Sunteți pe pagina 1din 6

JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 4 April 2013 ISSN.

2089-7669

EFEKTIFITAS PERAWATAN METODE KANGURU INTERMITTEN


DALAM PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH
DI RSUD TUGUREJO SEMARANG TAHUN 2013

Heraswati¹, Sri Rahayu², Nur Khafidhoh3


yayoekSR_74@yahoo

ABSTRACT
Incidence of low birth weight babies (LBW) Regional General Hospital
Tugurejo Semarang (Hospital) in 2012 as many as 212 LBW infants, babies with
low birth weight is where there are treated with care incubator. Incubator care is
very expensive and separating the baby from his mother. Intermittent kangaroo
care method is one way of taking care of babies with low birth weight infants who
underwent treatment for kangaroo method intermittent breathing frequency, body
temperature, and oxygen saturation better, it can make the baby comfortable and
quiet so that calories can be obtained to improve LBW weight, compared with
infants who did not do kangaroo care method intermittent.
This study to know the difference changes the baby's weight low birth
weight (LBW) conducted kangaroo care method performed intermittently with
incubator care.
This research is quantitative research design used was a pre-experimental
(pre Experiment) research that classifies members of the sample in the experi-
mental group (treatment) and the control group. Population of this study is all
LBW infants were born and cared for in hospitals Tugurejo is 20 infant, samples
were taken of LBW infants who met the inclusion criteria is 14 infant. Using acci-
dental sampling technique. Data collection by measuring the weight loss was lbw after.
The results mean weight gain of LBW performed intermittent kangaroo
care method that is 2.7 grams, the average weight gain of LBW who do care incu-
bator at 3.1 grams. So that there was no difference in weight change LBW infants
who do kangaroo care method with intermittent incubator care (asymp-sign
(2tailed) is 0.444. Thus p value> 0,05).
Intermittent kangaroo care method once daily for three days yet provide
maximum results in increased body weight LBW. It is recommended that the
implementation of kangaroo care method more often intermittent done every day
in order to deliver maximum results yag.

Keywords: kangaroo care method intermittent, weight LBW.


1 2) 3)
), , = Civitas Akademika Jurusan Kebidanan Semarang
menurunkan Angka Kematian Bayi
(AKB) kelahiran hidup menjadi 23
Target Millenium Development per 1000 kelahiran hidup. Angka
Goals( MDGs ) 2015 adalah kematian neonatal di kota Semarang
pada tahun 2011 yaitu 12,5 per 1000
10
JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 4 April 2013 ISSN.2089-7669

kelahiran hidup. Di Rumah Sakit BBLR antara lain reflek menelan dan
Umum Daerah Tugurejo Semarang menghisap bayi yang lemah, daya
( RSUD ) kejadian BBLR pada tahun untuk mencerna, mengabsorbsi lemak,
2012 sebanyak 212 bayi BBLR, laktosa, vitamin yang larut dalam
dimana bayi BBLR tersebut ada yang lemak dan beberapa mineral tertentu
dirawat diruang perinato- logi maupun berkurang (Maryuni, 2013). Tercu-
di PICU/NICU dengan diagnosa kupinya kebutuhan nutrisi dapat dili-
BBLR ataupun BBLR dengan hat dari bertambahnya berat badan
komplikasi tertentu (seperti asfiksia berat, BBLR (Prawitasari dan Cahyo,
kelainan konginetal dan lain-lain ). 2010).
Perawatan bayi BBLR biasanya Bayi preterm menuntut waktu yang
dengannguru intermitten ini sudah mu lebih lama dan kesabaran dalam
lai diajakan pada ibu yang mempunyai pemberian makan dibandingkan bayi
bayi BBLR, yang akan pulang saja cukup bulan. Mekanisme oralfaring
/sebagai bimbingan kepada orang tua dapat terganggu oleh usaha memberi
bayi untuk merawat bayi BBLR dirumah. makan yang terlalu cepat. Penting
Pemantauan pertumbuhan untuk tidak membuat bayi kelelahan
bayi berjalan dengan baik dengan atau melebihi kapasitas mereka dalam
dilakukan pengukuran berat badan bayi menerima makanan. Toleransi yang
BBLR berhubungan dengan kemampuan bayi
tiap hari. .Peneliti tertarik untuk menyusu harus didasarkan pada evaluasi
mengetahui adakah perbedaan status respirasi, denyut jantung, saturasi
keefektifan perawatan metode oksigen, dan variasi dari kondisi normal
kanguru intermitten dengan perawatan dapat menunjukkan stres dan
inkubator dalam meningkatkan berat keletihan.
badan bayi BBLR di RSUD Perawatan Metode Kanguru
Tugurejo Semarang serta mengetahui (PMK) adalah perawatan untuk bayi
gambaran perubahan berat badan berat lahir rendah dengan melakukan
BBLR yang dilakukan perawatan kontak langsung antara kulit bayi dan
metode kanguru intermitten dengan kulit ibu (skin to skin) (DepKes, 2008).
perawatan inkubator dan perbedaan Kriteria untuk dilakukan perawatan
perubahan berat badannya. metode kanguru adalah bayi BBLR
Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah dengan berat lahir < 1800 gram, tidak
kelompok bayi yang lahir dengan berat ada kegawatan pernafasan dan sirkulasi,
kurang dari 2500 gram tanpa tidak ada kelainan kongenital yang
memandang usia kehamilannya, baik berat, dan mampu bernafas sendiri.
prematur maupun cukup bulan Inkubator merupakan cara
(DepKes,2008). Pada BBLR mempu- memberikan perawatan pada bayi
nyai kesulitan untuk beradaptasi dgn dengan di letakkan di dalam alat yang
kehidupan ekstra uterine akibat berfungsi membantu tercip-tanya suatu
ketidakmatangan sistem organ lingkungan yang cukup dengan suhu
tubuhnya seperti paru-paru, jantung, yang normal ( Surasmi,A. Dkk, 2003 ).
ginjal, hati, dan sistem pencernaan-nya Cara perawatan ada 2 yaitu : Inkubator
Beberapa masalah gangguan alat harus selalu tertutup dan hanya dibuka
pencernaan dan masalah nutrisi p ada dalam keadaan tertentu seperti ap-neu,

