Sunteți pe pagina 1din 30

Mengenal, Mengkaji dan

Mengelola Pasien GERIATRI

Injaz_Prestasianita

Pengantar
Adalah sebuah keniscayaan yg hrs dihadapi
semua orang ketika menunggu sebuah
kepastian yg tidak pernah pasti
yakni;kematian.
Selama menunggu kepastian yg tidak pasti itu
dan dalam kondisi berumur sangat panjang
tentu banyak masalah yg harus dihadapi.
Permasalahan itu dapat berbeda dari satu orang
ke orang lain,bergantung pada individu,status
sosial dan lingkungan serta faktor eksternal dan
internal lainnya.
11/08/16

Pengantar (lanjutan)
Makin panjang usia seseorang, sangat besar
kemungkinan masalah yg harus dihadapi bertambah
rumit dan kompleks (faktor internal)
Kondisi ini dibenturkan lagi oleh banyak faktor eksternal,
seperti; tdk punya dana pensiun,
tabungan,kesehatan,asuransi,dukungan SDA ,keluarga
dan masyarakat.
Ketika faktor2 eksternal tdk lagi tersedia maka dpt
dipastikan Lansia tsb akan terlantar.

11/08/16

Ciri-Ciri Lanjut Usia


Membadingkan antara usia pertengahan
(20-35 th) dengan usia lanjut (65 th ke atas)
Faktanya, saat usia 20 th mudah sekali on
tetapi diusia 65 th gampang down (loyo)
Dahulu tidur berhadapan,sekarang tidur
adu pantat. (Dulu Tidur dengan Nonik
sekarang dengan Nenek)
Dahulu suka pakai minyak wangi,sekarang
lebih suka pakai minyak angin
11/08/16

Ciri-Ciri Lansia (lanjutan)


Dulu kalau kencing asin, sekarang kencing
manis.
Dulu korbankan kesehatan untuk kekayaan,
sekarang korbankan kekayaan untuk kesehatan
Sekarang membaca makin jauh,tapi kencingnya
makin dekat.
Dulu bisa makan enak,Tp tidak punya
uang,sekarang punya uang banyak tapi dilarang
makan enak.
Sekarang Pemasukan meningkat, tapi
pelayanan menurun
11/08/16

CIRI-CIRI FISIK (YG TAMPAK)


Pada Umumnya, Orang usia lanjut tampak
memiliki problem 7 B dua P
Burek,Botak,Budeg,Bogang,BungkukBeser
dan Buyutan.
Satu ciri yang berangsur-angsur bertambah
parah adalah PIKUN dan PUTIH(mengalami
dimensia dan uban akibat makin banyaknya
sel-sel otak yang mati).
11/08/16

PROBLEM KESEHATAN (USILA)


Secara umum, orang yang mengalami umur
panjang, disamping mengalami proses
degeneratif, sebagian besar akan menghadapi
problem kesehatan yg kian menurun.
Problem ini bisa ringan,tetapi bisa juga berat,
bergantung pada kondisi fisik orang per orang.
Umumnya orang gemuk lebih mudah terserang
penyakit berat, dibanding kurus.

11/08/16

Latar Belakang Masalah Lansia


Secara makro, dampak positif
Pembangunan ekonomi telah mening
katkan daya beli masyarakat.
Akibat pembangunan ekonomi
pertumbuhankesempatan kerja jika
semua bekerja income lebih
merata,akibatnya daya beli masyarakat
meningkat.
11/08/16

Latar Belakang (lanjutan)


Karena daya beli meningkat,maka
kemak muran juga perlahan akan
ikut meningkat
Disisi lain, pembangunan
infrastruktur,spt; Rumah
sakit,pelayanan kesehatan,pendidi
kan dan status gizi penduduk naik
menyebabkan life expectancy
at birth meningkat.
Sementara angka kematian
penduduk juga turun.Dari sinilah
awal mula problem Lansia.
11/08/16

Faktor Eksternal lain


Dalam beberapa dasawarsa terakhir dunia
Kedokteran telah berhasil mencapai kema
juan luar biasa dlm mengatasi wabah
penyakit.
Cacar,Colera,flu burung,flu babi bahkan
penyakit jantung juga sudah ada solusinya
Pada sisi lain,kondisi ekonomi makro
Indonesia mengalami kemajuan pesat
sejak 1994, meskipun berfluktuasi.
11/08/16

