Sunteți pe pagina 1din 7

SHALAT RAWATIB

Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang dilakukan sebelum atau sesudah shalat wajib untuk
mengiringi shalat wajib. Shalat rawatib yang dilakukan sebelum shalat wajib disebut shalat
sunnah qobliyah dan shalat rawatib yang dilakukan setelah shalat wajib disebut shalat sunnah
ba'diyyah. Jumlah rakaat shalat rawatib berbeda beda sesuai dengan shalat wajib yang
diiringi. Sebagaimana hadit berikut ini.

Hadits 1

Dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada sholat sunnah rawatib,
maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur,
dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya,
dan dua rakaat sebelum subuh."

(HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794)

Hadits 2

Dari Ibnu ‘Umar, beliau mengatakan,

‫ مومرغكمعتمغيفففن بمغعففمد اغلممغغفففر ف‬، َ‫ مومرغكمعتمغيفن بمغعففمدمها‬، ‫ظغهفر‬


ِ‫ب ففففى‬ ‫ت مرغكمعتمغيفن قمغبمل ال ظ‬
‫ت فممن الننبفىىِ – صلىِ ا عليه وسلم – معغشمر مرمكمعاَ ت‬ ‫فف غ‬
‫ظ ت‬

‫صغب ف‬
‫ح‬ ‫صلمفة ال ظ‬ ‫ مومرغكمعتمغيفن قمغبمل م‬، ‫ مومرغكمعتمغيفن بمغعمد اغلفعمشاَفء ففىِ بمغيتففه‬، ‫بمغيتففه‬

"Aku menghafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh raka’at (sunnah rawatib),
yaitu dua raka’at sebelum Zhuhur, dua raka’at sesudah Zhuhur, dua raka’at sesudah Maghrib,
dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum Shubuh."

(HR. Bukhari no. 1180)

Hadits 3

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‫ظغهفر موأمغربمتع بمغعمدمهاَ محترمم معملىِ النناَفر‬ ‫ممغن محاَفمظم معملىِ أمغربمفع مرمكمعاَ ت‬
‫ت قمغبمل ال ظ‬

"Barangsiapa merutinkan shalat sunnah empat raka’at sebelum Zhuhur dan empat raka’at
sesudah Zhuhur, maka akan diharamkan baginya neraka."
(HR.Abu Daud no. 1269, An Nasa-i no. 1816, dan At Tirmidzi no. 428. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari ketiga hadits tersebut bisa disimpulkan bahwa ada perbedaan dalam jumlah rakaat shalat
rawatib dhuhur, yaitu : bisa dilakukan 4 rakaat sebelum dhuhur dan 2 rakaat setelah dhuhur
atau 2 rakaat sebelum dhuhur dan 2 rakaat setelah dhuhur atau 4 rakaat sebelum dhuhur dan 4
rakaat setelah dhuhur. Itulah kesimpulan berdasakan hadits di atas. Atau bisa juga
disimpulkan seperti tabel berikut ini :

Jumlah Raka’at Sholat Sunnah Rawatib

Adapun Jumlah raka’at dalam melaksanakan sholat sunnah rawatib itu berbeda-beda, artinya
tergantung sholat apa yang kita iringi serta kapan waktu (sebelum/sesudahnya) kita
melaksanakannya. Oleh karena itu, untuk lebih detail lengkapnya kita bisa lihat pada daftar
berikut ini :

Sholat Sunnah Rawatib Muakad

Sholat 5 Waktu Qabliyah Ba’diyah (Sesudah)


(Sebelum)
Dzuhur 2 Raka’at 2 Raka’at
Ashar – –
Maghrib – 2 Raka’at
Isya’ – 2 Raka’at
Subuh 2 Raka’at –

Sholat Sunnah Rawatib Ghoiru Muakad

Sholat 5 Waktu Qabliyah Ba’diyah (Sesudah)


(Sebelum)
Dzuhur 2 Raka’at 2 Raka’at
Ashar 2/ 4 Raka’at –
Maghrib 2 Raka’at –
Isya’ 2 Raka’at –
Subuh – –

SHALAT SUNNAH MUAKAD


1. Pengertian shalat muakad
Shalat sunnah muakad adalah shalat sunnah yang dikuatkan (selalu dikerjakan Rasulullah dan
jarang ditinggalkannya).
 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam shalat sunnah muakad:
1) Tidak didahului adzan dan iqomah
2) Dileksanakan secara munfarid (sendirian) kecuali shalat sunnah idain
3) Dimulai dengan niat sesuai dengan jenis shalatnya
4) Dilaksanakan dengan dua rakaat salam
5) Tempat melaksanakan shalat sunnah sebaiknya berbeda dengan shalat wajib
6) Bacaan sunnah ada yang dibaca sirri (berbisik): shalat dhuha dan shalat sunnah rawatib
dan ada yang dibaca jahr (keras): shalat sunnah idain. (Ibrahim, 2008: 120)

2. Macam-macam shalat sunnah muakad


a) Shalat sunnah rawatib
Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang menyertai shalat fardhu baik dikerjakan
sebelum shalat fardhu ataupun sesudahnya. Yang sering disebut shalat qobliyah (sebelum),
shalat ba’diyah (sesudah). (Amir Abyan, 2008: 108)
 Yang termasuk shalat sunnah rawatib
Menurut kesepakatan semua ulama
1) Dua rakaat sebelum shalat subuh
Dalam sebuah hadits, diriwayatkan oleh Nabi, sebagai berikut:
‫رﻮاﻩالبﺧارﻯ‬. ‫علىِ شيﺊ مﻥ الﻧﻮا فل أشد مﻧه ﺗعاَهداعلىِ رﻜعتىِ الفﺠر‬.‫م‬.‫عنعاَﺌشه لم ﻳﻜن الﻧبﻲ ﺺ‬
Artinya: dari Aisyah r.a.. “tidak ada shalat sunnah yang dipentingkan oleh Nabi SAW selain
dua rakaat sebelum subuh (shalat fajar).” (H.R. Al-Bukhari: 1093)
2) Dua rakaat sebelum shalat dzuhur
3) Dua rakaat sesudah shalat dzuhur
4) Dua rakaat sesudah shalat maghrib
5) Dua rakaat sesudah shalat isya’ (Ibrahim, 2008: 121)

