Sunteți pe pagina 1din 11

PELAKSANAAN PENGAWASAN LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN (LLAJ) DI

KOTA PEKANBARU
(Studi Pada Angkutan Travel Luar Kota dan Dalam Kota)

FARISWADI
fariez_gid@yahoo.com

Dr. Harapan Tua R.F.S, M.Si

Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Riau


Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293,
Telp/Fax (0761) 63277
Contact Person
085265292835

ABSTRACT

Fariswadi. 0801134136. Implementation Transportation Road Traffic Control (LLAJ) In The


City Pekanbaru (Studies in Urban and Transport Traveling Outside In Town)
The research was conducted in the city of Pekanbaru is the Department of
Transportation Traffic Monitoring the Implementation of Transportation (LLAJ) in Pekanbaru
City (Studies in Urban and Transport Traveling Outside In The City) The aim is to determine
how the Implementation Monitoring Traffic Transportation (LLAJ) in the city of Pekanbaru
(study On Transportation Travel Outside the City and in the City),
The purpose of this study is to investigate the implementation of the Road Traffic and
Transport Supervision (LLAJ) in the city of Pekanbaru (Studies in the Outer City Travel and
Transportation in the City) and the factors that affect the implementation of the Road Traffic
and Transport Supervision (LLAJ) in the city of Pekanbaru (Studies in Out of Town Travel and
Transportation in the City).
The method used in this study is the type of data collected included primary data is data
that was obtained directly from the informant that wasdal Head, ed wasdal, PO, and the people
who became the object of research in the form of information that is relevant to the issues
formulated in the research . Include: such as interviews, observation or written remarks. As well
as secondary data includes data ie the data that was obtained from the documents and reports
that are related to the research problem and also books related to this research. While the data
clotting techniques used were interviews, observation and study of literature and.
Techniques of data analysis in this study performed using data processed using
qualitative methods where the data obtained from the interview onwards systematically
described with reference to the theoretical foundation or government regulations relating to the
discussion to find solutions to problems.
From these results it can be concluded that the implementation of Transportation Traffic
Monitoring (LLAJ) in Pekanbaru City (Studies in Urban and Transport Traveling Outside In
The City). still not running as expected or can not be considered successful as expected, it is
evident from the respondents or the public. As for the implementation of monitoring indicators
that set standards, conduct assessments and perform corrective actions.

Keywords : implementation, transportation, travel

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Februari 2015 1


PENDAHULUAN Sehingga peningkatan akan transportasi
Keberhasilan suatu daerah didalam harus ditata dan terus menerus di
usahanya untuk mencapai tujuan yang telah sempurnakan untuk menjamin mobilitas
ditetapkan sebelumnya bagaimanapun juga orang maupun barang dalam rangka
akan sangat tergantung dan ditentukan oleh menjamin kesejahteraan masyarakat.
kegiatan ataupun aktivitas-aktivitas yang Disamping itu, dalam upaya menunjang
dilaksanakan daerah itu sendiri. Dalam hal perkembangan wilayah dan memeratakan
ini daerah tersebut bertujuan pula untuk hasil-hasil pembangunan, pengangkutan
meningkatkan daya guna dan hasil guna dapat berperan sebagai penunjang
menyelenggarakan pemerintah dalam (pelayanan), pemacu (pendorong),
rangka pelayanan terhadap masyarakat. sekaligus pemicu (penggerak)
Keberhasilan dalam pelaksanaan perkembangan. Berkaitan dengan hal itu
pembangunan sangat ditentukan oleh menuntut pihak-pihak pengelola jasa
pelaksanaan dan kerjasama pemerintah baik angkutan atau transportasi dapat mengelola
pusat maupun daerah yang bekerjasama dengan baik agar kebutuhan masyarakat
mencapai tujuan tersebut. akan jasa transportasi dapat terpenuhi
Kepada daerah diwajibkan untuk menggali sebagai alat mobilitas masyarakat dari suatu
sumber-sumber keuangan daerahnya tempat ketempat lain.
berdasarkan peraturan perundang-undangan Dengan kecanggihan dari transportasi yang
yang berlaku. Dalam usaha pembangunan ada di masyarakat sehingga menimbulkan
daerah maka pendapatan asli daerah kebutuhan terhadap transportasi itu sangat
merupakan sumber pokok yang menentukan tinggi. Ini terlihat dari banyaknya
tingkat keberhasilan rencana tahunan dalam transportasi yang ada. Transportasi yang
mencapai dan mewujudkan otonomi daerah paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat
yang nyata dan bertanggung jawab. adalah angkutan umum. Karena jangkauan
Dari pelaksanaan terhadap pemberian terhadap biaya angkutan ini sangat minim.
otonomi kepada daerah diatur lebih lanjut Dan ini sangat diminati oleh masyarakat
dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 kaum menengah kebawah. Untuk
yang mengatur pemberlakuan otonomi mewujudkan ketertiban dan keteraturan
daerah di Indonesia. Prinsip otonomi yang maka perlu adanya pengelolaan,
diatur dalam Undang-Undang No.32 Tahun pembinaan, pengawasan dan penyediaan
2004 tersebut adalah nyata dan bertanggung sarana alat transportasi seperti rambu-
jawab. rambu lalu lintas, terminal angkutan dan
Dengan adanya pemberian otonomi kepada armada angkutan itu sendiri.
daerah, maka setiap daerah dapat mengatur Dengan tingginya akan kebutuhan jasa
sendiri daerahnya. Hal ini dapat kita lihat transportasi angkutan umum, para agen dan
pada pembangunan daerah di Kota supir banyak melakukan kecurangan-
Pekanbaru yang berkembang cukup pesat. kecurangan demi mendapatkan keuntungan
Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya sendiri tanpa mempedulikan keselamatan
kebutuhan ekonomi menjadi salah satu penumpangnya. Bukti nyata yang terjadi
pemicu lajunya arus urbanisasi di Kota masih banyak angkutan umum yang
Pekanbaru, yang secara tidak langsung melanggar aturan yang berlaku seperti
berdampak pada meningkatnya kebutuhan angkutan umum yang tidak memiliki izin
akan jasa transportasi. Dengan yang sah atau illegal. Dampak dari masalah
meningkatnya kebutuhan akan jasa ini para angkutan umum yang telah
transportasi maka Kota Pekanbaru memiliki izin sering kalah saing oleh
mempunyai Perda No 22 tahun 2009 yang angkutan umum yang tidak memiliki izin
mengatur tentang Lalu Lintas dan Angkutan dikarenakan tarif pada angkutan umum
Jalan di kota Pekanbaru. yang illegal lebih murah ketimbang yang
Transportasi saat ini menjadi suatu memiliki izin sah dan rata-rata armada yang
kebutuhan bagi manusia baik kebutuhan digunakan oleh angkutan umum illegal ini
individu maupun kebutuhan kelompok. lebih bagus karena banyak mobil-mobil