11
JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 4 April 2013 ISSN.2089-7669

dan apabila membuka inkubator kanguru intermitten


usahakan suhu bayi tetap hangat dan
oksigen selalu disediakan dan BB
BB
Kenaikan
Pemberian inkubator dilakukan dalam No setelah
Lahir BB
keadaan terbuka saat pemberian bayi PMK
(gram) (gram)
(gram)
perawatan pada bayi. 1 2386 2389 3
2 2017 2019 2
METODE PENELITIAN
3 2403 2405 2
Penelitian ini merupakan
4 2211 2214 3
penelitian kuantitatif dengan metode pe-
5 2215 2219 4
nelitian eksperimen, rancangan yang
6 2217 2218 1
digunakan adalah pra eksperimen yaitu
7 2314 2218 4
penelitian yang mengelompokan
anggota sampel pada kelompok Rata-rata 2,7
eksperimen (perlakuan) dan kelompok
kontrol. Penelitian ini dilakukan di RSUD
Tugu- rejo Semarang pada bulan Juni – Menurut Depkes (2010) bayi yg
Juli 2013, Teknik sampling yang dilakukan perawatan metode kanguru
digunakan adalah accidenta lsampling intermitten memiliki kontak
,sehingga didapatkan responden 14 (7
kulit langsung dengan ibu dimana
kontak langsung ini (skin to skin) dapat
responden pada kelompok intervensi
memerikan efek yang menenangkan bagi
dan 7 res- ponden pada kelompok
bayi sehingga bayi akan mem-punyai waktu
kontro)l. tidur lebih lama, bayi dapat
Analisa univariat dengan mempertahankan suhu tubuhnya sehingga
mendeskripsikan rata-rata (mean) dari energi yang dimiliki tidak digunakan
kenaikan berat badan bayi yang untuk menghasilkan panas /untuk
dilakukan perawatan metode kanguru mempertahankan kehangatan tu- buh.
intermitten dan yang dilakukan Sehingga berat badan meningkat lebih
perawatan inkubator. Uji nomalitas data cepat. (Depkes RI, 2008,WHO, 2003).
dengan Shapiro wilk dan pengolahan Pengukuran dilakukan dua kali
data menggunakan uji beda yaitu seminggu (kecuali kalau diperlukan
independent t test. lebih sering) sampai berat badan
meningkat pada tiga kali penilaian
HASIL DAN PEMBAHASAN berturut – turut dan kemudian dinilai
Pada tabel 4.1 dapat digambar- seminggu sekali selama masih dira-wat
kan bahwa rata-rata kenaikan berat di rumah sakit. Kenaikan berat badan
badan BBLR sebelum dilakukan minimum 10 - 15 gr/kg BB / hari
perawatan metode kanguru intermitten selama tiga hari. Sedangkan dalam
dan sesudah dilakukan perawatan penelitian ini Perawatan Me tode
metode kanguru inter-mitten yaitu 2,7 Kanguru intermitten dilakukan selama 3
gram. hari dengan tiap harinya dilakukan
selama 60 menit, me nunjukan rata-rata
Tabel 4.1 Kenaikan berat kenaikan 2,7 gram.
badan bayi yang dilakukan
perawatan metode Tabel 4.2
12
JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 4 April 2013 ISSN.2089-7669

Kenaikan berat badan BBLR yang -.792 12 .444 -.429 14 2.71 3.14
dilakukan perawatan inkubator.

