Sunteți pe pagina 1din 76

LAPORAN KASUS

Perempuan 69 th dengan Congesif


Heart Failure NYHA 4+acites+Efusi
Pleura dextra+HT Stage
II+Hipoalbumin+Hipokalemi+Anemia
PEMBIMBING :
Letkol CKM dr. Wendy Budiawan, Sp.PD, FINASIM
OLEH :
Agus Andy Hendrayana
IDENTITAS
- Nama : Ny. P
- Umur : 69 tahun
- Jenis kelamin : Perempuan
- Alamat : Jl. Kol. Sugiono RT/RW VI/6, Malang
- Status Marital : Menikah
- Pekerjaan : Swasta
- Agama : Islam
- No RM : 241200
- Tanggal masuk RS : 25-04-2017
pukul 14.30 WIB
- Tanggal pemeriksaan : 04-05-2017
Pukul 11.00 WIB
04-05-2017

ANAMNESA
Autoanamnesa
Keluhan utama : Sesak Nafas
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien datang dari poli dalam dengan keluhan sesak nafas, sesak
dirasakan saat beraktifitas fisik maupun saat sedang beristirahat, sesak
dirasakan makin lama makin memberat hingga tidak dapat melakukan
kegiatan apapun, selain itu sesak ketika tidur terlentang, dan pasien sering
terbangun karena sesak, tidur menggunakan 2 bantal pasien juga mengeluh
perut dirasakan semakin membesar, terasa begah sejak kurang lebih 20 hari
yang lalu, di sertai kaki dan tangan bengkak,
Pasien juga mengeluh batuk sejak 10 hari yang lalu,
berdahak agak kental berwarna putih kekuningan, tidak
disertai darah, badan terasa sangat lemas akhir-akhir ini
dan kakinya sering bengkak.
Keluhan pusing tidak ada, mual tidak ada, Muntah tidak
ada, Demam tidak ada, Nafsu makan menurun (2x 3-4
sendok), BAB normal, BAK normal.
Riwayat penyakit dahulu :
Riwayat Asma (-)
Riwayat penyakit tekanan darah tinggi (+)Terkontrol
Riwayat penyakit kencing manis (-)
Riwayat TB paru, OAT selesai

Riwayat penyakit keluarga


Riwayat penyakit tekanan darah tinggi (-)
Riwayat penyakit kencing manis (+)
Tidak ada keluarga yang seperti ini
Riwayat pengobatan
Pasien lupa nama obat yang rutin di minum
Riwayat sosial
Rokok (-)
Kopi (-)
Alkohol (-)
Olahraga (-)
04-05-2017

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : Lemah


Kesadaran : Compos Mentis
GCS : 4/5/6
Vital Sign :
Tensi : 140/90mmHg
Nadi : 85x/menit reguler, kuat, equal
RR : 26 x/menit
Suhu : 36,5 oC rectal
Sp.O2 : 98 %
04-05-2017

PEMERIKSAAN FISIK
Kepala / leher :
Bentuk : oval, simetris (+)
Warna rambut : hitam
Mata
Pupil : isokor
Reflek cahaya :+/+
Konjungtiva palpebra pucat :+
Ikterik :-
Telinga
Pendengaran : DBN
Hidung
Tidak terdapat sumbatan
04-05-2017

PEMERIKSAAN FISIK
Mulut
Bibir cianosis (-) gusi berdarah (-)
Lidah kotor (-)
Leher
Deviasi trakea (-)
JVP tidak meningkat
Pembesaran KGB (-)
Massa (-)
Thorax
Bentuk simetris
Spider nevi (-)
Pembesaran kelenjar getah bening aksilla (-)
PEMERIKSAAN Depan Belakang 04-05-2017
PARU Kanan Kiri Kanan Kiri

Inspeksi
Bentuk simetris simetris simetris simetris
Gerak nafas simetris simetris Simetris simetris
Penonjolan - - - -
Otot nafas bantuan - - - -
Penyempitan ICS - - - -

