiswa. Dari hasil ini berarti penelitian ini.
hipotesis awal diterima dan hipotesis Hasil belajar mahasiswa tidak
alternatif ditolak. Hipotesis 2 yang diajukan dipengaruhi secara signifikan oleh
adalah sebagai berikut : kemampuan dosen ketersediaan perangkat ICT dan
memanfaatkan e-learning berpengaruh kemampuan dosen dalam memanfaatkan e-
signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa. learning, namun hasil belajar mahasiswa
Berdasarkan hasil analisis diperoleh t dipengaruhi oleh kemaudahan akses
hitung untuk variabel dosen memanfaatkan mahasiswa dalam menggunakan metode e-
e-learning sebesar 1.333 dengan nilai learning seperti dalam hal mengoptimalkan
signifikansi 0.188 (0.188 > 0.05). Oleh ruang diskusi dalam komunitas yang
sebab itu dapat disimpulkan bahwa berhubungan langsung dengan
kemampuan dosen memanfaatkan e- pembelajaran sehingga permasalahan dalam
learning tidak berpengaruh signifikan perkuliahan dapat didiskusikan antara
terhadap hasil belajar mahasiswa. Dari hasil
mahasiswa dengan mahasiswa dan
ini berarti hipotesis awal diterima dan selanjutnya antara mahasiswa dengan
hipotesis alternatif ditolak. Hipotesis 3 yang dosen. Dengan demikian proses perkuliahan
diajukan adalah sebagai berikut : dapat dilakukan lebih efektif dengan
kemudahan akses mahasiswa berpengaruh penggunaan e-learning.
signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh t Hasil tersebut sesuai dengan hasil
hitung untuk variabel kemudahan akses penelitian yang telah dilakukan oleh
mahasiswa sebesar 3.350 dengan nilai Suhendi (2015) bahwa e-learning bisa
signifikansi 0.001 (0.001 < 0.05). Oleh membantu mahasiswa dalam kegiatan
sebab itu dapat disimpulkan bahwa perkulihan seperti : memperoleh informasi
kemudahan akses mahasiswa berpengaruh seputar perkuliahan, mudah mengakses
signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa. modul atau slide perkuliahan, mudah dalam
Dari hasil ini berarti hipotesis awal ditolak mengumpulkan tugas. Mahasiswa cukup
dan hipotesis alternatif diterima. setuju dengan adanya quiz online karena
cukup efisien sedangkan untuk tampilan
Nilai R (koefisien regresi) adalah elearning mahasiswa cukup setuju
sebesar 0.470. Nilai R berada dalam kisaran disainnya menarik. Selanjutnya Tafiardi
antara (-1) dan 1, sehingga nilai sebesar (2005) menyatakan bahwa sejalan dengan
0.470 termasuk mempunyai korelasi yang perkembangan ilmu dan teknologi terutama
cukup erat karena berada dalam kisaran teknologi informasi, pemanfaatan internet
tersebut. Nilai R2 (R square) sebesar 0.221 dalam bidang pendidikan terus
merupakan koefisien simultan pengaruh berkembang. Pemanfaatan internet ini tidak
antara prediktor terhadap variabel terikat. hanya untuk pendidikan jarak jauh, akan
Nilai pengaruh yang sebenarnya (Adjusted tetapi juga dikembangkan dalam sistem
R square) adalah sebesar 0.175 atau
186
JURNAL INOVTEK POLBENG - SERI INFORMATIKA, VOL. 2, NO. 2 , NOVEMBER 2017 ISSN : 2527-9866