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Februari 2015 2


pribadi yang berubah menjadi angkutan dianut juga dimaksudkan untuk mengetahui
umum. kelemahan dan kesalahan agar dapat
. Fungsi-fungsi yang ada didalam dihindari kesalahan-kesalahan yang terjadi.
manajemen diantaranya adalah fungsi Fathoni (2006 : 30) mendefinisikan bahwa
perencanaan (planning), fungsi pengawasan adalah suatu proses untuk
pengorganisasian (organizing), fungsi menetapkan aparat atau unit bertindak atas
pelaksanaan (actuating), dan fungsi nama pimpinan organisasi dan bertugas
pengawasan (controlling). Menurut Griffin mengumpulkan segala data dan informasi
(2004 : 44) keempat fungsi manajemen yang diperlukan oleh pimpinan organisasi
tersebut harus dilaksanakan oleh seorang untuk menilai kemajuan dan kemunduran
manajer secara berkesinambungan, dalam pelaksanaan pekerjaan. Adapun
sehingga dapat merealisasikan tujuan menurut Irawan (2000 : 252) berdasarkan
organisasi. Pengawasan merupakan bagian sifatnya pengawasan dibedakan:
dari fungsi manajemen yang berupaya agar a. Pengawasan Preventif adalah
rencana yang sudah ditetapkan dapat pengawasan yang dilakukan sebelum
tercapai dengan efektif dan efisien. tindakan ingin dilakukan
Menurut Sarundajang (2005 : 240) b. Pengawasan Represif adalah
pengawasan adalah suatu kegiatan untuk pengawasan yang dilakukan setelah
memperoleh kepastian apakah pelaksanaan kegiatan, dan dilakukan tindakan
pekerjaan atau kegiatan telah dilakukan membandingkan apa yang terjadi dengan
sesuai dengan rencana. Hal ini dapat apa yang seharusnya terjadi.
diartikan bahwa dengan adanya Adapaun tujuan pengawasan
pengawasan terhadap semua pekerjaan atau menurut Manullang (2001 : 186) adalah
kegiatan, maka akan meminimalisir :
terjadinya kesalahan atau penyimpangan a. Membuat kegiatan menjadi lebih mudah
dari apa yang telah ditetapkan sebelumnya. b. Mengadakan penilaian atau evaluasi
Sedangkan menurut Handoko (1998 : 359) c. Adanya tindakan perbaikan
pengawasan adalah proses untuk menjamin Menurut Maringan (2004 : 61)
bahwa tujuan-tujuan organisasi dan menyataan tujuan pengawasan adalah :
manajemen tercapai, dimana ini berkenaan a. Mencegah dan memperbaiki kesalahan,
dengan cara-cara membuat kegiatan- penyimpangan, ketidaksesuaian dalam
kegiatan sesuai dengan yang direncanakan. pelaksanaan tugas yang dilakukan.
Dengan adanya pengawasan terhadap b. Agar pelaksanaan yang dilaksanakan
semua kegiatan yang ada di dalam sesuai dengan rencana yang telah
organisasi maka tercapaianya tujuan ditetapkan sebelumnya.
organisasi tersebut lebih terjamin. Tujuan perusahaan dapat tercapai,
Manullang (2001 : 184) jika fungsi pengawasan dilakukan sebelum
pengawasan adalah proses untuk terjadinya penyimpangan-penyimpangan
menetapkan pekerjaan apa yang sudah sehingga lebih bersifat mencegah
dilaksanakan, menilainya dan (preventive control). Dibandingkan dengan
mengoreksinya bila perlu dengan maksud tindakan-tindakan pengawasan sesudah
supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai terjadinya penyimpangan, maka tujuan
dengan rencana semula. Agar proses pengawasan adalah menjaga hasil
pengawasan tersebut dapat berjalan dengan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan
baik maka harus melalui tahapan-tahapan. rencana. Ketentuan-ketentuan dan
Hal ini tentu saja mempermudah demi infrastruktur yang telah ditetapkan benar-
tercapainya apa yang telah direncanakan benar diimplementasikan. Sebab
sebelumnya. Menurut Sofyan (2004 : 12) pengawasan yang baik akan tercipta tujuan
pengawasan adalah mencakup upaya perusahaan yang efektif dan efisien.
memeriksa apakah semua yang terjadi
sesuai denga rencana yang telah ditetapkan,
perintah yang dikeluarkan, dan prinsip yang