Palpasi
Gerak nafas simetris simetris simetris simetris
ICS - - - -
Stem fremitus simetris simetris simetris simetris

Perkusi
Suara perkusi Sonor sonor sonor sonor
Batas paru hati ICS V Dextra

Auskultasi
Suara nafas vesikuler- Vesikuler Vesikuler Vesikuler
Suara tambahan Ronki Ronki Ronki Ronki
PEMERIKSAAN JANTUNG
04-05-2017

Jantung
Pemeriksaan Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tampak
Palpasi : Ictus cordis teraba
Perkusi : o Batas Atas : ICS 2 linea sternalis S
o Batas Kiri: ICS V 2 cm dari midclavicular line (S)
o Batas Kanan ICS V PSL (D)
o Pinggang Jantung ICS III PSL (S)
o Kesan Jantung membesar
Auskultasi : S1 S2 tunggal regular.
PEMERIKSAAN
04-05-2017

ABDOMEN
Inspeksi Palpasi
Umbilicus tidak menonjol Dinding perut supel (-)
Ascites (+) Hepar tidak teraba
Lien tidak teraba
Nyeri tekan (-)
Auskultasi Perkusi
BU (+) 7 x/menit
Redup
Bruit (-)
Shifting dullnes(+)
Undulasi (+)
04-05-2017

Extremitas
PEMERIKSAAN Atas Bawah

Kanan Kiri Kanan Kiri

EKSTREMITAS
Akral dingin
- - - -

Edema
+ + + +
26/04/2017
LAB MRS
PEMERIKSAAN PENUNJANG 26/04/2017

Parameter Hasil Nilai rujukan


Hematologi
Hemoglobin 9,4 ( L : 14,4-17,5 ) / ( P :
Lekosit 4.120 12,0 15,3 g/dl )
Trombosit 96.000 ( 4 10 ribu / cmm )
PCV 29,9 ( 150 450 ribu )
( 40 50 %)
Diabetes
Gula Darah Sesaat 107
(<125 mg/dl)
26/04/2017
Parameter Hasil Nilai rujukan
Fungsi Ginjal
Ureum 33 15-45 mg/dl
Kreatinin 1,50 0,7-1,4 mg/dl

Elektrolit
Natrium 136,2 135-155 mmol/L
Kalium 3,16 3,6-5,5 mmol/L
Chlorida 98,3 98-107 mmol/L
26/04/2017
Parameter Hasil Nilai rujukan
Lemak
Kolesterol 101 <200 mg/dl
HDL kolesterol 45 >45 mg/dl
LDL kolesterol 58 <150 mg/dl
Trigliserida 82 <150 mg/dl

Faal Hati
SGOT 25 <33 U/L
SGPT 16 <42 U/L
Total Protein 6,93 6,3-8,9 g/dl
Albumin 2,97 3,6-5,2 g/dl
26/04/2017
Parameter Hasil Nilai rujukan
Urine Lengkap
Protein/reduksi -/- neg/neg
Bilirubin/urobil -/- Neg/neg
irubin 5,5/1,015
PH/BJ

Sedimen
Lekosit/eritrosi 3-4/0,1 0-4/0-1/ /lpb
t 1-3 5-15 /lpb
Epitel squamous - Neg /lpk
Silinder -
Kristal -
Lain-lain
26/04/2017

Rontgen thorax

PA view, 5278
Trachea posisi ditengah
Cor : CTR lebih besar dari normal
Pulmo : Tampak Opacity perivascular
Sinus Phrenicocostalis kanan kiri tajam
Hemidiafragma kanan kiri baik
Kesimpulan : Cardiomegali
USG Abdomen
HEPAR: Tidak membesar, sudut tajam, permukaan rata,
intensitas echo tidak meningkat, homogen, tidak
tampak nodul/kista/kalsifikasi, V. porta, billiari duct dan
V. hepatica tidak melebar.
GALL BLADDER : tidak membesar, dinding tidak
menebal, tak tampak batu
LIEN : dbn
PANCREAS : dbn
REN DEXTRA : dbn
REN SINISTRA : dbn
BULI : tidak tampak massa, batu
Tidak tampak massa di cavum pelvis
Tampak cairan bebas dalam cavum abdomen