10

Perubahan Komposisi
Penduduk
Pada tahun 1971(sensus penduduk) komposisi
penduduk Indonesia yg masuk kategori Usil
masih sekitar 4,5% atau 5,3 juta jiwa.
Tapi pada tahun 2000,jumlah penduduk USIL
sudah mencapai 3 kali lipat,=14,4 juta jiwa
Jadi hanya dlm waktu 29 th menjadi 3 kali lipat
Tahun 2014 (BPS) --> jumlah rumah tangga
lansia sebanyak 16,08 juta rumah tangga atau
24,50 persen dari seluruh rumah tangga di
Indonesia. Rumah tangga lansia adalah yang
minimal salah satu anggota rumah tangganya
berumur 60 tahun ke atas.
11/08/16

11

Komposisi Penduduk

Jumlah lansia di Indonesia mencapai 20,24 juta jiwa setara


dengan 8,03 persen dari seluruh penduduk Indonesia tahun
2014.
Jumlah lansia perempuan lebih besar daripada lakilaki, yaitu 10,77 juta lansia perempuan.
Lansia yang tinggal di perdesaan sebanyak 10,87 juta jiwa
lebih banyak daripada lansia yang tinggal di perkotaan
sebanyak 9,37 juta jiwa.
WHO memprediksi pada tahun 2020 mendatang jlh
penduduk Usil Indonesia masuk dlm kategori terbesar di
dunia.
11/08/16

12

Rasio ketergantungan lansia


Nilai rasio ketergantungan lansia sebesar 12,71
menunjukkan bahwa setiap 100 orang penduduk usia
produktif harus menanggung sekitar 13 orang lansia
Rasio ketergantungan lansia di daerah perdesaan lebih
tinggi daripada di perkotaan, berturut-turut 14,09
dibanding 11,40
Antara lansia laki-laki dan perempuan, lebih banyak
lansia perempuan yang ditanggung oleh penduduk
usia produktif. Ketergantungan lansia perempuan (13,59)
lebih tinggi daripada lansia laki-laki (11,83).

Bagaimana di Jawa Timur ?


Dari jumlah penduduk Jawa Timur sekitar 34 juta
jiwa (2010) tahun 2015 diproyeksi kan jumlah
penduduk USIL akan menca pai 3,7 juta jiwa.
Pada tahun 2005 jumlah USIL masih 3,25 juta
jiwa.Tahun 2008 naik menjadi 3,59 jt jiwa atau
9,45% dari total penduduk Jatim
Angka harapan hidup juga naik.Th 2010 baru
mencapai 64,5 th.Tahun 2015 diprediksi naik
jadi 67,4 tahun, sedang th 2020 naik menjadi
rata2 = 71,1 tahun
11/08/16

14

Permasalahan Usil
Dalam tataran mikro,meningkatnya jumlah penduduk
USILA ini membawa sejumlah konsekuensi.Sebagian
ada yg mengalami disorientasi sosial,dislokasi sosial,
akibat kehilangan perhatian atau pekerjaan.
Sebagian lagi merasa kehilangan akibat ditinggal
oleh anak2nya yg telah dewasa, atau ditinggal mati
pasangan
Powerlessness,lonelyness,meaninglessness atau
post power syndrome pasca pensiun dari
pekerjaannya.
11/08/16

15

Masalah Usil (Makro)


Pada tingkat Makro, masalah Usil dapat
dibagi Tiga katagori besar :
Usil tanpa pensiun. Usil dengan pensiun
rendah dan miskin, Usil punya pensiun
Ketidak siapan sebagian besar Usil
menghadapi masa tua dan berumur
panjang.
Sebagian besar Usil hidup terlantar
karena ; ditinggal mati
pasangan,ditinggal anak2 merantau,dan
hidup miskin tanpa pensiun.
11/08/16

16

Pembagian Kelompok USIL


Menurut umur, para USIL ini dapat dibeda kan
menjadi beberapa kategori :
Kategori 1 adalah the young old (65-74th)
Kategori 2 , the old age yakni 75 84th
Kategori 3 the oldest old yakni USIL yang masuk
kategori umur 85 th ke atas.

