Sunteți pe pagina 1din 7

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA BALITA

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Komunitas 1

Dosen Pengampu : Ns. Nourmayansa Vidya Anggraini, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom

Disusun Oleh :

Asa Alamanda 1710711062

Clara Septi Amanda 1710711066

Tsilmi Adhari 1710711069

Clara Widya Mulya 1710711070

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

JAKARTA

2019

1
A. PENERAPAN KASUS
Perawat melakukan kunjungan RW 09 Kelurahan X, Jakarta Timur adalah sebuah pemukiman
padat penduduk di daerah pinggiran kota. Banyak warga yang tinggal di rumah-rumah semi
permanen. Satu rumah petak 2x3m biasanya dihuni oleh satu keluarga. Sebagian besar
masyarakat di Kelurahan X merupakan masyarakat pendatang dari berbagai daerah di
Indonesia. Mayoritas warga bekerja sebagai pemulung, pedagang asongan, dan pedagang kaki
lima. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, banyak anak-anak usia sekolah yang terpaksa
harus ikut bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Karena tingkat perekonomian yang
rendah, banyak anak-anak yang sehari-hari hanya mengonsumsi mie instan dan ibu sering
memberikan balitanya makanan ringan yang dijual diwarung terdekat,serta kebanyakan orang
tua mengatakan tidak mengetahui konsep gizi seimbang.Ketika perawat melakukan kunjungan,
perawat menemukan sejumlah anak-anak yang berperut buncit, bermata cekung, serta berambut
kasar dan merah, pertumbuhan melambat, wajah tampak lebih muda dari anak seusianya,
pertumbuhan gigi terlambat. Pada saat kegiatan posyandu, perawat mengkaji balita yang datang
dan ditemukan bahwa 40% balita memiliki BB kurang, 35% balita anemis, 50% balita
mengalami gangguan selera makan, dan 11,67% balita menderita stunting. Untuk beraktivitas
warga menggunakan sepeda motor untuk alat transportasi. Biasanya ibu- ibu sering mengajak
balitanya naik mobil aneka warna yang diputarkan lagu- lagu anak untuk berkeliling di sekitar
kampung dengan biaya Rp.1000 untuk 1x putaran, serta setiap minggu pagi, ibu yang memilki
balita, sering membawa balitanya melihat pertunjukan topeng monyet. Saat ditanya tentang
persepsi mereka, kebanyakan ibu mengatakan bahwa anak mereka mengalami keadaan seperti
itu karena faktor keturunan dan mereka juga sudah memberikan makanan yang baik kepada
anak mereka.

1. PENGKAJIAN
Di RW 09 Kelurahan X, Jakarta Timur
i. DATA INTI
Di RW 09 Kelurahan X, Jakarta Timur terdapat 60 balita
a. Umur : 0-12 bulan = 21
: 13- 36 bulan = 15

: 37- 60 bulan = 24

b. Pekerjaan :orang tua sebagai pemulung, pedagang asongan, dan


pedagangkaki lima
c. Agama : mayoritas islam

2
ii. Data statistik: Berdasarkan informasi dari kader setempat
a. Balita yang BB kurang 40%
b. Balita yang anemis 35%
c. Balita yang mengalami gangguan selera makan 50%
d. Balita stunting 11,67%
iii. Karakteristik penduduk
a. Fisik : banyak orang tua yang mengeluhkan anaknya malas untuk makan
dan bertubuh kurus
b. Psikologis : ornag tua mengatakan sedih karena tidak bisa mencukupi gizi
anaknya karena penghasilan mereka yang tidak cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari keluarga, orang tua sedih karena terpaksa membawa
anaknya bekerja padahal harusnya mereka bermain dengan teman sebaya.
c. Sosial : sikap masyarakat terhadap adanya kasus penyakit masih acuh dan
tidak memberikan tanggapan berupa bantuan untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan, namun orang tua membawa anak ke posyandu rutin
untuk ditimbang.
d. Perilaku : kebiasaan memberikan mie instan pada anak untuk makanan
sehari-hari karena ketidakcukupan ekonomi.
2. DATA SUBSISTEM
1. Lingkungan Fisik
Perumahan dan lingkungan: antar rumah berdekatan, tipe rumah semi permanen,
Satu rumah petak 2x3m biasanya dihuni oleh satu keluarga. Sebagian besar
masyarakat di Kelurahan X merupakan masyarakat pendatang dari berbagai
daerah di Indonesia.

2. Pelayanan Kesehatan Dan Sosial


Jarak antara daerah tersebut dengan puskesmas tidak terlalu jauh yaitu hanya 1
km, desa tersebut memiliki 1 posyandu dalam 1 RW dan aktif melaksanakan
pemeriksaan kesehatan setiap 1 bulan sekali
3. Ekonomi
Berdasarkan hasil wawancara, penghasilan rata- rata kepala keluarga perbulan Rp.
500.000- 1.000.000.
4. Keamanan Dan Transportasi
Bila terjadi kebakaran, mobil pemadam kebakaran kesulitan untuk
masuk di pemukiman warga karena jarak antar rumah berdekatan dan gangnya