Kesimpulan : Ascites & pleural effusion dextra, tidak


tampak massa intra abdominal
26/04/2017

PEMERIKSAAN PENUNJANG
ELEKTROKARDIOGRAM
Frekuensi : 126
Ritme : reguler
Irama : sinus
Axis : normal
Iskemia/infark : -
Hipertrofi
Kesimpulan : Sinus Takikardi
PEMERIKSAAN PENUNJANG
04/05/2017

Parameter Hasil Nilai rujukan

Albumin 3,17 3,6-5,2 g/dl


05/05/2017
SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLANING
Px mengatakan semalam Tensi : 130/90 mmHg Congesif Heart Failure
tidak bisa tidur karena sesak Nadi :88 x/ menit (Reguler, kuat Acites Furosemide
napas (+) bengkak masih angkat equal) Efusi Pleura dextra KSR
terasa pada perut dan kaki, RR: 26x/ menit Hipertensi st II Asam folat
Batuk (+) dahak (+) warna Suhu : 36,5 C (rectal) Hipoalbumin Candesartan
putih kekuningan, makan (+) A/I/C/D = +/-/-/- Hipokalemi Concor 2,5 mg
Minum (+) bab (+) bak (+) Kep/leher : - OBH syrup 4xC1
Thoraks :
Cor = S1 S2 Tunggal reguler
Rh Wh

+ + - -
- - - -
Abd :
- -
-I : Membesar simetris - -

-Aus : BU +,8x/m
-Pa : redup
-Per : meteorismus (-)
: Shifting dullnes(+)
Ekstremitas :
Akral Dingin (-)
Edema (+) pada ekstremitas inferior
6/5/2016
SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLANING
Px mengatakan sesak sudah Tensi : 140/90 mmHg Congesif Heart Failure Furosemide
agak berkurang. Bengkak pada Nadi :82 x/ menit (Reguler, kuat Acites KSR
kaki masih ada. Batuk (+) angkat equal) Efusi Pleura dextra Asam folat
sudah agak jarang. Mual (-) RR: 20x/ menit Hypertensi st II Candesartan
Muntah (-) bab (+) bak (+) Suhu : 36,3 C (rectal) Hipoalbumin Concor 2,5 mg
A/I/C/D = +/-/-/- Hipokalemi OBH syrup 4xC1
Kep/leher : - KRS
Thoraks :
Cor = S1 S2 Tunggal reguler
Rh Wh

+ + - -
- - - -
Abd- : - - -
-I : Membesar simetris, distendid
-Aus : BU +,8x/m
-Pa : redup
-Per : meteorismus (-)
: Shifting dullnes(+)
Ekstremitas :
Akral Dingin (-)
Edema (+) pada ekstremitas inferior
PEMERIKSAAN PENUNJANG
06/05/2017

