Sunteți pe pagina 1din 17

Pendekatan noninvasif bagi perawatan pasien Amelogenesis Imperfekta (AI) dan open bite berat Keinginan fungsional dan

n estetis pasien berhasil dipenuhi melalui gigitiruan lepasan overlay transisional Restorasi ini penting estetis, fungsional serta dampak psikologis yang positif bagi pasien Pasien direncanakan untuk memakai protesa selama 4 tahun setelah itu ditentukan rencana perawatan baru dengan konsultasi bersama ahli bedah.

Amelogenesis Imperfekta (AI)


Penyakit herediter yang mempengaruhi pembentukan enamel Biasanya ditandai dengan kegagalan oklusi gigi anterior maksila dan mandibula

Laporan Klinis
Perempuan Usia 14 tahun Menyadari penampilan giginya dan memiliki open bite Pasien dirujuk ke Department of Prosthodontic Dentistry di Tehran University untuk evaluasi dan perawatan.

Anamese
Riwayat Dental, medis dan sosial

1. Hubungan dental Klas III dan diastema multiple 2. Open bite anterior berat - dari permolar dua kanan ke kiri 3. Gigi molar 1 maksila kanan direstorasi mahkota logam 4. Enamel gigi lain hampir tidak ada dentin disingkap tidak sensitif 5. Semua gigi memiliki mahkota klinis yang pendek

Amelogenisis Imperfekta tipe hipoplastik

Kondisi Pasien
Kondisi pasien yang kompleks AI dan Open Bite anterior Pertimbangan usia muda Perawatan definitif / bedah ortognatik

dikontra indikasikan

Tujuan
Memperbaiki fungsi mastikasi, maloklusi dan penampilan pasien secara reversible

Pilihan Perawatan
Overlay sebagian lepasan transisional Praktis Perawatan bedah, ortodonti dan protesa cekat ditunda hingga lonjakan pertumbuhannya

Pencetakan dengan bahan cetak hidrokoloid ireversibel

Diisi dengan dental stone tipe III

Model dipasang pada artikulator semi-adjustable dalam relassi sentrik menggunakan facebow dan catat relasi sentrik

Wax-up dari susunan gigi artifisial disiapkan pada model di artikulator tanpa perubahan dimensi vertikal oklusal (OVD) Waxing diselesaikan di area oklusi anterior yang terbuka karena terdapat ruang yang cukup untuk membentuk anatomi gigi yang ideal

Pola malam diproses dengan resin akrilik polimerisasi panas Restorasi dipolis dengan pumis dan dihaluskan dengan rag wheel Restorasi mahkota akrilik transisional dipasang Tepi, kontur, estetik, oklusi disesuaikan di intraoral

Evaluasi fonetik dan garis senyum

10

Hubungan maksilomandibula dicatat setelah evaluasi intraoral

11

Restorasi dikembalikan ke dalam mulut dan pencetakan seluruh lengkung dilakukan dengan vinilpolisiloksan Restorasi disertakan dalam cetakan dan diisi model baru. Model dipasang ke artikulator Model diolesi dengan cairan pemisah diaplikasikan ke sisi lingual dan palatal

12

13

14

Sayap lingual/palatal GTSL dibentuk Untuk retensi GTSL dua klamer 0,8 mm disertakan dalam GTSL maksila Daerah gerong distolingual yang dalam di mandibula memberikan retensi yang adekuat bagi GTSL

15

16

17

Kunjungan berikutnya, GTSL yang telah dipolis diinsersi dan dilakukan evaluasi akhir serta penyesuaian fonetik, estetik dan oklusi

Keadaan gigi dalam interkuspalisasi maksimum pasca perawatan

Senyuman pasca perawatan

Instruksi Pemasangan
Cara memasang protesa dengan benar Cara menjaga kebersihan oral yang adekuat Pencegahan karies serta erosi - Aplikasi mineral sodium fluorida-netral di permukaan dalam GTSL setiap malam Konseling makanan Untuk melepas GTSL di malam hari

Kunjungan Pasca Pemasangan


Tiga kunjungan pasca pemasangan - melibatkan penyesuaian kecil (mengelak iritasi jaringan) Pasien dijadwalkan dalam kunjungan per 6 bulan.

Kunjungan Recall
Kepentingan untuk mempertahankan kebersihan oral yang baik ditekankan kembali. Pasien diperiksa untuk iritasi jaringan lunak, kalkulus, karies dan dekalsifikasi Protesa diperiksa untuk oklusi, retensi dan stabilitas Keberadaan retakan, diskolorasi dan kalkulus Protesa dibersihkan secara ultrasonik Jika perlu

Pembahasan

Beberapa alternatif perawatan AI - Bergantung pada faktor :

Usia
Status sosioekonomi pasien Tipe dan keparahan kelainan Situasi intraoral Rencana Perawatan Pasien dan dokter gigi harus membahas kelebihan dan kekurangan dari setiap pilihan perawatan Dokter gigi restoratif harus memahami dengan jelas keinginan estetik pasien dan pasien harus memahami keterbatasan dari segala jenis terapi restorasi.