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Februari 2015 3


Adapun fungsi pengawasan 1. Pengawasan harus merefleksikan sifat
menurut Emie dan Saefulah (2005 : 12), berbagai dari kegiatan yang
yaitu : diselenggarakan. Yang dimaksud
a. Mengevaluasi keberhasilan dalam adalah bahwa teknik pengawasan harus
pencapaian tujuan serta target sesuai sesuai dengan penemuan informasi
dengan indicator yang ditetapkan. tentang siapa yang melakukan
b. Mengambil langkah klarifikasi dan pengawasan dan kegiatan apa yang
koreksi atas penyimpangan yang menjadi sasaran pengawasan tersebut.
mungkin ditemukan. 2. Pengawasan harus segera memberikan
c. Melakukan berbagai alternative solusi petunjuk tentang kemungkinan adanya
atas berbagai masalah yang terkait deviasi dari rencana.
dengan pencapian tujuan perusahaan. 3. Pengawasan harus menunjukkan
Menurut Maringan (2004 : 62), pengecualian pada titik-titik strategis
fungsi pengawsan yaitu : tertentu. Prinsip ini pada dasarnya
a. Mempertebal rasa tanggung jawab berarti bahwa karena aneka ragam
terhadap pejabat yang diserahi tugas kegiatan dan luasnya cakupan tanggung
dan wewenang dalam melaksanakan jawab, seorang menejer harus mampu
pekerjaan. menentukan kegiatan apa yang perlu
b. Mendidik para pejabat agar mereka didelegasikan kepada orang lain.
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan 4. Objektivitas dalam melakukan
prosedur yang telah ditentukan. pengawasan. Salah satu komponen
c. Untuk mencegah terjadinya yang harus jelas dilihat dalam rencana
penyimpangan, penyelewengan, ialah standar prestasi kerja yang
kelainan, dan kelemahan agar tidak diharapkan dipenuhi oleh pelaksana
terjadi kerugian yang tidak diinginkan. kegiatan operasional.
Berdasarkan penjelasan tersebut, 5. Keluwesan pengawasan. Maksudnya
maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengawasan harus bersifat fleksibel.
pengawasan fungsi pengawasan adalah 6. Pengawasan harus memperhitungkan
untuk mengevaluasi hasil dari aktifitas pola dasar organisasi.
pekerjaan yang telah dilakukan dalam 7. Efisiensi pelaksanaan pengawasan.
perusahaan dan melakukan tindakan koreksi Pengawasan yang dilaksanakan supaya
agar apa yang telah direncanakan dari awal keseluruhan organisasi bekerja dengan
dapat tercapai dan dapat meminimalisir tingkat efisiensi yang semakin tinggi.
terjadinya penyimpangan, penyelewengan, Oleh karena itu, pengawasan sendiri
kelainan, dan kelemahan yang tidak harus segera diselenggarakan dengan
diinginkan. tingkat efisensi yang tinggi pula.
Menurut Brantas (2009 : 191) 8. Pemahaman system pengawasan oleh
manfaat pengawasan adalah untuk semua pihak yang terlibat. Maksudnya
meningkatkan akuntabilitas dan para manajer selaku pelaksana kegiatan
keterbukaan. Pengawasan pada dasarnya pengawasan harus dapat menentukan
menekankan langkah-langkah pembenahan teknik pengawasan sebagaimana yang
atau koreksi yang objektif jika terjadi dibutuhkan dan alat bantu apa yang
perbedaan atau penyimpangan antara perlu dikuasai.
pelaksanaannya dan perencanaannya. 9. Penawasan mencari apa yang tidak
Dalam makna ini pengawasan juga berarti beres. Artinya, pengawasan yang baik
mengarahkan dan mengkoordinasikan antar harus menemukan apa yang salah dan
kegiatan. faktor-faktor yang menyebabkan
S.P Siagian (2004 : 130) terjadinya kesalahan tersebut.
pengawasan akan berlangsung dengan 10. Pengawasan harus bersifat
efektif apabila memiliki ciri-ciri sebagai membimbing. Berarti pengawasan yang
berikut : tidak berakibat pada kondisi ketika para
bawahan selalu diancam dengan