Parameter Hasil Nilai rujukan


Hematologi
LED (westergen mod) 21 4-20 mm/1jam
Diff -/-/66/24 1-2/0-1/54-62/25-33/3-7
count:eos/bas/neut/lympo/mono /10
RESUME
Telah diperiksa pasien perempuan 69 tahun dengan keluhan
utama : Sesak Nafas
Dari anamnesa didapatkan :
1.Dyspneu d effort
2.Orthopneu
3.Paroksimal Noctunal dyspneu
4.Cough + Sputum
5.Malaise
6.Anoreksia
RESUME
Dari Pemeriksaan Fisik Dari pemeriksaan penunjang
didapatkan di
LAB : dapatkan Foto thorax :
TD 140/90 mmHg Anemia Cardiomegali
N 126x/menit Trombositopenia
Rr 26x/menit Hipoalbuminemia
USG Abdomen
Hipokalemi
Ronkhi + Acites
Acites efusi pleura
Odem ekstremitas superior kanan
dan inferior
EKG : Sinus
takikardi
Problem Clue List Problem List Diagnosa Kerja Planning Diagnosa Planning Terapi Planning
Monitoring
1. Perempuan 69 tahun 1.Congestive heart 1.Diagnosa Etiologi 1.Ekokardiografi Furosemid 1-1-0 1. KU
2. Dyspneu deffort failure 1.1 HHD 2.Profil Lipid 2. TTV
(1,2,3,4,5,6,8,9,11,12,1 1.2 AHD Diovan 40 mg 0-0-1
3. Orthopneu 5,17,19 1.3 IHD Spironolakton 0-0-1 3. Edukasi
4. Paroksimal Noctunal 1.4 Congenital heart disease CPG 1x1
dyspneu Diagnosa Fungsional
5. Cough + Sputum 1.1 NYHA IV
Aspar k 3x1
6. Malaise Diagnosa Anatomi
7. Anoreksia 1.1 Kardiomegali
8. TD : 140/90 Meropenem 3x500mg
2. Hipertensi stage II 2.Diagnosa etiologi 1.Pemeriksaan Sputum
9. N : 126 x/menit (1,8) 2.1 Hipertensi Sekunder Cepoperazon 2x1
10.Rr 26x/menit (SPS)
Ciprofloxacin 2x1
11.Rongki + 6.Anemia Ranitidin 2x1
12.Odem ekstremitas superior (1,6,7,16) Azitromycin 0-0-1
dan inferior OBH syr 4xC1
13.Anemia
14.Trombositopenia
15.Hipoalbuminemia
16.Hipokalemi 1.USG abdomen
17.Foto thorax : Cardiomegali 2.Renal Biopsi
18.USG Abdomen : Acites,
efusi pleura kanan
19.EKG : Sinus takikardi

Diovan 40 mg 0-0-1
1.Hapusan darah tepi
PROBLEM ANALYSIS
Tekanan Darah
Pasien 140/90

kriteria fremingham
mayor :
1.PND
2.S3 gallop
3.JVP meningkat
4.Rongki
5.Kardiomegali

minor
1.Dyspneu d'effort
2.Orthopneu
JVP meningkat
3.takikardi
Hepatomegali 4.Odem ekstremitas
Edema tungkai
Pasien mengatakan
Nafsu makan menurun
(2x sehari 3-4 sendok)

Kalium : 3,16 HIPOKALEMI


LOW HIPO ALBUMIN ALBUMIN : 2,97
INTAKE

Pasien mengatakan Tekanan osmotik terganggu


badan terasa sangat lemas
akhir-akhir ini
acites
EFUSI
PLEURA
UNILATERAL

Pasien dengan riwayat


Pengobatan TB
(Selesai)
Congestif Heart Failure

Pada Pasien ini di


temukan:
Odem Tungkai
Asites
Efusi pleura

Hipoalbumin
Heart failure
DEFINISI
Gagal jantung adalah suatu keadaan
patofisiologi berupa kelainan
fungsi jantung sehingga jantung
tidak mampu memompa darah untuk
memenuhi kebutuhan metabolisme
jaringan
Dekompensasi kordis kiri
dalam jangka panjang dapat
diikuti dengan dekompensasi
kordis kanan, demikian juga
dekompensasi kordis kanan dalam
jangka panjang dapat diikuti
dekompensasi kordis kiri.
Bilamana kedua gagal jantung tersebut
terjadi pada saat yang sama maka
keadaan ini disebut gagal jantung
kongestif. Merupakan sindrom klinis
yang ditandai oleh sesak napas dan
fatik (saat istirahat atau saat
aktivitas) yang disebabkan oleh
kelainan struktur atau fungsi jantung.
(Papdi edisi V jilid II)
ETIOLOGI
GAGAL
JANTUNG
Kriteria FREMINGHAM
MAYOR MINOR
1. Paroksismal Noktural Dyspneu atau 1. Edema ekstremitas
Ortopneu 2. Batuk malam hari
2. Distensi vena leher 3. Dyspneu d effort
3. Ronki paru 4. Hepatomegali
4. Cardiomegali 5. Efusi pleura
5. Edema paru akut 6. Takikardi (> 120/menit)
6. Peningkatan JVP 7. Penurunan kapasitas vital 1/3 dari
7. Gallop S3 normal
8. Refluks hepatojugular

