Sunteți pe pagina 1din 4

Bakera

From Minahasa
SEJARAH DAN FILOSOFI

Sejarah budaya perawatan tubuh di Indonesia sudah dimulai sejak adanya suku-suku di Indonesia, kata Lourda

Hutagalung pendiri Indonesia Spa Professional Association. Namun karena budaya ini tidak terlalu dipelajari, maka

keberagaman jenis perawatan tubuh tradisional di Indonesia terlupakan.

Masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara memiliki Bakera, sebuah perawatan untuk wanita baru melahirkan

dalam versi uap yang sarat manfaat. Tujuannya, bukan hanya merevitalisasi tubuh yang melemah setelah bersalin,

tetapi juga merawat organ kewanitaan agar senantiasa sehat dan elastis, melancarkan peredaran darah, juga

membuang toksin-toksin dalam tubuh.

Bakera memberikan keseimbangan antara unsur panas dan dingin tubuh. Itulah mengapa Bakera banyak

dilakukan oleh wanita selepas melahirkan, karena proses kehamilan sendiri dianggap telah mengeluarkan unsur panas

tubuh. Ramuan Bakera menggunakan campuran tanaman obat dan berbagai jenis daun-daunan beraroma wangi, yang

juga diyakini memiliki manfaat baik bagi kekebalan tubuh, mengurangi rasa sakit, serta memberikan efek relaksasi

yang menenangkan.
REMPAH-REMPAH YANG DIGUNAKAN
Ada 20 tanaman ideal yang digunakan dalam terapi bakera, terdiri dari 40 persen
tanaman obat, yaitu daun cengkeh, dukung anak, daun pisang, daun balacai, daun
sesewanua, daun tawaang, daun mangga, daun beluntas, serta daun sirih.

Jenis tumbuhan tersebut mempunyai efek kekebalan tubuh, mengurangi rasa sakit dan
menciptakan ketenangan, serta sebagai zat pembunuh kuman.
Selain itu, ada lebih dari 30% tanaman beraroma yang biasa dijadikan bumbu dapur,
yakni daun pandan, daun sereh, daun jeruk, jahe untuk menghangatkan tubuh, daun
kayu manis, bawang putih, dan daun pala. Ditambahkan pula sekira 20% persen buah-
buahan, terutamanya lemong suangi untuk memanaskan badan, daun sirsak, serta daun
jambu muda.
Bakera biasa dilakukan wanita Minahasa setelah dua minggu melahirkan. Untuk
prosesnya dibantu orangtua atau suaminya pada pagi hari jam 06.00-07.00 WIB.
Bakera dapat dilaksanakan dua kali dalam tenggang waktu hingga 40 hari, setelah 40
hari maka biang kampong (tukang pijat) akan mengurut seluruh badan terutama organ
reproduksi wanita.
Dari segi medis, kandungan tanaman untuk spa bakera terbukti mempunyai
efek positif bagi kesehatan. Tanaman tersebut memiliki khasiat sebagai
immunostimulants (kekebalan tubuh), dapat mengurangi rasa sakit dan
menciptakan ketenangan (sedative), serta mengandung antiseptik (zat pembunuh
kuman).
Persiapan bakera dimulai dengan merebus semua bahan sampai mendidih.
Pada saat bersamaan, warga Minahasa membakar batu kali sampai agak merah.
Ibu yang baru melahirkan tinggal duduk dalam keadaan tanpa busana dan ditutup
kain mulai kepala sampai kaki. Panci rebusan diletakkan di bawah tempat duduk
dan tutupnya dibuka sedikit demi sedikit mengeluarkan uap panas. Prosesnya
diulang tiga kali dengan durasi kurang lebih 30 menit. Air rebusan dalam keadaan
hangat bisa dipakai untuk air mandi dan keramas. Spa bakera makin lengkap
dengan meletakkan batu panas di depan kursi untuk disiram dengan air rebusan
sampai mengeluarkan asap dan aroma panas. Asap harus dihirup sebanyak
mungkin. Khasiatnya akan langsung terasa, sisa darah akan lancar keluar, bau
amis vagina setelah melahirkan hilang, otot yang kaku dan kendor selama masa
hamil dirangsang ke bentuk semula, dan wajah menjadi segar kemerah-merahan.
Contoh salon spa bakera di indonesia