Sunteți pe pagina 1din 2

Topic 6

Chronic Pain and Bipolar Depression Disorder


Abstract
Santi Yuliani, Dyah Wiratmi, Adam Kurnia Wandana
Psychiatrist, Neurologist, Anesthetist of Prof. Dr. Soerojo Magelang Psychiatric Hospital

Background:
People with chronic pain can isolate from others or not be able to reach the mobility
they have and could previously have. Chronic pain is not only related to physical conditions, but
also emotional which has a tremendous influence on one's mind and mood. Chronic pain is also
not only related to physical injury, because it can come from conditions such as heart disease,
arthritis, migraine, or diabetes. Sometimes it is difficult to assess whether chronic pain has
caused mood disorders such as bipolar, especially bipolar depression, or vice versa. People with
chronic pain are three times more likely to develop symptoms of mood disorders or anxiety,
and people with depression are three times more likely to experience chronic pain. Depressed
conditions often can cause unexplained pain, such as headaches or back pain, and people who
are depressed may struggle to improve or maintain physical health. In turn, chronic pain can
cause sleep difficulties, increased stress, or feelings of guilt or worthlessness associated with
depression. These influences can create a cycle that is difficult to break.

Method:
Literature review

Summary:
Three different processes in the spinal cord can explain the dramatic changes in
sensory processing in the somatosensory system: increased stimulation, decreased barriers and
structural reorganization. All have been proven to occur and each can contribute separately or
together for various chronic inflammatory and neuropathic pain disorders. The disclosure of the
cellular mechanisms involved both offers the potential to develop new therapeutic strategies,
which reduce functional synaptic plasticity and prevent central atrophic and regenerative
responses to injured neurons, and describe the capacity of the adult nervous system for
maladaptive modifications.
Some data also support the role of monoamine, serotonin and norepinephrine
neurotransmitters, in pain modulation. Experiments with pain models in animals show that
noradrenergic interventions, and to a lesser extent serotonergic interventions, reduce pain-
related behavior.
Guidelines for treating chronic pain include the duty of doctors not only to offer a
solution to limit the patient's pain, but also carefully observe the patient's reaction to opioids.
Opioids are usually prescribed for pain, with an increasing increase in the number of recipes
written every year in many countries including Indonesia. The challenge remains that doctors
have a duty for humanity (i.e. patients must receive appropriate pain care) and obligations for
patient welfare (eg patients must be monitored carefully so that they do not become
dependent on painkillers). A holistic approach will be very good in the success of pain therapy,
not only prioritizing the management of pharmacotherapy but also non-pharmacotherapy.

Key words: Chronic Pain, Bipolar Depression, Opioid


Topic 6
Chronic Pain and Bipolar Depression Disorder
Abstract
Santi Yuliani, Dyah Wiratmi, Adam Kurnia Wandana
Psychiatrist, Neurologist, Anesthetist of Prof. Dr. Soerojo Magelang Psychiatric Hospital

Background:
Orang dengan nyeri kronis dapat mengisolasi dari orang lain atau tidak dapat
mencapai mobilitas yang sebelumnya pernah dan mampu mereka miliki. Nyeri kronis bukan
hanya terkait kondisi fisik saja, melainkan juga emosional yang memiliki pengaruh luar biasa
terhadap pikiran dan suasana hati seseorang. Nyeri kronis juga tidak hanya terkait dengan
cedera fisik, karena dapat berasal dari kondisi seperti penyakit jantung, radang sendi, migrain,
atau diabetes. Terkadang sulit untuk menilai apakah nyeri kronis telah menyebabkan gangguan
suasana perasaan seperti bipolar, terutama bipolar depresi, atau sebaliknya. Orang dengan
nyeri kronis tiga kali lebih mungkin mengembangkan gejala gangguan mood atau kegelisahan,
dan orang dengan depresi tiga kali lebih mungkin untuk mengalami nyeri kronis. Kondisi depresi
seringkali dapat menyebabkan nyeri yang tidak dapat dijelaskan, seperti sakit kepala atau sakit
punggung, dan orang yang mengalami depresi mungkin berjuang untuk meningkatkan atau
mempertahankan kesehatan fisik. Pada gilirannya, nyeri kronis dapat menyebabkan kesulitan
tidur, peningkatan stres, atau perasaan bersalah atau tidak berharga terkait dengan depresi.
Pengaruh-pengaruh ini dapat menciptakan siklus yang sulit dipatahkan.

Method:
Literature review

Summary:
Tiga proses berbeda di sumsum tulang belakang dapat menjelaskan perubahan
dramatis dalam pemrosesan sensorik dalam sistem somatosensori: peningkatan rangsangan,
penurunan hambatan dan reorganisasi struktural. Semua telah terbukti terjadi dan masing-
masing dapat berkontribusi secara terpisah atau bersama-sama untuk berbagai gangguan nyeri
inflamasi dan neuropatik kronis. Terungkapnya mekanisme seluler yang terlibat keduanya
menawarkan potensi untuk mengembangkan strategi terapi baru, yang mengurangi plastisitas
sinaptik fungsional dan mencegah respons atrofi dan regeneratif sentral pada neuron yang
cedera, dan menggambarkan kapasitas sistem saraf dewasa untuk modifikasi maladaptif.
Beberapa data juga mendukung peran neurotransmiter monoamine, serotonin dan
norepinefrin, dalam modulasi nyeri. Eksperimen dengan model nyeri pada hewan menunjukkan
bahwa intervensi noradrenergik, dan pada tingkat lebih rendah intervensi serotonergik,
mengurangi perilaku yang berhubungan dengan nyeri.
Pedoman untuk mengobati nyeri kronis termasuk tugas dokter untuk tidak hanya
menawarkan solusi untuk membatasi rasa sakit pasien, tetapi juga dengan hati-hati mengamati
reaksi pasien terhadap opioid. Opioid biasanya diresepkan untuk rasa sakit, dengan
peningkatan yang terus bertambah dalam jumlah resep yang ditulis setiap tahun di banyak
negara termasuk Indonesia. Tantangannya tetap bahwa dokter memiliki tugas untuk
kemanusiaan (yaitu pasien harus menerima perawatan rasa sakit yang tepat) dan kewajiban
untuk kesejahteraan pasien (mis. Pasien harus dipantau dengan cermat sehingga mereka tidak
menjadi tergantung pada obat penghilang rasa sakit). Pendekatan secara holistic akan sangat
bagus dalam keberhasilan terapi nyeri, tidak hanya mengedepankan tatalaksana farmakoterapi
tetapi juga non farmakoterapi.

Key words: Nyeri Khronis, Bipolar Depresi, Opioid