No BB Lahir BB setelah Kenaikan


bayi (gram) Inkubator BB (gram) Tabel 4.3 data perhitungan dengan uji
(gram)
01 2312 2315 3 independent t test rata-rata kenaikan berat
02 2416 2420 4
badan bayi yang dilakukan perawatan
metode kanguru intermitten sebesar 2,7
03 2312 2316 4
dan rata-rata kenaikan berat badan bayi
04 2211 2214 3 yang dilakukan perawatan inkubator
05 2417 2411 4 sebesar 3,1, selain itu hasil uji
06 2012 2016 2 independent t test juga menunjukkan
07 1813 1815 2 bahwa thitung = -7,92. Lalu thitung
Rata-rata 3,1 dibandingkan dengan ttabel, ditentukan
ttabel = 2,179 maka thitung < ttabel (-
7,92<2,179) dan melihat dari taraf
Pada tabel 4.2 dapat digam- signifikansi hitung yang bernilai 0.444
barkan bahwa rata-rata kenaikan berat karena taraf signifikansi > 0,05
badan bayi BBLR sebelum dilakukan (asymp-sign < 0,05), maka Ho diterima
perawatan inkubator dan sesudah dilakukan dan Ha ditolak, yang artinya tidak ada
perawatan inkubator yaitu 3,1 gr. perbedaan perubahan yang signifikan
Menurut teori inkubator bayi berat badan BBLR yang dilakukan
merupakan sebuah wadah atau tempat perawatan metode kanguru intermitten
khusus untuk bayi premature (bayi dan yang dilakukan perawatan
yang lahir tidak pada waktunya atau inkubator di RSUD Tugurejo
kurang dari 9 bulan) yang dapat Semarang Tahun 2013.
bekerja secara otomatis untuk Hasil dari penelitian sama dengan
mempertahankan suhu ruang dan hasil riset dari Rosalina dan Rachman
kelembaban yang ada didalam (2011) yang belum dapat membuktikan
inkubator (Dirjen BKM, 2010). perbedaan pada pertumbuhan neonatus
Inkubator merupakan cara kurang bulan (NKB) dengan PMK yang
memberikan perawatan pada bayi mendapat edukasi terus menerus
dengan di letakkan di dalam alat yang dibandingkan yang tidak, namun dalam
berfungsi membantu tercip-tanya suatu penelitiannya ini didapatkan NKB yang
lingkung an yang cukup dengan suhu mendapat PMK mempunyai kenaikan
yang normal (Suras-mi,A. Dkk, 2003). berat badan, panjang badan, dan lingkar
kepala yang optimal, gagal menunjukan
Tabel 4.3 PMK dapat mem-romosikan ASI secara
Perbedaan perubahan berat badan bayi BBLR eksklusif. Kon-disi ini dimungkinkan
yang dilakukan pera-watan metode kanguru
intermitten dengan yang dilakukan perawatan karena terdapat variabel penganggu
inkubator yang mungkin peneliti tidak mampu
mengkontrol. Salah satunya yaitu
perawatan metode kanguru intermitten
Mean dila-kukan hanya sekali (60 menit) saja
Sig. (2- Diffe tailed)Selisih_BB_ Selisih_BB_in
T Df rence N pmk kub
setiap harinya selama tiga hari.

13
JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 4 April 2013 ISSN.2089-7669

Fakta dilapangan untuk bayi yang Perawatan Metode Kanguru intermitten.