11/08/16

17

Secara demografi: sensus


penduduk
1971=5,3
jt
(4,5%), thn 1980=8 jt(5,5%),
1990=11,3
juta
(6,4%),
2000=15,3 juta (7,4%),
2015=18,3 jt (8,5%).
Pada thn 2005-2015; jumlah
lansia=jumlah
anak
balita=19,3(9%) pnduduk.
Pada
tahun
20202025=indonesia urutan ke 4
setelah RRC, India, Amerika

Dampak Permasalahan Yang Timbul


Proses ini akan belangsung beberapa tahap:
Tahap I Generation gap
Gol. Muda terus mengikuti kemajuan teknologi
Tahap II Generation presure
Lansia smkn banyak, tingkat kes. Meninggkat,
mampu imbangi gol muda, tetap pd posisinya.
Isu usia pensiun 55>60 thn
Tahap III Generation conflik
tahap paling berbahaya. Jml lansia>banyak,
smakin kuat & terus menekan

Upaya pencegahan
1. Menyelenggarakan program pensiun
secara terpadu dan merata
2. Menciptakan lapan kerja atau kegiatan
bagi lansia
3. Meningkatkan bantuan sosial untuk cacat
veteran
dan
mengupayakan
keikuitsertaan masyarakat

Permasalahan Umum
Dengan pertambahan lanjut usia banyak
lansia yang terlantar
Pola kehidupan keluarga yuang mengarah
pada bntuk keluargakecil
Peningkatan mobilitas lansia menyebabkan
permasalahan pada peningatan kemudahan
transportasi/komunikasi yg belum tersedia
Keterbatasan
pembinaan
kesejahteraan
lansia oleh pemerintah

Gaya Hidup dan Kehidupan Sosial


Faktor orang melakukan pensiun adalah
karena kesehatan dan pertimbangan finansial.
Pensiun bukanlah suatu peristiwa tunggal
melainkan proses.
Continuity theory mengemukakan bahwa
orang yang menjaga aktivitasnya dan gaya
hiudpnya sejak dini dapat beradaptasi dengan
baik.
3 pola gaya hidup : family-focused lifestyle,
balanced investment, dan serious leisure.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Di negara berkembang, lansia biasanya


tinggal dengan anaknya yang dewasa
atau cucu. Lansia yang sudah tidak
memiliki pasangan lagi, biasanya tinggal
dengan anaknya, tinggal seorang diri,
atau bahkan kemudian tinggal di panti
jompo.
Mistreatment terhadap lansia terbagi
dalam 6 kategori :
Physical abuse
Sexual abuse
Emotional atau psychological abuse
Financial atau material explotation
Neglect
Self-neglect

Kehidupan Personal Lansia


Semakin tua, para lansia tidak banyak
menghabiskan waktu dengan orang lain.
Sebenarnya relasi sosial dengan orang lain
pada lansia tetaplah penting. Beberapa
keuntungan dari relasi sosial pada lansia :
a. Penurunan fungsi kognitif yang rendah
b. Dukungan emosi untuk menjada kepuasan
hidup ketika menghadapi stress dan trauma
c. Meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan

Kondisi akut
Gangguan fungsi kognitif
Depresi
Instabilitas
Imobilisasi
Inkontinensia urin

Penyakit yang sering pada lansia


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Artritis
Hipertensi & CVD
Bronkitis / sesak
Diabetes
Jatuh
Stroke / lumpuh
TBC
Patah tulang
Kanker
Masalah ADL
29.3
Boedhi Darmojo dkk 1991

49.0%
15.2
7.4
3.3
2.5
2.1
1.8
1.0
0.7
d

P>L
P>L
P<L
P=L
P>L
P<L
P=L
P=L
P=L

Masalah pada Lansia


1. Pain, Infection loss, Greiving,
Dying and Deaht Nutrisi
2. Personal Higyne
3. Sleep Activity
4. Intymaci and Sexuality
5. Kanker
6. Incontinensia,
7. Immobility and Functional
8. Mobility,
9. Presure Sores
10. Home Health Care

Geriatric Interdisciplinary-Team Role Map

Copyright 2009 John Wiley & Sons, NY

28

Penutup
Penilaian pasien untuk menegakkan diagnosis
medik geriatri tidak cukup

Pengkajian status fungsional, psiko-kognitif, dan


status nutrisi penting dilakukan tenaga kesehatan
untuk pencapaian kualitas pelayanan dan kualitas
hidup pasien geriatri yang lebih baik