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Februari 2015 4


hukuman setiap kali ia berbuat pekerjaan yang telah dilakukan dalam
kesalahan. perusahaan dan melakukan tindakan koreksi
Menurut Maringan (2004 : 61) menyataan agar apa yang telah direncanakan dari awal
tujuan pengawasan adalah : dapat tercapai dan dapat meminimalisir
1. Mencegah dan memperbaiki kesalahan, terjadinya penyimpangan, penyelewengan,
penyimpangan, ketidaksesuaian dalam kelainan, dan kelemahan yang tidak
pelaksanaan tugas yang dilakukan. diinginkan.
2. Agar pelaksanaan yang dilaksanakan Menurut Brantas (2009 : 191) manfaat
sesuai dengan rencana yang telah pengawasan adalah untuk meningkatkan
ditetapkan sebelumnya.3. akuntabilitas dan keterbukaan. Pengawasan
Tujuan perusahaan dapat tercapai, jika pada dasarnya menekankan langkah-
fungsi pengawasan dilakukan sebelum langkah pembenahan atau koreksi yang
terjadinya penyimpangan-penyimpangan objektif jika terjadi perbedaan atau
sehingga lebih bersifat mencegah penyimpangan antara pelaksanaannya dan
(preventive control). Dibandingkan dengan perencanaannya. Dalam makna ini
tindakan-tindakan pengawasan sesudah pengawasan juga berarti mengarahkan dan
terjadinya penyimpangan, maka tujuan mengkoordinasikan antar kegiatan.
pengawasan adalah menjaga hasil S.P Siagian (2004 : 130) pengawasan akan
pelaksanaan kegiatan sesuai dengan berlangsung dengan efektif apabila
rencana. Ketentuan-ketentuan dan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
infrastruktur yang telah ditetapkan benar- a. Pengawasan harus merefleksikan sifat
benar diimplementasikan. Sebab berbagai dari kegiatan yang
pengawasan yang baik akan tercipta tujuan diselenggarakan. Yang dimaksud
perusahaan yang efektif dan efisien. adalah bahwa teknik pengawasan
Adapun fungsi pengawasan menurut Emie harus sesuai dengan penemuan
dan Saefulah (2005 : 12), yaitu : informasi tentang siapa yang
a. Mengevaluasi keberhasilan dalam melakukan pengawasan dan kegiatan
pencapaian tujuan serta target sesuai apa yang menjadi sasaran pengawasan
dengan indicator yang ditetapkan. tersebut.
b. Mengambil langkah klarifikasi dan b. Pengawasan harus segera memberikan
koreksi atas penyimpangan yang petunjuk tentang kemungkinan adanya
mungkin ditemukan. deviasi dari rencana.
c. Melakukan berbagai alternative solusi c. Pengawasan harus menunjukkan
atas berbagai masalah yang terkait pengecualian pada titik-titik strategis
dengan pencapian tujuan perusahaan. tertentu. Prinsip ini pada dasarnya
Menurut Maringan (2004 : 62), fungsi berarti bahwa karena aneka ragam
pengawsan yaitu : kegiatan dan luasnya cakupan
a. Mempertebal rasa tanggung jawab tanggung jawab, seorang menejer
terhadap pejabat yang diserahi tugas harus mampu menentukan kegiatan
dan wewenang dalam melaksanakan apa yang perlu didelegasikan kepada
pekerjaan. orang lain.
b. Mendidik para pejabat agar mereka d. Objektivitas dalam melakukan
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan pengawasan. Salah satu komponen
prosedur yang telah ditentukan. yang harus jelas dilihat dalam rencana
c. Untuk mencegah terjadinya ialah standar prestasi kerja yang
penyimpangan, penyelewengan, diharapkan dipenuhi oleh pelaksana
kelainan, dan kelemahan agar tidak kegiatan operasional.
terjadi kerugian yang tidak diinginkan. e. Keluwesan pengawasan. Maksudnya
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka pengawasan harus bersifat fleksibel.
dapat diambil kesimpulan bahwa f. Pengawasan harus memperhitungkan
pengawasan fungsi pengawasan adalah pola dasar organisasi.
untuk mengevaluasi hasil dari aktifitas