dilakukan perawatan inkubator , bayi Perlu adanya pengaplikasian hasil
berada terus dalam inkubator yang penelitian dilahan pekerjaan sehingga
kehangatannya stabil , sedangkan untuk menjadi lebih bermanfaat bagi ibu bayi
bayi yang dilakukan perawatan metode BBLR dan meningkatkan pertumbuhan
kanguru inter-mitten setiap hari hanya bayi. Hasil penelitian ini dapat dija-
dilakukan sekali selama 60 menit dan dikan sebagai bahan masukan untuk
saat dilakukan perawatan metode penelitian selanjutnya, hendaknya
kanguru suhu bayi tidak dikontrol, memperhatikan faktor suhu, dan peme-
setelah itu bayi diletakkan dalam box nuhan kebutuhan nutrisi. Serta
pema-nas.Kemudian bayi dilakukan dikembangkan untuk perawatan metode
pera-watan metode kanguru kanguru continue.
intermitten(60 menit) bayi tidak mau
minum walaupun sudah diberikan rang- DAFTAR PUSTAKA
sangan taktil pada telapak kakinya, bayi
tetap diam saja sangat nyaman dan Alimul, A.A. 2011. Metode Penelitian
tenang dalam dekapan ibunya. Kebidanan dan Teknik Analisa
Data. Jakarta: Salemba Medika.
KESIMPULAN DAN SARAN Arikunto, S. 2002. Prosedur
Gambaran perubahan berat Pene litian Suatu Pendekatan
badan bayi berat lahir rendah yang Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
dilakukan perawatan metode kanguru Dahlan,M.S.2010. Besar Sampel Dan
intermitten di RSUD Tugurejo Cara Pengambilan Sampel Dalam
Semarang rata-rata ada perubahan Penelitian Kedokteran Dan
kenaikan sebesar 2,7 gram. Gambaran Kesehatan.Jakarta: Sa-lemba
perubahan berat badan bayi berat lahir Medika.
rendah yang dilakukan perawatan Direktorat Jenderal Bina Kesehatan
inkubator di RSUD Tugurejo Semarang Masyarakat Kementrian Kesehatan
rata-rata ada perubahan kenaikan RI. 2010. Manajemen Bayi Berat
sebesar 3,1 gr. Perbedaan peningkatan Lahir Rendah .Buku Acuan Modul
berat badan bayi berat lahir rendah yang Mana-jemen BBLR .Tata laksana
dilakukan perawatan metode kanguru BBLR Setelah Lahir. Jakarta:
intermitten dengan yang dilakukan Dirjen Bina Kese-hatan
perawatan inkubator di RSUD Tugurejo Masyarakat, Kemenkes.
Semarang tidak ada perbedaan Hidayat, A. A. 2003. Riset
perubahan yang signifikan ( asymp-sign Keperawatan Dan Teknik Penu-
0,444 > 0,05). lisan Ilmiah.Jakarta: Salemba
Diharapkan agar bidan dan tenaga Medika.
kesehatan lain yang ada di Rumah Sakit
lebh sering menso-sialisasikan dan melatih Ircham,M. 2006. Metodoligi Penelitian
para ibu yang memiliki BBLR mengenai Bidang Kesehatan, Keperawatan
perawatan metode kanguru intermitten. Dan Kebidanan. Yogyakarta:
Fitrimaya.
Serta lebih mengoptimalkan
pendampingan dan pemantauan
pelaksanaan

14
JURNAL KEBIDANAN Vol. 2 No. 4 April 2013 ISSN.2089-7669

Kementrian Kesehatan RI. 2009. Rulina.Pimprim,2000.Metode


Sumber Daya Dan Pelayanan Kanguru Sebagai Pengganti
Perinatal Dalam Paket Pelatihan Inkubator Untuk BBLR.Sari
Pelayanan Obstetri Dan Neonatal Pediatri vol.2.(29-35)
Emer-gensi Komprehensif (PONEK)
Asuhan Neonatal Setiawan, A.2010. Metodologi
Penelitian
Esensial. Jakar-ta: kemenkes.
Kebidanan.Yogyakarta: Nuha
Maryuni, A. 2013. Buku Saku Asuhan Medika.
Bayi Dengan Berat Badan Lahir
Rendah. Jakarta: Trans Info Media.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian
Kuntitatif, Kualitatif dan R&D.
Nazir, M. 2005. Metode Penelitian Bandung: Alfabeta.
Bogor: Ghalia Indonesia.
Sudarti,& Khoirunnisa, E.2010.
Notoatmodjo, S. 2010.Metodologi Pe- Asuhan Kebidanan Neona-tus,
nelitianKesehatan.Jakarta: Rine- Bayi
ka Cipta.
Dan Anak Balita. Yogyakarta:
Perinasia. 2003. Materi Pelatihan Nuha Medika.
Perawatan Bayi Berat Lahir
Sudarti,& fauziah. 2012. Asuhan
Rendah Dengan Metode Kanguru.
Kebidanan Neonatus, Bayi dan
Jakarta: Perkumpulan Perinatologi
Indonesia. Anak Balita. Yogyakarta: Nuha
Medika.
Prawitasari,A & Cahyo,I. 2010. BBLR
Berat Badan Lahir Rendah. Surasmi,A,Dkk, 2003. Perawatan Bayi
Jakarta: Nuha Me-dika. Resiko Tinggi. Jakarta: ECG.

Riwidikdo, H. 2008. Statistika Untuk Wiknjosastro, H. 2003. Ilmu kebidanan.


Penelitian Kesehatan. Jakarta: Yayasan Bi-na Pustaka
Yogyakarta: Mitra cendekia Press. Sarwono Prawirohardjo.

Riwidikdo, H. 2010. Statistika Un-tuk Wiknjosastro, H. 2005. Ilmu kebidanan.


Penelitian Kesehatan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Yogyakarta: Mitra cendekia Sarwono Prawirohardjo.
Press.

15