Diagnosis : Minimal 1 mayor dan 2 minor


TATA
LAKSAN
A
GAGAL
JANTUN
G
NON FARMAKOLOGIS
Tidak merokok
Mengendalikan Kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi,
kolesterol tinggi
Tetap aktif secara fisik
Makan makanan yang sehat
Menjaga Berat badan
Diet rendah garam (2-3 g per hari)
Efusi Pleura
Defenisi :
Terbentuknya cairan dalam rongga pleura lebih dari
normal
Cairan pleura
Normal cairan pleura < 20 ML
Fungsi cairan untuk lubrikasi
Cairan dibentuk dari pleura parietal dan di absorbsi di pleura
parietal melalui sistm limp untuk pleura viseral tebal
Pembentukan cairan 0,01 ml/kg/jam dimana 25 x lebih kecil dr
kemampuan absorbsi sist limp
Capasitas sistim limp menyerab 0,25 ml/kg/ jam
Patogenesis efusi pleura
1.Pembentukan meningkat
Peningkatan tek intravaskuler pleura ( hidrostatik meningkat )
Gagal jantung
Peningkatan cairan di intersisial paru
Udem paru
Peningkatan cairan di peritoneum
Acites
Peningkatan permeabilitas vaskuler
Proses peradangan, keganasan
Peningkatan protein intra pleura
Penurunan tekanan intra pleura
Atelektasis
Penurunan tekanan koloid osmotik vaskuler
Hipoalbuminemia
Ruptur ductus torasikus
Chylothorax
Ruptur pembuluh darah
Hemothorax
GAMBARAN KLINIK/ ANAMNESIS

Demam +/-
Rasa penuh/tak enak didada / nyeri +/-
Batuk-batuk
Sesak nafas
Posisi tidur lebih enak miring ke arah yg sak
Gej klinis efusi pleura tergantung jumlah cairan
Gejala klinis tergantung penyakit dasarnya
PEMERIKSAAN FISIS

