Sunteți pe pagina 1din 2

AMANAT PEMBINA UPACARA

SENIN, 25 OKTOBER 2010

TRIPLE SEVENTEEN
OLEH : Bpk. M. Zaini, S.Pd.

Perlu dicamkan diera modernisasi pada prinsipnya saya memanatau dan kita lihat para
generaasi muda telah mengalami krisis tanggung jawab. Kita ambil contoh pada pelaksanaan
upacara hari ini, menunjukan dimana letak tanggungjawab saudara. Krisis tanggung jawab
meliputi tiga aspek :
1. krisis tanggung jawab inteektual. Ciba kita renungkan, siswa sekarang seandainya
tudak mumpuni / tidak mengauasai marteri sendaianya mendapat nolai yang buruk
mereka akan protes. Demikian juga Guru/pendidik dalam memberikan nilai juga tidak
objektif. Kaqlau dahulu anak sekolah tidak naik sekolah, nilai merah itu hal biasa.
Sekarang ilai distandarisisr nilai minimak tujuh. Qkui atau tida di era 60/70-an siswa
lulusan SR mampu menjadi seorang pendiidik/teladan.
2. Krisis tanggung jawab sosial. Di era sekarang ini nilai sosial sudah mulai pudar. Lebih
cenderung nilai-nilai induvidualistis yang lebigh ditonjolkan eginya yang dotonjolkan/
semangat gitong royong mulai pudar, budaya gotong royong sudah mulai hilanmg.
3. Krisis tanggung jawab moral. Coba kita perhatikan., moralitas generasi muda saat ini
sudah amat biorok. Kalau dahulu ada sumpah pemuda., pemuda yang tampil beda
berani mengambil sumbpah untuk menyatukan bangsa. Sekatamg para generasi muda
berani mengambil sumpah apa. Sebagai generasi muda hendaknya bisa mawas diri
untuk menyelamatkan diri dari ketiga krisis tersebut.

Seorang pendidik sudah banyak menampaakkan moral tidajk sebagai pendidik. Pelajar tidak
mnampakkan jiwa keterpelajarannya.
Untuk itu mari kita bertekat utnuk memerangi krisiis tersebut. Belajar yang sungguh2,
sebagai sisewa tanggung jawb intelektual saudara adalah nimor satu beajar dan belajar jangan
hanya ,negandalkan informasi atau tranefer iomu dari bapak/ibu guru saja. Tuntutlah ilmuu
setelah mendapat ilmu aplikasikan dalam kehidupan sehatri-hari. Ilmu tidak hanya
untukdiketahui, tapi untuk dipahami, steelah dipahami dihaayati setelah itu diamalkan. Ilmu
tidk hanya dihafal.
Generasi muda sekaarang sudah tidak mengenal sejarah lagi. Dalamb bahasa lain mungkin ke
depan generasi muda tidak memeliki argumentasi yang logis rasional. Mungkin kedepan
genreasi muda itu argunentasi yang diajukan argumentasi pokoke. Coba kita banyangkan
sejarah memilki nilai yang luar biasa. Kalau kita mampu nemqmhami sejarah mampu
menbgambil teladan maampu mebgambil hikamh . insaya Allah kita tidak akan terkena ketiga
krisis tanggung jawab tersebut. Mari kita pelajrai jetrah dnegan seksama kita ambil
keteladanan dan hikmahnya.