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Februari 2015 5


g. Efisiensi pelaksanaan pengawasan. tidak harus dibuat system baru bila
Pengawasan yang dilaksanakan supaya terjadi perubahan kondisi.
keseluruhan organisasi bekerja dengan i. Sebagai petunjuk dan operasional,
tingkat efisiensi yang semakin tinggi. dimana harus dapat menunjukkan
Oleh karena itu, pengawasan sendiri deviasi standar sehingga dapat
harus segera diselenggarakan dengan menentukan koreksi yang akan
tingkat efisensi yang tinggi pula. diambil
h. Pemahaman system pengawasan oleh j. Diterima para anggota organisasi,
semua pihak yang terlibat. Maksudnya maupun mengarahkan pelaksanaan
para manajer selaku pelaksana kerja anggota organisasi dengan
kegiatan pengawasan harus dapat mendorong peranan otonomi, tagging
menentukan teknik pengawasan jawab dan prestasi.
sebagaimana yang dibutuhkan dan alat
bantu apa yang perlu dikuasai. METODE
i. Penawasan mencari apa yang tidak Penelitian ini merupakan suatu
beres. Artinya, pengawasan yang baik bentuk penelitian yang menggunakan
harus menemukan apa yang salah dan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini
faktor-faktor yang menyebabkan mempunyai ciri-ciri antara lain setting yang
terjadinya kesalahan tersebut. aktual, peneliti adalah instrumen kunci, data
j. Pengawasan harus bersifat bersifat deskriptif, menekankan kepada
membimbing. Berarti pengawasan proses, analisis datanya bersifat deduktif
yang tidak berakibat pada kondisi dan meaning (pemaknaan) tiap even
ketika para bawahan selalu diancam merupakan perhatian yang esensial dalam
dengan hukuman setiap kali ia berbuat penelitian kualitatif. Dasar pertimbangan
kesalahan. memilih penelitian kualititatif adalah (1)
Adapun menurut Sarwoto (2010 : 28) data kualitatif merupakan sumber dari
pengawasan yang efektif yaitu: deskripsi yang luas dan berlandaskan
a. Ada unsur keakuratan, dimana data kokoh, serta memuat penjelasan tentang
harus dapat dijadikan pedoman dan proses-proses yang terjadi dalam lingkup
valid. setempat; (2) dapat mengikuti dan
b. Tepat waktu, yaitu dikumpulkan, memahami alur peristiwa secara kronologis,
disampaikan dan dievaluasikan secara menilai sebab akibat dan memperoleh
tepat dimana kegiatan perbaikan perlu penjelasan yang banyak dan bermanfaat; (3)
dilaksanakan. dapat membimbing untuk memperoleh
c. Objektif dan menyeluruh, dalam arti penemuan yang tidak diduga sebelumnya
mudah dipahami. dan, (4) dapat melangkah lebih jauh dari
d. Terpusat, dengan memutuskan bidang- praduga dan kerangka kerja awal.
bidang penyimpangan yang paling Pemilihan desain kulitatif
sering terjadi. merupakan prosedur penelitian yang
e. Realitas secara ekonomis, dimana menghasilkan data deskriptif berupa kata-
biaya system pengawasan harus lebih kata tertulis atau lisan orang-orang dan
rendah atau sama dengan kegunaan perilaku yang diamati. Penelitian kualitaif
yang didapat. bersifat deskriptif, data yang dikumpulkan
f. Realistis dan organisasional, yaitu lebih banyak berupa kata atau gambar
cocok dengan kenyataan yang ada di daripada data dalam wujud angka-angka.
organisasi. Pendekatan yang kualitatif berakar dari data
g. Terkoordinasi dengan aliran kerja, , dan teori berkaitan dengan pendekatan
Karena dapat menimbulkan sukses tersebutdiartikan sebagai aturan dan kaidah
atau gagal operasi serta harus sampai untuk menjelaskan proposisi yang dapat
pada karyawan yang memerlukannya. diformulasikan secara deskriptif ataupun
h. Fleksibel, harus dapat menyesuaikan proporsional.
dengan situasi yang dihadapi, sehingga

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Februari 2015 6


Sumber data utama dalam merumuskan tugas-tugas Manajemen dan
penelitian kualitatif adalah peristiwa- Rekayasa Lalu Lintas serta Pengawasan dan
peristiwa atau fenomena yang terjadi di Pengendalian Operasional Angkutan Jalan,
lapangan termasuk perilaku dan sikap Perairan dan Udara, melaksanakan tugas-
subyek/aktor yang diteliti. Untuk tugas lain yang diberikan oleh pimpinan
memperoleh data yang diperlukan, maka sesuai dengan tugas dan fungsinya.
peneliti mengumpulkan data atau informasi 3. Kepala Seksi Wasdal
dari informan kunci (key informan) sesuai Melaksanakan pemerikasaan kendaraan
dengan fokus penelitian yang telah dijalan sesuai kewenangannya, pelaksanaan
ditetapkan. Dari informan kunci inilah penyidikan pelanggaran PERDA di bidang
kemudian dilanjutkan mencari dan LLAJ, pemenuhan persyaratan teknis dan
mengumpulkan data atau informasi dari laik jalan, pelanggaran ketentuan pengujian
para informan berikutnya dengan berkala dan perizinan angkutan umum,
menggunakan teknik “snowball Melaksanakan pengawasan dan
sampling”atau bola salju yang pengendalian operasional terhadap
menggelinding semakin lama semakin pengguna jalan selain untuk kepetingan lalu
besar. lintas di jalan dalam kota. melakukan
pengawalan terhadap kendaraan yang
HASIL memiliki hak utama penggunaan jalan
Untuk mengetahui pelaksanaan untuk kelancaran lalu lintas, merumuskan
pelaksanaan pengawasan lalu lintas dan melaksanakan pengawasan
angkutan jalan (LLAJ) di Kota Pekanbaru pengangkutan beban atau barang berbahaya
(Studi Pada Angkutan Travel Luar dan lintas darat, melakukan pengawasan,
Dalam Kota) terlebih dahulu dijelaskan pengendalian dan pengamanan lalu lintas di
tugas dari masing-masing pelaksana yang ruas-ruas, persimpangan jalan, dan pos-pos
terkait dalam pelaksanaannya. pengawasan pengendalian dalam kota,
1. Kepala Dinas menyiapkan dan menyampaikan laporan
Menyusun rencana kegiatan, kegiatan di bidang tugasnya, melaksanakan
mengkoordinasi Sekretaris, memberikan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh
petunjuk kepada bawahan dalam Kepala Bidang.
pelaksanaan tugas, mendistribusikan tugas
kepada bawahan sesuai bidang tugasnya, PEMBAHASAN
mengevaluasi dan menilai hasil kerja Pelaksanaan (actuating), yaitu pelaksanaan
bawahan, melaksanakan pembinaan umum kegiatan dari apa yang telah dirancang
dan teknis, menyampaikan saran dan dalam fungsi perencanaan dan
pertimbangan, melaksanakan tugas pengorganisasian, akuisisi atau pelaksanaan
kedinasan, melaporkan hasil pelaksanaan ini dilakukan dalam kegiatan sehari-hari
tugas kepada atasan. didalam organisasi. Pengawasan
2. Kepala Bidang Wasdal (controlling) merupakan fungsi manajemen
Mengkoordinasikan, membina dan yang tidak kalah penting dalam suatu
merumuskan pedoman dan petunjuk, organisasi, semua fungsi terdahulu tidak
mengkoordinasikan, membina dan akan efektif tanpa disertai fungsi
merumuskan setiap kegiatan di Bidang pengawasan, tanpa disertai pengawasan
Pengawasan dan Pengendalian Operasional, pasti akan rentan terhadap penyimpangan-
mengkoordinasikan, membina dan penyimpangan atau bahkan bisa mengalami
merumuskan pelayanan dan pengaturan kegagalan.
kinerja Bidang Pengawasan dan Pengawasan merupakan suatu kegiatan
Pengendalian Operasional, yang berusaha untuk memastikan apakah
mengkoordinasikan, membina dan tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi
merumuskan laporan - laporan Bidang penyimpangan dimana letak penyimpangan
Pengawasan dan Pengendalian Operasional, itu dan bagaimana pula tindakan yang
mengkoordinasikan, membina dan diperlukan untuk mengatasinya.