pendidikan konvensional. E-learning adalah baik agar dapat lebih memahami konsep
suatu model pembelajaran yang dibuat tentang mata kuliah yang bersangkutan.
dalam format digital melalui perangkat Dengan pembelajaran secara online dapat
elektronik. Tujuan digunakannya e-learning memotivasi mahasiswa untuk lebih
dalam sistem pembelajaran adalah untuk memahami berbagai mata kuliah yang
memperluas akses kemasyarakat luas, serta sedang dihadapinya. Dalam rangka
dalam rangka meningkatkan mutu belajar peningkatan hasil pembelajaran maka perlu
adanya penerapan Teknologi Informasi
IV. KESIMPULAN khususnya e-learning, karena e-learning
memiliki keunggulan dalam peningkatan
Variabel ketersediaan perangkat ICT
hasil pembelajaran.
berada dalam kategori cukup baik dan
kemampuan dosen dalam memanfaatkan e-
learning berada dalam kategori baik, REFERENSI
sedangkan kemudahan akses mahasiswa [1] Dimyati dan Mudjiono. (2006). Belajar
berada dalam kategori cukup baik. Variabel dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka
kemudahan akses mahasiswa merupakan Cipta.
variabel yang mempunyai pengaruh yang [2] Munir. (2009). Pembelajaran Jarak
positif dan signifikan terhadap hasil belajar Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan
mahasiswa sedangkan ketersediaan Komunikasi. Bandung : Alfabeta.
perangkat ICT dan kemampuan dosen [3] Rusman, Deni Kurniawan, dan Cepi
dalam memanfaatkan e-learning tidak Riyana. (2012). Pembelajaran
berpengaruh signifikan terhadap hasil BerbasisTeknologi Informasi dan
belajar. Semakin mudah akses yang Komunikasi: Mengembangkan
didapatkan mahasiswa dalam Profesionalitas Guru. Jakarta: Rajawali
memanfaatkan e-learning, maka hasil Pers.
belajar mahasiswa Keamanan Komputer di [4] Rosenberg, M.J. (2001). E-learning :
Program Studi Teknik Informatika Fakultas Strategies for Delivering Knowledge in
Ilmu Komputer Universitas Lancang The Digital Age. The McGraw-Hill
Kuning Tahun Akademik 2016/2017 akan Companies Inc.
semakin meningkat pula. [5] Agustina, M dan A. Mutatkin Bakti.
Kemudahan akses mahasiswa dalam (2015). Tingkat Kesiapan E-Learning
pemanfaatan e-learning sebagai salah satu (E-Learning Readiness) Universitas
variabel pengembangan metode e-learning Bina Darma Sebagai Media
di Program Studi Teknik Informatika Pembelajaran Pendidikan Jarak Jauh.
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jurnal Imiah MATRIK. 17 (2), 123-
Lancang Kuning perlu ditingkatkan melalui 132.
pemanfaatan jaringan komputer untuk [6] Islamiyah, M dan Lilis, W. (2016).
mengakses bahan-bahan perkuliahan, Efektifitas Pemanfaatan E-Learning
pemanfaatan ruang diskusi (chat room) Berbasis Website Terhadap Hasil
untuk masalah pembelajaran dengan dosen Belajar Mahasiswa STMIK Asia
yang bersangkutan dan mengembangkan Malang Pada Mata Kuliah Fisika
komunitas online untuk mengembangkan Dasar. Jurnal Ilmiah Teknologi dan
dan berbagi masalah perkualiahan, serta Informasia ASIA (JITIKA) 10 (1)
adanya kesempatan mempergunakan ISSN: 0852-730X.
jaringan internet setiap saat. Hasil belajar [7] Karwati, E. (2014). Pengaruh
mahasiswa dengan memanfaatkan e- Pembelajaran Elektronik (E-Learning)
learning perlu dikembangkan sehingga Terhadap Mutu Belajar Mahasiswa.
mahasiswa mampu mendapatan Jurnal Penelitian Komunikasi 17 (1),
pengalaman yang baru dalam pembelajaran 41-54.
dan mengembangkan pola pikir yang lebih
187
JURNAL INOVTEK POLBENG - SERI INFORMATIKA, VOL. 2, NO. 2 , NOVEMBER 2017 ISSN : 2527-9866

[8] Tafiardi. (2005). Meningkatkan Mutu Kemudahan Mahasiswa Dalam


Pendidikan Melalui E-Learning. Jurnal Pembelajaran. Seminar Nasional
Pendidikan Penabur (4) 4, 23-43. Teknologi Informasi dan Multimedia
[9] Suhendi. (2015). Analisa Penggunaan 2015. STMIK AMIKOM Yogyakarta,
E-Learning Untuk Meningkatkan 6-8 Februari 2015

188