Sunteți pe pagina 1din 16

AMELOBLASTOMA

Ameloblastoma
Ameloblas yang ter diferensiasi dari epitel
ektodermal, dan berkembang dari sel-sel epitel
yang terjadi pada organ enamel, folikel, membran
periodontal, epitel yang melapisi kista dentigerous,
dan ruang sumsum dari rahang.
ameloblastoma menunjukkan
ruang cistyc bulat dengan
berbagai ukuran dan
membentuk seperti gambaran
gelembungDua ruang yang
cukup besar yang berdekatan
apabila tumor terus meluas
maka batas antar ruang dapat
hilang sehingga terlihat lesi

Di sini terlihat pembentukan lagi


kista bulat kecil di tulang sebelah
dan ini tampaknya menjadi khas
ameloblastoma.
Gambaran ameloblastoma adalah
resorpsi akar gigi dengan tumor
yang berada dalam kontak.
Lesi yang membesar dan
menyebabkan penghancuran
korteks, biasanya diikuti oleh
invansi dari jaringan lunak.
Roentgenogram ameloblastoma
pada mandibula menggambarkan
destruksi dari korteks.
ameloblastoma yang menghancurkan korteks dan
menginvasi jaringan lunak

ameloblastoma dimana secara radiografi


mengarah pada kista epithelial multiocular
ameloblastoma yang mengarah
pada kista dentigerous

ameloblastoma yang
mengenai ruang edentulous
molar 1 rahang bawah.

ameloblastoma yang secara radiografi mengarah


pada kista epitelium residual.
Klinis

Ameloblastoma lebih sering terjadi pada pasien dewasa


(30- 40 tahun).
Lesi yang timbul pada anak-anak biasanya merupakan kista
dan tampak seperti kista odontogenik.
Ameloblastoma dapat tumbul pada maksila atau
mandibula, meskipun regi molar- ramus mandibula menjadi
lokasi yang paling sering terdapat tumor ini
Pada maksila regio molar lebih sering terinfeksi
dibandingkan dengan regio premolar dan gigi
anterior
Lesi biasanya bersifat asimptomatik dan umumnya
terdeteksi karena dilakukannya pemeriksaan
radiografis rutin atau apabila terdapat perbesaran
rahang yang asimptomatik. Terkadang pergerakan
gigi dan adanya maloklusi dapat menjadi tanda
awal ameloblastoma.
cystic ameloblastoma dengan gambaran
loculated pada tulang retromolar mandibula

: cystic ameloblastoma pada body


mandibula. Lesi rekuren 2 kali setelah
kuretase.
Ameloblastoma maligna

ameloblastoma pda edentulous


anterior mandibula. Gambaran
oklusal menunjukkan lesi destruktif
multiokular

unilocular ameloblastoma pada


anterior mandibula

ameloblastoma menghasilkan
karateristik lesi multilokular dari
area molar ramus mandibula
AMELOBLASTOMA
EXTRAOSSEOUS/PERIPHERAL
AMELOBLASTOMA
Nama: Putri Sundari
160110140021
Tumor ini mungkin terbentuk dari sisa-sisa epitel odontogenik
dibawah mukosa oral atau dari sel basal epitelial dari
permukaan epithelium.
Pertama kali ditemukan pada tahun 1949,
sepenuhnya didokumetasi oleh Stanley dan Krogh
pada 1959.
Peripheral ameloblastoma didefinisikan sebagai
tumor odontogenik yang memiliki karakteristik
histologis: intraosseous, tetapi terjadi dalam gingiva
tanpa keterlibatan tulang.
Biasanya terjadi 2 10% dari seluruh kasus
ameloblastoma yang terdiagnosa
Histopathologic Features
Terlihat pulau-pulau epitel ameloblastik pada lamina propria
Poliferasi sel-sel epitel dapat terlihat seperti tipe
ameloblastoma intraosseus yaitu tipe pleksiform dan folikuler
Clinical Features
Penampilannya sama dengan carcinoma sel basal,
sebab beberapa lesi sebelumnya dilaporkan
sebagai basal cell carcinoma ternyata merupakan
peripheral ameloblastomas
Peripheral ameloblastomas: painless, padat (firm),
exophytic growth (proliferasi yang terjadi di
permukaan luar epitel), tanpa gender predilection
dan terjadi di semua grup umur, dengan rata-rata
usia 52 tahun
70% peripheral ameloblastomas terjadi di
mandibula, dan biasanya terjadi pada anterior
foramen mentalis
Perawatan: eksisi margin konservatif
Prognosis: rarely recur