Kelainan (+) bila cairan > 500 cc,


Inspeksi,
Statis tampak lebih cembung
Dinamis gerakan tertinggal
Palpasi,
Fremitus, menurun
Perkusi,
Redup - pekak
Auskultasi
Suara nafas hilang
RADIOLOGIS
RADIOLOGIS PA
Terlihat bila cairan > 300 cc
Sudut kosto preniku tumpul 100 cc
Tampak garis Ellis Damoiseau
Pendorongan kearah yg sehat
perselubungan homogen dmn lateral lebih tinggi dari medial
Sela iga melebar
Asites
Asites adalah peningkatan jumlah cairan intra peritoneal. Penyebab
asites terbanyak adalah gangguan hati kronis tetapi dapat pula
disebabkan penyakit lain
PATOGENESIS
Asites dapat terjadi melalui beberapa mekanisme, diantaranya :
Peningkatan tekanan hidrostatik : Sirosis, oklusi vena hepatika (sindrom Budd-
Chiari),obstruksi vena cava inferior, perikarditis konstriktif, penyakit jantung kongestif.
Penurunan tekanan osmotik koloid : Penyakit hati stadium lanjut dengan gangguan
sintesis protein, sindrom nefrotik, malnutrisi, protein lossing enteropathy
Peningkatan permeabilitas kapiler peritoneal : Peritonitis TB, peritonitis bakteri,
penyakit keganasan pada peritonium.
Kebocoran cairan di cavum peritoneal:Bile ascites, pancreatic ascites (secondary to a
leaking pseudocyst), chylous ascites, urine ascites.
Micellanous : Myxedema, ovarian disease (Meigs' syndrome), chronic hemodialysis
GEJALA KLINIS
Derajat Asites dapat ditentukan secara semikuantitatif sebagai berikut :
Tingkatan 1 : bila terdeteksi dengan pemeriksaan fisik yang sangat
teliti.
Tingkatan 2 : mudah diketahui dengan pemeriksaan fisik biasa tetapi
dalam jumlah cairan yang minimal.
Tingkatan 3 : dapat dilihat tanpa pemeriksaan fisik khusus akan tetapi
permukaan abdomen tidak tegang.
Tingkatan 4 : asites permagna.
DIAGNOSIS
Pemeriksaan fisik :
Distensi abdomen
Bulging flanks
Timpani pada puncak asites
Fluid wave
Shifting dulness
Puddle sign
Foto thorax dan foto polos abdomen (BOF)
Elevasi diaphragma, pada 80% pasien dengan asites, tepi lateral hepar
terdorong ke sisi medial dinding abdomen (Hellmer sign). Terdapat
akumulasi cairan dalam rongga rectovesical dan menyebar pada fossa
paravesikal, menghasilkan densitas yang sama pada kedua sisi kandung
kemih. Gambaran ini disebut dogs ear atau Mickey Mouse
appearance. Caecum dan colon ascenden tampak terletak lebih ke
medial dan properitoneal fat line terdorong lebih ke lateral merupakan
gambaran yang tampak pada lebih dari 90% pasien dengan asites.
Ultrasonografi
Volume cairan asites kurang dari 5-10 mL dapat terdeteksi.
Dapat membedakan penyebab asites oleh karena infeksi, inflamasi
atau keganasan.
CT scan
Asites minimal dapat diketahui dengan jelas pada pemeriksaan CT
scan. Cairan asites dalam jumlah sedikit akan terkumpul di ruang
perihepatik sebelah kanan. Ruang subhepatic bagian posterior (kantung
Morison), dan kantung Douglas.
TERAPI
Penanganan asites tergantung dari penyebabnya, diuretik dan diet
rendah garam sangat efektif pada asites karena hipertensi portal.
Pada asites karena inflamasi atau keganasan tidak memberi hasil.
Restriksi cairan diperlukan bila kadar natrium turun hingga < 120
mmol perliter.
Obat
Kombinasi spironolakton dan furosemid sangat efektif untuk mengatasi asites
dalam waktu singkat. Dosis awal untuk spironolakton adalah 1-3 mg/kg/24 jam
dibagi 2-4 dosis dan furosemid sebesar 1-2 mg/kgBB/dosis 4 kali/hari, dapat
ditingkatkan sampai 6 mg/kgBB/dosis. Pada asites yang tidak memberi respon
dengan pengobatan diatas dapat dilakukan cara berikut :
Parasentesis
Peritoneovenous shunt LeVeen atau Denver
Ultrafiltrasi ekstrakorporal dari cairan asites dengan reinfus
Paracentesis
Pengambilan cairan untuk mengurangi asites masif yang aman untuk anak adalah
sebesar 50 cc/kg berat badan. Disarankan pemberian 10 g albumin intravena untuk
tiap 1 liter cairan yang diaspirasi untuk mencegah penurunan volume plasma dan
gangguan keseimbangan elektrolit
KALIUM
Kalium adalah penting untuk fungsi normal dari otot, jantung, dan
saraf. Hal ini memainkan peran penting dalam mengontrol aktivitas
otot polos (seperti otot yang ditemukan di saluran pencernaan) dan
otot rangka (otot-otot ekstremitas dan dada), serta otot-otot jantung.
Hal ini juga penting untuk transmisi normal sinyal listrik seluruh sistem
saraf dalam tubuh
HIPOKALEMIA