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Februari 2015 7


Pengawasan (controlling) merupakan Dalam suatu pengorganisasian sangat
fungsi manajemen yang tidak kalah dibutuhkan adanya pembagian kerja
pentingnya dalam suatu organsasi, semua dari setiap personil yang bertugas.
fungsi terdahulu, tidak akan efektif tanpa Dengan adanya pembagian kerja
disertai fungsi pengawasan. Karena berjalan tersebut, maka pekerjaan akan dapat
atau tidaknya suatu rencana yang sudah terselesaikan dengan efektif dan tidak
dilaksanakan, tanpa disertai pengawasan terjadi adanya tumpang tindih. Hal ini
yang intensif, maka rencana-rencana karena pekerjaan dibagi sesuai dengan
tersebut pasti akan rentan terhadap tugas dan fungsinya.
penyimpangan-penyimpangan atau bahkan b. Waktu Pengawasan
bisa mengalami kegagalan. Fungsi Dalam pelaksanaan pengawasan lalu
manajemen yang berkenaan dengan lintas angkutan jalan pada angkutan
pengawasan terhadap aktivitas pegawai travel di Kota Pekanbaru dibutuhkan
menjaga organisasi agar tetap berada pada waktu untuk dilakukannya
jalur yang sesuai dengan sasaran dan pengawasan, hal ini bertujuan agar
melakukan koreksi apabila diperlukan. tidak terjadinya penyimpangan-
Pengawasan merupakan proses penyimpangan terhadap petugas yang
pemantauan, penilaian dan pelaporan melakukan pengawasan dan dapat
rencana atas pencapaian tujuan yang telah mengoreksi kinerja petugas apakah
ditetapkan atau tindakan korektif guna sesuai dengan prosedur yang ada
peyempurnaan lebih lanjut. Beda dilapangan atau tidak.
pengendalian dengan pengawasan adalah c. Sosialisasi
pada wewenang dari pegembang kedua Salah satu tindakan penilaian terhadap
istilah tersebut. Pengendalian memiliki pengawasan yang dilakukan berupa
wewenang turun tangan yang tidak dimiliki sosialisasi yaitu pemberitahuan dan
oleh pengawas. Pengawas hanya member pengarahan. Ini merupakan tindakan
saran, sedangkan tindk lanjutnya dilakukan yang dilakukan untuk memperbaiki
oleh pegendalian. Jadi, pengendalian lebih penyimpangan yang terjadi atau
luas dari pengawasan. kesalahan yang sama
Dalam menjawab persoalan yang ada, 2. Mengadakan penilaian
penulis berpedoman pada prinsip- prinsip Penilaian terhadap pekerjaan yang
yang harus dipenuhi dalam melakukan dilakukan guna untuk mengetahui
pengawasan, yaitu sebagai berikut: penyimpangan yang telah terjadi
1. Menentukan standar terhadap standar yang telah ditentukan
Dalam melakukan pengawasan maka harus oleh pihak Dinas Perhubungan Kota
adanya standar sehingga dapat menilai Pekanbaru. Penilaian pekerjaan yang
penyimpangan yang ada dimana standar ini dilakukan juga bermanfaat untuk
dikenal juga sebagai sebuah ketentuan yang menentukan langkah apa yang akan
harus diikuti, ketentuan atau standar setelah diambil untuk mencegak terjadinya
diadakannya penilaiaan akan diketahui penyimpangan yang sama.
mana yang salah dan mana yang benar dan a. Laporan Tertulis
selanjutnya akan dilakukan tindakan Laporan tertulis merupakan salah satu
koreksi terhadap pelanggaran ketentuan tindakan penilaian yang dilakukan hal
yang ada. ini bertujuan untuk memperoleh data
Penetapan standar dalam pelaksanaan atau fakta-fakta yang berupa laporan-
pengawasan lalu lintas angkutan jalan laporan yang diberikan masyarakat
(LLAJ) pada angkutan travel di Kota atau petugas itu sendiri ini dapat
Pekanbaru sesuai dengan ketentuan yang berupa Media Cetak atau media
telah ditetapkan sebelumnya hal ini lainnya yang berupa laporan.
dilakukan guna menimalisir penyimpangan b. Pengawasan Langsung
yang terjadi ketentuan ini berupa : Proses mengamati secara langsung
a. Adanya Pembagian Tugas secara jelas kelapangan dalam rangka pelaksanaan