3
sangat sempit. Mayoritas warga menggunakan alat transportasi sepeda motor
untuk pergi beraktivitas.
5. Pemerintahan
Di RW 09 Kelurahan X, Jakarta Timur terdapat sebuah posyandu.Kader
yang dimiliki posyandu tersebut adalah 5 orang,dan sudah diberikan pelatihan
oleh dinas kesehatan setempat. Posyandu tersebut rutin melakukan pemeriksaan
kesehatan kepada balita disetiap bulannya.
6. Komunikasi
Komunikasi ibu yang dilakukan pada balitanya dengan komuniaksi
verbal maupun non verbal. Informasi dari RT/RW setempat dialkukan dengan
menggunakan pengeras suara melalui siaran di masjid.
7. Pendidikan
Tingkat pendidikan orang tua balita 60% lulusan SD,30% tidak
bersekolah, dan 10% tamatan SMP.
8. Rekreasi
Dari hasil wawancara, ibu sering mengajak balitanya naik mobil aneka
warna yang diputarkan lagu- lagu anak untuk berkeliling di sekitar kampung
dengan biaya Rp.1000 untuk 1x putaran, serta ibu sering membawa anaknya untuk
menonton pertunjukan topeng monyet setiap hari minggu .
9. Persepsi
Kebanyakan ibu mengatakan bahwa anak mereka mengalami keadaan
seperti itu karena faktor keturunan dan mereka juga sudah memberikan makanan
yang baik kepada anak mereka.

3. ANALISA DATA
No. Data Etiologi Masalah

1. - Data dari kader terdapat Kurang Gangguan


40% balita dari 60 balita pengetahuan ibu pemenuhan
yang berat badannya tentang gizi kebutuhan nutrisi
kurang (24 balita) seimbang kurang dari
kebutuhan tubuh pada
balita di RW 09

4
- Data dari kader terdapat Kelurahan X, Jakarta
35% balita dari 60 balita Timur
yang anemis (21 balita)

- Data dari kader terdapat


50% balita dari 60 balita
yang mengalami gangguan
selera makan (30 balita)

- Data dari kader terdapat


11,67% balita yang
mengalami stunting (7
balita)

4. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada
balita di RW 09 Kelurahan X, Jakarta Timur berhubungan dengan Kurang
pengetahuan ibu tentang gizi seimbang ditandai dengan :
Diagnosa Pentingnya Perubahan (+) Penyelesaian Total score
keperawatan penyelesaian untuk untuk
komunitas masalah penyelesaian di peningkatan
1. Rendah komunitas kualitas hidup
2. Sedang 0. Tidak ada 0. Tidak ada
3. Tinggi 1. Rendah 1. Rendah
2. Sedang 2. Sedang
3. Tinggi 3. Tinggi
Gangguan 3 2 2 7
pemenuhan
kebutuhan
nutrisi kurang
dari kebutuhan
tubuh pada
balita di RW 09

5
Kelurahan X,
Jakarta Timur
berhubungan
dengan Kurang
pengetahuan ibu
tentang gizi
seimbang
ditandai dengan

4. INTERVENSI
Dignosa
NOC NIC
Data Keperawatan
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
- Data dari kader Dom Gangguan Prevensi Primer Prevensi Primer
ain 2 pemenuhan 1805 Pengetahuan : 5510 Pendidikan
terdapat 40%
Kela kebutuhan Perilaku sehat kesehatan
balita dari 60 s1 nutrisi 1832 Pengetahuan : 5520 Fasilitasi
0000 kurang dari Promosi kesehatan Pembelajaran
balita yang berat
2 kebutuhan 1854 Pengetahuan : diet 5604 Pengajaran
badannya kurang tubuh pada sehat kelompok
balita di RW 1855 Pengetahuan : gaya 5628 Pengajaran
(24 balita)
09 hidup sehat prosedur/tindakan
- Data dari kader Kelurahan X, 1603 Pencarian perilaku 8750 Pemasaran sosial di
Jakarta kesehatan masyarakat
terdapat 35%
Timur 1004 Status Nutrisi : Manajemen nutrisi
balita dari 60 berhubungan Asupan Nutrisi
dengan Prevensi Sekunder Prevensi Sekunder
balita yang anemis
Kurang 0906 Health Beliefs 6610 Identifikasi risiko
(21 balita) pengetahuan 1014 Nafsu Makan 5244 Konseling Laktasi
ibu tentang 2109 Tingkat 5246 Konseling Nutrisi
- Data dari kader
gizi Ketidaknyamanan 4410 Penetapan tujuan
terdapat 50% seimbang 1008 Status Nutrisi : bersama
ditandai Asupan Makanan & 4360 Modifikasi perilaku
balita dari 60
dengan Cairan 6480 Manajemen
balita yang 1006 Berat Badan : lingkungan
Massa Tubuh 6520 Skrining kesehatan
mengalami
1606 Partisipasi dalam 7400 Panduan sistem
gangguan selera mengambil kesehatan
keputusan dalam
makan (30 balita)
perawatan
- Data dari kader Prevensi Tersier Prevensi Tersier
2605 Partisipasi tim 5000 Membangun
terdapat 11,67%
kesehatan dalam hubungan yang
balita yang keluarga kompleks
1504 Dukungan sosial 5020 Mediasi konflik

6
mengalami Perilaku Patuh : 5440 Peningkatan sistem
Diet yang sehat dukungan
stunting (7 balita)
7140 Dukunga keluarga