Kalium merupakan salah satu dari banyak elektrolit dalam tubuh


Anda. Hal ini ditemukan di dalam sel. Tingkat normal kalium sangat
penting untuk pemeliharaan jantung, dan fungsi sistem saraf.
Hipokalemia adalah ketidakseimbangan elektrolit dan diindikasikan
oleh tingkat rendah kalium dalam darah. Nilai dewasa normal untuk
kalium 3,5-5,3 mEq / L.
Manifestasi Klinik Hipokalemi
CNS dan neuromuskular; lelah, tidak enak badan, reflek tendon dalam
menghilang.
Pernapasan; otot-otot pernapasan lemah, napas dangkal
Saluran cerna; menurunnya motilitas usus besar, anoreksia, mual
muntah.
Kardiovaskuler; hipotensi postural, disritmia, perubahan pada EKG.
Ginjal; poliuria,nokturia.
Pemereksaan dan diagnostik
Hipokalemi
Kalium serum : penurunan, kurang dari 3,5 mEq/L.
Klorida serum : sering turun, kurang dari 98 mEq/L.
Glukosa serum : agak tinggi.
Bikarbonat plasma : meningkat, lebih besar dari 29 mEq/L.
Osmolalitas urine : menurun.
GDA : pH dan bikarbonat meningkat (Alkalosit metabolik).
Hipoalbuminemia
Hipoalbuminemia adalah kadar albumin yang rendah/dibawah nilai
normal atau keadaan dimana kadar albumin serum < 3,5 g/dL
Klasifikasi Hipoalbuminemia
1. Hipoalbuminemia ringan : 3,53,9 g/dl
2. Hipoalbuminemia sedang : 2,53,5 g/dl
3. Hipoalbuminemia berat : < 2,5 g/dl
1. Kurang Energi Protein,
2. Kanker,
3. Peritonitis,
4. Luka bakar,
5. Sepsis,
6. Luka akibat Pre dan Post pembedahan (penurunan albumin plasma yang terjadi setelah
trauma),
7. Penyakit hati akut yang berat atau penyakit hati kronis (sintesa albumin menurun),

Etiologi 8.
9.
Penyakit ginjal (hemodialisa),
Penyakit saluran cerna kronik,
10. Radang atau Infeksi tertentu (akut dan kronis),
11. Diabetes mellitus dengan gangren, dan
12. TBC paru.
Terapi Hipoalbuminemia
Hipoalbuminemia dikoreksi dengan Albumin intravena dan diet tinggi
albumin, dapat dilakukan dengan pemberian diet ekstra putih telur,
atau ekstrak albumin dari bahan makanan yang mengandung albumin
dalam kadar yang cukup tinggi.
Anemia
Anemia secara fungsional didefinisikan sebagai penurunan jumlah
massa eritrosit (red cell mass) sehingga tidak dapat memenuhi
fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke
jaringan perifer.
klasifikasi anemia
Kriteria anemia menurut WHO ( dikutip Pada pasien
dari hoffbrand AV,et al,2001) didapatkan

Laki-laki dewasa Hb < 13g/dl Hb = 7g/dl


wanita dewasa tidak hamil Hb<12g/dl

wanita hamil Hb<11g/dl


Terapi
indikasi transfusi
Secara umum, dari beberapa panduan yang telah dipublikasikan, tidak
direkomendasikan untuk melakukan transfusi profilaksis dan ambang batas untuk
melakukan transfusi adalah kadar hemoglobin di bawah 7,0 atau 8,0g/ d1, kecuali
untuk pasien dengan penyakit kritis.
Kadar hemoglobin 8,0 g/dl adalah ambang batas transfusi untuk pasien yang
dioperasi yang tidak memiliki faktor risiko iskemia, sementara untuk pasien dengan
risiko iskemia, ambang batasnya dapat dinaikkan sampai 10,0 g/ dl. Namun, transfusi
profilaksis tetap tidak dianjurkan.

(PAPDI,2009)