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Februari 2015 8


pengawasan terhadap petugas yang lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) pada
melakukan pengawasan agar tidak angkutan travel di Kota Pekanbaru,
terjadinya peyimpangan- maksudnya dilihat dari tingkat kemampuan,
penyimpangan dan petugas dapat pengetahuan dan keaslian yang dimiliki
bekerja lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan ataupun
3. Mengadakan tindakan perbaikan kegiatan lainnya, baik secara prosedur,
Tindakan perbaikan yang dilakukan sistem, proses dan teknis dalam organisasi.
terhadap penyimpangan yaitu tindakan yang Dalam hal ini petugas dituntut untuk
dilakukan untuk memperbaiki memiliki kemampuan, pengetahuan, dan
penyimpangan yang terjadi. Hal ini keahlian yang cukup untuk dapat
dilakukan untuk menghindari terjadinya melaksanakan pekerjaan, bukan hanya
kesalahan atau penyimpangan yang sama. pengalaman SDM yang diperlukan, namun
Perbaikan terhadap penyimpangan ini juga kemampuan pengetahuan dn keahlian
berupa : yang dimiliki SDM juga modal dalam
a. Pemberian Sanksi membantu pelaksanaan tugasnya. Faktor-
Bentuk perbaikan terhadap faktor sumber daya manusia yang dimiliki
pelanggaran yang terjadi dalam oleh Dinas Perhubungan dapat dilihat
pengawasan angkutan travel. Baik melalui :Kualitas petugas pengawasan,
yang dilakukan oleh petugas maupun Jumlah petugas pengawasan
oleh PO adalah berupa sanksi. Sanksi Kualitas dan jumlah petugas
ini diberikan langsung oleh Dinas pengawasan adalah salah satu modal utama
Perhubungan Kota Pekanbaru dengan untuk melakukan pengawasan hal ini
tujuan agar tidak ada lagi merupakan kunci keberhasilan yang mana
penyimpangan-penyimpangan yang kualitas dan jumlah petugas pengawasan
sama dilakukan. Dimana sanksi yang yaitu mampu melakukan pengawasan
diberikan apabila petugas yang dengan baik harus mengetahui benar
melakukan kesalahan akan dikenakan standar yang telah ditetapkan dan tentunya
teguran dan pemberhentian. orang-orang yang berkompeten dalam
Dari hasil penelitian yang bidang pengawasan.
dilakukan tentang pelaksanaan pengawasan Dalam melakukan pengawasan terhadapnya
lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) pada pelaksanan pengawasan lalu lintas angkutan
angkutan travel di Kota Pekanbaru, jalan (LLAJ) pada angkutan travel di Kota
ditemuan beberapa faktor-faktor yang Pekanbaru. Kualitas dan jumlah
mempengaruhi pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengawasan lalu lintas
lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) pada angkutan jalan (LLAJ) pada angkutan travel
angkutan travel di Kota Pekanbaru. Adapun di Kota Pekanbaru dapat dilihat dari pihak-
faktor-faktor tersebut adalah pihak yang terlibat adalah antara lain kepala
a. Sumber Daya manusia (SDM) Dinas Perhubungan, Sekretaris, Kepala
Sumber daya manusia merupakan Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lalu
salah satu faktor penting yang Lintas Angkutan Jalan, Kepala Seksi
mempengaruhi pelaksanaan pengawasan Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas
lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) pada Angkutan Jalan.
angkutan travel di Kota Pekanbaru. Meski b. Dana/biaya
perintah-perintah kegiatan telah diteruskan Biaya atau pendanaan merupakan
dengan cermat, jelas dan konsisten, namun faktor yang sangat penting dalam
jika dalam prosesnya terdapat kelemahan menentukan keberhasilan suatu
pada sumber daya manusia yang kegiatan sebuah organisasi. Dalam
diperlukan, maka pelaksanaan kegiatan pengawasan angkutan travel Dinas
dalam program tersebut akan cenderung Perhubungan dalam menjalankan
kurang efektif. Sumber daya manusia rencana kerja yang telah
merupakan sakah satu faktor yang direncanakan dari awal, pihak
mempengaruhi pelaksanaan pengawasan Dinas Perhubungan sendiri

