Sunteți pe pagina 1din 16

Shares

1. Transmission input shaft


2. Transmission control valve
3. Transmission output shaft
4. Strainer
5. Drain valve
6. Lubricating oil amount selector valve
A : Speed sensor (for input shaft speed)

B : Speed sensor (for intermediate shaft speed)


C : Speed sensor (for output shaft speed)

D : From sub-tank

E : Torque converter intermediate oil pressure sensor

F : To pump (suction)

G : From torque converter (lubrication circuit)

H : From torque converter (main circuit)

J : From torque converter (drain circuit)

K : To lockup clutch

L : Lubricating oil temperature sensor

M : From oil cooler

N : Lubricating oil pressure pickup port

P : To breather

Q : To torque converter (power-loss reduction valve pilot circuit)

R : Lubrication relief valve

Transmission
1. Transmission input shaft
2. H sun gear (Number of teeth: 34)
3. H hub
4. H clutch
5. H planetary pinion (Number of teeth: 32)
6. H carrier
7. L ring gear (hub)
8. L clutch
9. H ring gear (Number of teeth: 98)
10. L clutch housing
11. 4th clutch housing
12. 4th clutch drum
13. 4th clutch
14. 4th hub
15. 3rd planetary pinion (Number of teeth: 20)
16. 3rd clutch
17. 3rd ring gear (Number of teeth: 86)
18. 3rd sun gear (Number of teeth: 46)
19. R clutch
20. R planetary pinion (Number of teeth: 20)
21. R sun gear (Number of teeth: 58)
22. R ring gear (Number of teeth: 98)
23. 2nd clutch
24. 2nd ring gear (Number of teeth: 98, 97)
25. 2nd planetary pinion (Number of teeth: 28)
26. 2nd sun gear (Number of teeth: 42)
27. 2nd, 1st carrier
28. 1st clutch
29. 1st ring gear (Number of teeth: 85)
30. Transmission output shaft
31. 1st planetary pinion (Number of teeth: 31)
32. 1st clutch piston
33. 2nd clutch piston
34. Intermediate shaft (1st sun gear’s number of teeth: 23)
35. R clutch piston
36. 3rd carrier
37. 4th clutch piston
38. L clutch piston
39. H clutch piston
40. 3rd clutch piston
41. R carrier
Cara kerja:
 Transmission terdiri dari mechanism planetary system dan disc clutch untuk mendapatkan “7
forward gear speeds and 2 reverse gear speeds”.
 Diantara 7 sets planetary gear system and disc clutch dalam transmission, 2 clutch akan di-
engaged-kan dengan pressure hydraulic yang diatur oleh ECMV untuk memilih 1 arah putaran
dan gear speednya.
 Transmission meneruskan power yang diterima dari transmission input shaft menuju output shaft
setelah pemilihan single speed pada range 1st –7th speed untuk travel Forward (maju) dari 1st -
2ndspeed untuk travel Reverse (mundur). Pada kondisi ini, perubahan gear speed dilakukan
dengan penggabungan clutch Hand L, 4speed clutch and R clutch
Number of plates and discs used

Combinations of clutches at respective gear speeds and reduction ratio


Disc clutch
Structure
 Disc clutch digunakan untuk menahan ring gear (1). Disc. Clutch terdiri dari piston (2), plate (3),
disc (4), pin (5), return spring (6) and washer (8).
 Inner teeth disc (4 ) digunakan sebagai bidang kontak dengan outer teeth ring gear (1).
 Plate (3)di pasang pada clutch housing (7) dengan pin (5)
Operation
When clutch is “engaged” (fixed)

Oli dari ECMV dialirkan dengan pressure menuju


sisi belakang piston (2) melalui jalur oli di dalam housing (7) untuk mendorong piston (2) kekanan.
Piston (2) menekanplate (3) agar rapat dengan disc (4) untuk menghentikan putaran disc (4) dengan
menggunakan gaya gesek (friction force) yang terjadi diantara keduanya. Dan karena inner teeth disc
(4), berhubungan dengan outer teeth ring gear (1), maka putaran ring gear (1) akan ditahan dan
dihentikan

When clutch is “disengaged” (released)


