Sunteți pe pagina 1din 19

Presbikusis

Agus Andy Hendrayana


15710354
Definisi
Presbikusis adalah tuli sensorineural frekuensi tinggi,
umumnya terjadi mulai usia 65 tahun, pada pemeriksaan
audiometri nada murni terlihat berupa penurunan
pendengaran jenis sensorineural yang bilateral pada kedua
telinga dan simetris yang disebabkan oleh perubahan
degeneratif telinga bagian dalam
Prebikusis dapat mulai pada frekuensi 1000Hz atau lebih.
Epidemologi
Angka insiden gangguan pendengaran akibat presbikusis pada
lansia di ameriak serikat mencapai 25-30% untuk kelompok
umur 65-70 tahun, sedangkan untuk usia lebih dari 75 tahun
sebanyak 50%.
Menurtut hasil survei jumlaj pemakai alat bantu dengar
sampai saat ini diamerika mencapai 20 juta orang.
Etiologi
Arterioslerosis
Hipertensi
Pola makan
Metabolisme ( diabetes melitus)
Infeksi
Bising
Merokok
Patofisiologi
Proses degenerasi menyebabkan perubahan struktur koklea
dan N.VIII
Pada koklea perubahan yang mencolok ialah atrofi dan
degenerasi sel-sel rambut penunjang pada organ corti.
Proses atrofi disertai dengan perubahan vaskuler juga terjadi
pada stria vaskularis.
Terjadi pula berkurangnya jumlah dan ukuran sel-sel ganglion
dan saraf.
Klasifikasi
Perubahan patologik yang terjadi menurut Schuknecht dkk
menggolongksn presbikusis menjadi 4 jenis yaitu, sensorik,
neural, metabolik dan mekanik.

Menurut penelitian jenis terbanyak yaitu metabolik (34,6%),


prevslendi lsinnys neural (30,7), mekanik (22,8%) dan sensorik
(11,9%).
Anatomi telinga
Klaifikasi
No Jenis Patologi
1. Sensorik Lesi terbatas pada koklea, atrofi organ corti,
jumlah sel-sel rambut dan sel-sel
penunjang berkurang. Proses ini berjalan
perlahan progresif dari waktu ke waktu.
Pada pemeriksaan audiometri terdapat
penurunan curam dibatas frekuensi tinggi
yang dimulai setelah usia menengah.
2. Neural Sel-sel neuron pada koklea dan jaras
auditorik berkurang. Pada pemeriksaan
audiometri terdapat penurunan sedang di
frekuensi tinggi.
Pemeriksaan audiometri
Sensorik Neural
Klasifikasi

No Jenis Patologi

3. Metabolik Tipe presbikusis yang paling sering ditemui, kerusakan


pada atrofi stria vaskularis. Potensi mikrofonik menurun,
fungsi sel dan keseimbangan biokimia/ bioeletrik koklea
berkurang. gambaran audiogramnya rata, dapat mulai
frekuensi rendah, speech discrimination bagus sampai
batas minimum pendengarannya melebihi 50 dB (flat).

4. Mekanik Terjadi perubahan mekanik duktus koklearis. Atrofi


ligamentum spiralis, dan membran basalis lebih kaku.
Gambaran khas audiogram yang menurun dan simetris
(ski-sloop)
Pemeriksaan audiometri
Metabolik Mekanik
Gejala klinis
Berkurangnya pendengaran secara perlahan-lahan dan
progresif, simetris pada kedua telinga.
Telinga berdenging (tinitus nada tinggi)
Penderita mendengar percakapan tetapi sulit memahami
terutama bila diucapkan dengan cepat dan ditempat dengan
latar belakang yang bising.
Bila intensitas suara ditinggikan akan timbul rasa nyeri
ditelinga, hal ini disebabkan kelalahan saraf.
Derajad prebikusis

Ambang dengar (AD)=


AD 500Hz+AD1000Hz+AD2000Hz
3
0-20dB : normal
>20-40dB : tuli ringan
>40-55dB : tuli sedang
>55-70dB : tuli sedang berat
>70-90dB : tuli berat
>90 Db : tuli sangat berat
Pemeriksaan
Pemeriksaan fisik pada telinga biasanya normal setelah
pengambilan serumen, yang merupakan problem pada
penderita usia lanjut dan penyebab kurang pendengaran
terbanyak. Pemberian sodium bicarbonat solusi topikal 10%,
sebagai serumenolitik. Pada membran timpani normal tampak
transparan.
Diagnosis
Dengan pemeriksaan otoskopi tampak membran timpani
suram dan mobilitasnya berkurang.
Pada tes penala didapatkan tuli sensorineural.
Pemeriksaan audiometri nada murni menunjukkan suatu tuli
saraf nada tinggi, bilateral dan simetris.
Tahap awal terjadi penurunan tajam setelah frekuensi 2000
Hz. Gambaran khas pada presbikusis jenis sensorik dan neural.
Garis ambang dengar pada audiogram jenis metabolik dan
mekanik lebih datar dan berangsur-angsur terjadi penurunan.
Pemeriksaan Audiometri
No Jenis Audiometri nada murni Audiometri tutur
1. Sensorik Penurunan ambang dengar Bergantung pada frekuensi
yang curam pada frekuensi yang terkena
tinggu
2 Neural Penurunan pendengaran Gangguan diskriminasi tutur
sedang pada semua frekuensi berat
3. Metabolik Penurunan pendengaran Gangguan diskriminasi tutur
dengan gambaran flat dan ringan
berjalan progresif
4. Mekanik penurunan pendengaran Bergantung pada kecuraman
dengan kurva menurun pada penurunan
frekuensi tinggi secara lurus
berjalan progresif
Penatalaksanaan
Rehabilitas sebagai upaya mengembalikan fungsi
pendengaran dilakukan dengan pemasangan alat bantu
dengar. Seseorang perlu alat bantu dengar bila
pendengarannya lebih dari 40dB.
Pemasangan alat bantu dengar perlu dikombinasikan dengan
latihan membaca ujaran dan latihan mendengar.
Jenis- jenis alat bantu dengar
Tipe behind the ear (BTE) adalah jenis alat bantu dengar yang
ditepatkan di belakang telinga
Tipe in the ear (ITE) adalah alat bantu dengar yang ditempel
menutupi konkha
Tipe in the canal (ITC) adalah alat bantu dengar paling kecil
dan mahal yang ditempatkan di meatus acusticus eksternus
(lubang telinga)
Tipe contralateral routing of signal ( CROS) adalah alat bantu
dengar yang dibuat dan diletakkan pada tangkai kaca mata