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Februari 2015 9


mendapatkan bantuan dana dari mengalihkan plat hitam ke plat kuning agar
Walikota. travel yang illegal ini bisa menjadi legal.
c. Kendaraan operasional b. Berdasarkan faktor-faktor yang
Dalam proses pengawasan mempengaruhi pelaksanaan
kendaraan operasional merupakan pengawasan lalau lintas angkutan
salah satu komponen yang penting jalan (LLAJ) di Kota Pekanbaru:
dalam melaksanakan pengawasan, Faktor Sumber Daya Manusia yang
karena kendaraan operasional dapat meliputi jumlah personil dan kecakapan
mendukung setiap proses personil berkaitan dengan pemahaman
pengawasan agar berjalan dengan prosedur kerja dan tanggung jawab yang
lancar. Dinas perhubungan sendiri diemban memiliki pengaruh dalam kinerja
memiliki kendaraan operasional yang dihasilkan dalam melakukan
berupa motor dan mobil. pengawasan dalam pelaksanaan
pengawasan lalu lintas angkutan jalan
KESIMPULAN (LLAJ) pada angkutan travel di Kota
Dari hasil penelitian dan Pekanbaru.
pembahasan ditemukan bahwa pelaksanaan Faktor biaya menentukan lancarnya
pengawasan lalu lintas angkutan jalan program kegiatan yang dilaksankan, karena
(LLAJ) di Kota Pekanbaru (studi pada dana yang kurang, pengawasan yang
angkutan travel luar kota dan dalam kota) dilakukan tidak dapat berjalan dengan
belum berjalan dengan cukup baik. lancar. Faktor biaya ini juga mempengaruhi
a. Pelaksanaan Pengawasan Lalu Lintas kejujuran dan tanggung jawab.
Angkutan Jalan (LLAJ) Pada Sedangkan faktor kendaraan operasional
Angkutan Travel Di Kota Pekanbaru juga menentukan kelancaran dalam
Penentuan standar dilihat dari segi melakukan setiap pengawasan, karena
pembagian tugas, waktu pengawasan serta pengawasan yang dilakukan akan berjalan
sosialisasi dari dinas perhubungan terhadap dengan lancar jika kendaraan operasional
angkutan travel ini masih belum berjalan tersedia sesuai dengan kebutuhan, sehingga
dengan baik, karena dari pengawasan yang pengawasan yang efektif akan tercipta.
telah dilakukan dinas perhubungan melalui
bidang wasdal yang sberkoordinasi dengan DAFTAR PUSTAKA
pihak kepolisian belum berjalan cukup baik.
Dengan kondisi yang seperti ini masih Manullang, M, 2001, Dasar-Dasar
rentan terjadinya peyimpangan- Manajemen, Rineka Cipta, Jakarta
penyimpangan, seperti masih banyaknya Maringan, 2004, Dasar-Dasar Manajemen,
travel-travel plat hitam yang beroperasi. Ghalia Indonesia, Jakarta
Seharusnya dinas perhubungan dan Marnis, 2008, Pengantar Manajemen, Unri
pemerintah bisa lebih tegas dalam Press, Pekanbaru
menindak pelanggaran ini. Sarundajang, H, 2005. Babak baru Sistem
Tindakan penilaian dari segi pengawasan pemerintah Daerah, Katahasta
tertulis dan pengawasan pengawasan Pustaa, Jakarta
langsung juga belum dapat berjalan dengan Sarwoto, 2010, Dasar-Dasar Organisasi
baik, hal ini dapat terlihat beberapa laporan- dan manajemen,Penerbit: Ghalia
laporan yang telah masuk ke dinas Indonesia, Jakarta
perhubungan tetapi belum ada tindakan Syafri, Sofyan, 2004. Sistem Pengawasan
tegas yang dilakukan guna mengurangi Manajemen, Penerbit Quantum,
penyimpangan-penyimpangan yang terjadi Jakarta
dilapangan. Siagian, Sondang.P, 2003, Filsafat
Tindakan perbaikan dari pemberian sanksi Administrasi, Jakarta, Bumi Aksara
juga belum memeberikan efek jera, dapat Siagian, Sondang.P, 2005, Fungsi-fungsi
dilihat dari travel-travel plat hitam yang Manajerial Edisi Revisi, Jakarta,
masih bebas beroperasi dan masih enggan Bumi Aksara

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Februari 2015 10


Siagian, Sondang.P, 2003, Manajemen
Sumber daya Manusia, Edisi
Revisi, Penerbit: Ghalia Indonesia,
Jakarta
Sujamto, M. Arifin, 2003, Sistem
Pengawasan Manajemen, PT
Pustaka Quantum, Jakarta
Sugiyono, 2003. Metode Penelitian
Administrasi, Alfabeta, Bandung
Brantas, 2009, Dasar-Dasar manajemen,
Alfabeta, jakarta

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Februari 2015 11