Saat pressure oli dari ECMV dihentikan, piston
(2) akan terdorong ke kiri oleh kekuatan return spring (6). Friction force Antara plate (3) dan disc (4)
akan hilang, dan ring gear (1) menjadi bebas. Washer spring (8) dipasang di Antara plate (3)
melingkar pada pin block (5). Return spring akan mempercepat gerak balik piston (2), saat clutch
disengaged dengan memperhalus proses pemisahan plate (3) dan disc (4). Dengan demikian, juga
akan mencegaht erjadinya penahananputaran.(dragging)
Power transmitting route
Forward 1st speed – F1
 Saat transmission diposisikan speed Forward 1st (F1), clutch L dan clutch 1st akan diengaged-kan.
Power yang disalurkan dari torque converter ke inputshaft (1) kemudian akan disalurkan menuju
output shaft (24).
 Clutch L diengagedkan dengan pressure oli yang bekerja pada piston clutch L, sehingga akan
menghubungkan ring gear L (2) dengan ring gear H (5) menjadi satu kesatuan. Clutch
1stdiengagedkan dengan pressure oli. Yang bekerja pada piston clutch 1st untuk menahan ring gear
1st (3).
 Power dari torque conver terdi salurkan. Ke input shaft (1), kemudian diteruskan menuju carrier
H (4)
 Putaran clutch housing L (7) diteruskan melalui intermediate shaft (8) ke clutch housing 4th (21),
dan kemudian menuju clutch drum 4th (19). Clutch drum 4th (19) dihubungkan dengan ring gear
4th(20) dengan engagednya clutch 4. Selanjutnya power disalurkan melalui ring gear 4th (20)
menuju integrated carrier 3rd (18) dan ke ring gear 2nd (13).
 Disampingitu, sun gear 2nd (11) diputar oleh power dari intermediate, shaft (8), sehingga putaran
sun gear 2nd (11) dan ring gear 2nd (13) bersama-sama akan menyalurkan power ke planetary
pinion 2nd (2).
 Carrier 1st & 2nd (10) diputar oleh power dari planetary pinion 2nd (12) dan selanjutnya disalurkan
menuju output shaft (24)
Reverse 1st speed – R1 / RL

 Saat transmission diposisikan speed Reverse 1st (R1), clutch L and clutch R akan engaged. Power
yang disalurkan dari torque converter ke input shaft (1) kemudian akan disalurkan menuju output
shaft (24).
 Clutch L diengagedkan dengan pressure oli yang bekerja pada piston clutch L, untuk
menghubungkan ring gear L (2) dengan ring gear H (5) menjadi satu kesatuan.
 Clutch R diengagedkan dengan pressure oli yang bekerja pada piston clutch R untuk menahan
ring gear R (25).
 Power dari torque converter disalurkan ke input shaft (1), kemudian diteruskan menuju carrier H
(4).
 Carrier H (4) menjadi satu dengan ring gear L (2) dan ring gear L (2) dihubungkan dengan ring
gear H (5) dengan engagednya clutch L. Putaran carrier H (4) akan diteruskan melalui ring gear
L (2) menuju ring gear H (5) dan memutarkan clutch housing L (7).
 Putaran clutch housing L (7) diteruskan melalui intermediate shaft (8) ke planetary pinion 1st (9).
Ring gear 1st (3) diputar oleh putaran carriers 1st & 2nd (10) dan putaran planetary pinion (9) 1st.
 Putaran ring gear 1st (3) diteruskan melalui integrated sun gear R (22) menuju planetary pinion R
(23). Karena ring gear R (25) ditahan oleh clutch R, power yang disalurkan menuju planetary
pinion R (23) akan memutar carrier R (26) dan menghasilkan power yang diteruskan menuju
output shaft (24).
Transmission control valve

1. H clutch ECMV
2. L clutch CMV
3. Lockup clutch ECMV
4. 4th clutch ECMV
5. R clutch ECMV
6. 3rd clutch ECMV
7. 2nd clutch ECMV
8. 1st clutch ECMV
9. Last chance filter
10. Valve seat
A : H clutch oil pressure pickup port
B : L clutch oil pressure pickup port
C : Lockup clutch oil pressure pickup port
D : 4th clutch oil pressure pickup port
E : R clutch oil pressure pickup port
F : 3rd clutch oil pressure pickup port
G : 2nd clutch oil pressure pickup port
H : 1st clutch oil pressure pickup port
J : To breather
K : To main pressure selector valve and main flow rate selector valve
L : To Lubricating oil amount selector valve

Operation table of ECMV

L/U: Mengidentifikasikan ECMV clutch Lo