 Keutamaan shalat sunnah rawatib:


a. Keutamaan shalat sunnah sebelum subuh
Dijelaskan oleh hadits sebagai berikut:
Yang artinya: “dari Aisyah r.a. dari Nabi SAW. Beliau telah bersabda, dua rakaat sebelum
fajar itu lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim)
b. Keutamaan shalat sunnah dzuhur baik qabliyah maupun ba’diyah dan shalat sunnah
sesudah shalat maghrib dan sesudah isya’
Dijelaskan dalam hadits, yang artinya sebagai berikut:
“siapa yang shalat sehari semalam dua belas rakaat, maka dibangunlah bagimya sebuah
rumah di surga, yaitu 4 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat sesudah dzuhur, 2 rakaat sesudah
maghrib, 2 rakaat sesudah isya’ dan 2 rakaat sebelum subuh.” (HR. Turmudzi). (Amir
Abyan, 2008: 109)

SHALAT SUNNAH GHAIRU MUAKAD


1. Pengertian shalat sunnah ghairu muakad
Shalat sunnah ghairu muakad adalah shalat sunnah yang tidak dikuatkan (kadang dikerjakan
Rasulullah dan kadang tidak dikerjakannya)
 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam shalat sunnah muakad:
a) Tidak didahului adzan dan iqomah
b) Dileksanakan secara munfarid (sendirian)
c) Dilaksanakan dengan dua rakaat salam
d) Tempat melaksanakan shalat sunnah sebaiknya berbeda dengan shalat wajib
e) Bacaantidak di nyaringkan
f) Memulai shalat di awali dengan niatnya masing-masing.
(Ibrahim, 2008: 128)

2. Macam-macam Shalat Sunnah Ghairu Muakad


a. Shalat sunnah rawatib
Ada beberapa shalat sunnah rawatib yang merupakan sunnah ghairu muakkad, yaitu:
MADZHAB RAKAAT
Hanafi 4 rakaat sebelum dan sesudah dhuhur
Syafi’i
dan 4 rakaat sebelum ashar

b. Shalat Dhuha
Shalat dhuha adalah shalat yang dikerjakan pada waktu dhuha, yakni ketika matahari terbit
setinggi tombak sampai menjelang waktu dhuhur. Hukum mengerjakan shalat dhuha adalah
sunnah. Shalat dhuha memiliki keutamaan yang besar bagi pelakunya sehingga rasulullah
menganjurjkan para sahabat dan seluru kaum muslim untuk melaksanakannya.
 Bilangan rakaat shalat dhuha
Shalat dhuha diikerjakan sekurang-kurangnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya sebelas
rakaat.
 Tata Cara Shalat Dhuha
Tata cara shalat dhuha sama dengan shalat lainnya. Hanya saja pada rakaat pertama
dianjurkan membaca surat Al-fatihah kemudian surat Asy-Syams sedangkan rakaat surat Al-
fatihah lalu surat ad-dhuha. Jika belum hafal boleh menggunakan surat apa saja. (Ibrahim,
2008:130)

1. Keutamaan Sholat Rawatib

Ummu Habibah radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang keutamaan
sholat sunnah rawatib, dia berkata: saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Barangsiapa yang sholat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan
dibangunkan baginya rumah di surga“. Ummu Habibah berkata: saya tidak pernah
meninggalkan sholat sunnah rawatib semenjak mendengar hadits tersebut. ‘Anbasah berkata:
Maka saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari Ummu
Habibah. ‘Amru bin Aus berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar
hadits tersebut dari ‘Ansabah. An-Nu’am bin Salim berkata: Saya tidak pernah
meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Amru bin Aus. (HR. Muslim no.
728).

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang sholat sunnah rawatib
sebelum (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua
rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya“. Dalam riwayat yang lain, “Dua
raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim no. 725)

Adapun sholat sunnah sebelum shubuh ini merupakan yang paling utama di antara sholat
sunnah rawatib dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya
baik ketika mukim (tidak berpegian) maupun dalam keadaan safar.

Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan tentang keutamaan rawatib dzuhur,
dia berkata: saya mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang menjaga (sholat) empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat
sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka“. (HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269,
At-Tarmidzi no. 428, An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160)

2. Jumlah Sholat Sunnah Rawatib

Hadits Ummu Habibah di atas menjelaskan bahwa jumlah sholat rawatib ada 12 rakaat dan
penjelasan hadits 12 rakaat ini diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i, dari ‘Aisyah
radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada sholat sunnah rawatib,
maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur,
dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya,
dan dua rakaat sebelum subuh“. (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794)
TUGAS MAKALAH PAI
TENTANG

SHOLAT RAWATIB : SHALAT SUNNAH MUAKAD


SHALAT SUNNAH GHAIRU MUAKAD

DISUSUN OLEH KELOMPOK 3 :


NATASYA ADELINA
ASTRID INDRA
AZKIA PRIMA YAFQI
RAHMAT GUNTALA R
RENDY PRAMA DONDA
SYAFRI PUTRA MULYA

VIII F

SMP N 2 GUNUNG TALANG


TP 2019/2020