Sunteți pe pagina 1din 4

Hai sobat perlu kita ketahui bahwa profesi sebagai penengkar benih itu penting, kok bisa ya?

Karena
dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman tidak lepas dari peran penangkar benih
yang menyediakan benih yang unggul dan berkualitas untuk mendukung hasil tanaman yang
dibudidayakan.Penangkaran adalah upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan dan pembesaran
tumbuhan dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. Sehingga dapat diartikan penangkar
benih adalah orang yang berupaya mengembangbiakan dan pembesaran tumbuhan dengan
mempertahankan kemurnian jenisnya.

Kegiatan produksi benih sayuran adalah salah satu tugas dari Balitsa. Dalam kegiatan produksi benih
teknik budidaya yang digunakan dengan sama seperti pada budidaya pada umumnya, hanya saja yang
membedakan adalah penggunaan unsur pupuk P yang lebih ditingkatkan. Secara umum langkah dalam
produksi benih adalah :

1. Pengolahan Lahan

Pengolahan tanah merupakan salah satu kegiatan penting dalam budidaya tanaman, terutama dilahan
lahan tegalan ataupun sawah. Banyak manfaat dari kegiatan ini yaitu seperti dapat memperbaiki sifat
fisik tanah dan juga untuk mengendalikan hama, penyakit, ataupun gulma yang hidup ditanah. Kegiatyan
pemupukan dasar juga dilakukan dalam tahap ini.

2. Persemaian Benih

Sebelum disemai biasanya direndam dalam air hangat untuk memacu perkecambahannya. Penggunaan
daun pisang sebagai wadah setelah bibit dipindah tanamkan dipersemaian dengan tujuan agar ketika
bibit memperoleh bahan organik dari daun pisang yang digunakan. Bibit dipindah tanam ke lahan ketika
jumlah daunnya sudah berjumlah 2-4 helai atau ber umur 30 hari.

LIHAT KE HALAMAN ASLI

ahmad fatkul

Mahasiswa Agroteknologi perguruan swasta di Jawa tengah

FOLLOW

Belajar Menjadi Penangkar Benih Cabai


13 Desember 2017 17:59 |Diperbarui: 13 Desember 2017 18:36

Sumber: Sebandung.com

Hai sobat perlu kita ketahui bahwa profesi sebagai penengkar benih itu penting, kok bisa ya? Karena
dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman tidak lepas dari peran penangkar benih
yang menyediakan benih yang unggul dan berkualitas untuk mendukung hasil tanaman yang
dibudidayakan.Penangkaran adalah upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan dan pembesaran
tumbuhan dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. Sehingga dapat diartikan penangkar
benih adalah orang yang berupaya mengembangbiakan dan pembesaran tumbuhan dengan
mempertahankan kemurnian jenisnya.

Dalam produksi benih banyak hal yang harus dipertimbangkan terkait kemurnan benih yang nantinya
akan dihasilkan. Salah satu kegiatan penting dalam produksi benih adalah kegiatan isolasi, isolasi sendiri
dibagi menjadi isolasi tempat, waktu, dan jarak. Isolasi tempat dalam produksi benih kondisi lingkungan
sekitarnya tidak boleh ditemukan tanaman yang satu famili dengan komoditas yang dibudidayakan
ataupun tanaman satu famili yang memiliki umur relative sama dengan tanaman C. annuum yang
digunakan dalam produksi benih. Kenapa tidak boleh? Karena ditakutkan terjadinya penyerbukan silang
oleh tanaman yang masih satu famili dengan tanaman yang sedang dibudidayakan. Sehingga benih yang
dihasilkan menjadi tidak murni. Pada tahun 2017 ini produksi benih unggul terus digiatkan hal ini
berkaitan dengan pada tahun 2018 ditetapkan sebagai tahun perbenihan oleh Menteri Pertanian. Dalam
pengembangan benih terutama benih sayuran merupakan tugas dari lembaga penelitian pemerintah ini
yaitu Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Balitsa sendiri berlokasi di desa Cikole, Kecamatan Lembang,
Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Balitsa pada mulanya didirikannya sebagai sebuah “Kebun Percobaan” oleh Pemerintahan Belanda pada
tahun 1939 dimana lembaga tersebut bernama Prust Trein. Selama beberapa tahun mengalami
perubahan nama dan terakhir pada tahun 2002 mendapat perubahan mandat sesuai Keputusan Menteri
Pertanian No.74 Kep/OT.240/I/2002, tentang organisasi dan Tata Kerja Balitsa yang terdiri dari Sub
bagian Tata Usaha, Seleksi Pelayanan Teknis, Seksi Jasa Penelitian. Balitsa fokus bergerak di bidang
penelitian dan pengembangan tanaman sayuran memiliki tugas dan fungsi. Tugas pokok balitsa adalah
melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan tanaman sayurn. Adapun fungsinya adalah:

Pelaksanaan penyusunan program, rencana kerja, anggaran, evaluasi dan laporan penelitian tanaman
sayuran;
Pelaksanaan penelitian genetika, pemuliaan, perbenihan dan pemanfaatan plasma nutfah tanaman
sayuran;

Pelaksanaan penelitian morfologi, fisiologi, ekologi, entomologi dan fitopatologi tanaman sayuran;

Pelaksanaan penelitian komponen teknologi sistem dan usaha agribisnin tanaman sayuran;

Pelaksanaan penelitian penanganan hasil tanaman sayuran;

Pemberian pelayanan teknis penelitian tanaman sayuran;

Penyiapan kerjasama informasi dan dokumentasi, serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil
penelitian tanaman sayuran;

Pelaksanaan urusan kepegawaaian, keuangan, rumah tangga dan perlengkapan.

Kegiatan produksi benih sayuran adalah salah satu tugas dari Balitsa. Dalam kegiatan produksi benih
teknik budidaya yang digunakan dengan sama seperti pada budidaya pada umumnya, hanya saja yang
membedakan adalah penggunaan unsur pupuk P yang lebih ditingkatkan. Secara umum langkah dalam
produksi benih adalah :

1. Pengolahan Lahan

Pengolahan tanah merupakan salah satu kegiatan penting dalam budidaya tanaman, terutama dilahan
lahan tegalan ataupun sawah. Banyak manfaat dari kegiatan ini yaitu seperti dapat memperbaiki sifat
fisik tanah dan juga untuk mengendalikan hama, penyakit, ataupun gulma yang hidup ditanah. Kegiatyan
pemupukan dasar juga dilakukan dalam tahap ini.

2. Persemaian Benih

Dokumentasi Pribadi

Dokumentasi Pribadi

Sebelum disemai biasanya direndam dalam air hangat untuk memacu perkecambahannya. Penggunaan
daun pisang sebagai wadah setelah bibit dipindah tanamkan dipersemaian dengan tujuan agar ketika
bibit memperoleh bahan organik dari daun pisang yang digunakan. Bibit dipindah tanam ke lahan ketika
jumlah daunnya sudah berjumlah 2-4 helai atau ber umur 30 hari.

3. Pemasangan Mulsa

Penggunaan MPHP (Mulsa Plastik Hitam Perak) selain untuk menekan pertumbuhan gulma berguna juga
dalam menjaga kelembapan tanah, selain itu fungsii lain daripenggunaan MPHP adalah untuk menekan
serangan hama pada tanaman cabai. Kegunaan lain dari mulsa adalah dapat mengurangi penguapan air
ketika tanah terpapar oleh sinar matahari sehingga lebih efisien dalam penyiraman. Penyiraman sendiri
disesuaikan dengan keadaan cuaca ketika kegiatan budidaya.

4. Penanaman

Dalam penanaman biasanya digunakan jarak ideal dalam budidaya tanaman cabai yaitu 50cm x 60cm
atau 60 cm x 70 cm.

5. Pemeliharaan sendiri

Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan terdiri dai kegiatan pemberian pestisida, pemupukan susulan,
pemasangan perangkap kuning, penyinaran dan juga seleksi pada tanaman yang sakit.

6. Panen

Buah cabai yang dipanen adalah yang sudah berwarna kemerahan dengan tingkat kematangan 90% atau
sudah masak fisiologis.