Sunteți pe pagina 1din 32

LAPORAN KASUS

TUMOR MEDULA SPINALIS

Pembimbing: dr. Nurtakdir Kurnia Setiawan, Sp.S


Presentan: Ainun Maylana P
Identitas Pasien
Nama : Tn. YS
Umur : 42 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Status Perkawinan : Menikah
Pekerjaan : Buruh bangunan
Alamat : Banyubiru, Semarang
Anamnesis
Keluhan Utama
Tidak bisa berjalan sejak 1 tahun yang lalu.

Riwayat Penyakit Sekarang


Sejak setahun yang lalu, pasien mengeluh
kesemutan pada kedua lutut sampai telapak kaki.
Kesemutan timbul terus menerus. Kesemutan
dirasa semakin lama semakin parah. Pasien dipijit
kakinya untuk mengurangi gejala namun tidak
berkurang.
Selain kesemutan, pasien juga mengeluh ada
perbedaan sensasi raba antara pusar ke atas
dengan pusar ke bawah, pusar ke bawah tidak
merasakan sensasi apa-apa, baik disentuh,
dicubit atau terkena panas. Rasa baal pada
kedua lutut sampai kedua telapak kaki tidak
disertai nyeri.
Punggung bawah kanan dan kiri terasa nyeri.
Nyeri terasa seperti ada sensasi panas. Nyeri
terasa terus menerus. Nyeri bertambah bila
pasien terlalu lama duduk atau tiduran dan
berkurang bila pasien berusaha mengubah-
ubah posisi. Kedua tangan dan kaki bisa
digerakan. Pasien bisa berdiri,tetapi hanya
bertahan 1-2 detik saja. Pasien tidak bisa
berjalan.
6 bulan SMRS, pasien mengeluh susah BAK
dan BAB. Sensasi keinginan untuk berkemih
dan BAB ada, tapi untuk mengeluarkannya
tidak ada kekuatan. Sulit BAK dapat diatasi
dengan pemasangan kateter.
Pasien datang ke poliklinik saraf RSUD
Ambarawa dengan keluhan tidak bisa
berjalan. Rutin kontrol, namun untuk
mengetahui diagnosis pasti dan pengobatan
lebih lanjut, dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi. Pasien
menjalani rawat inap selama 11-26 Agustus
2015.
Nafsu makan tidak turun. Penurunan berat
badan ada, namun tidak drastis. Demam
sebelum keluhan kesemutan dan baal pada
kedua tungkai disangkal.
Keluhan nyeri kepala dan pusing disangkal,
kejang disangkal. Tidak ada gangguan dalam
berkomunikasi.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat hipertensi : disangkal
Riwayat DM : disangkal
Riwayat cedera kepala, leher, punggung:
disangkal
Riwayat keluhan serupa: disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


-
Anamnesa Sistem
Sistem Serebrospinal : Tidak bisa berjalan, kesemutan
dan baal pada kedua kaki
Sistem Kardiovaskular :-
Sistem Respirasi : Sesak (-)
Sistem Gastrointestinal : Mual (-), Muntah (-)
Sistem Muskuloskeletal : -
Sistem Integumental : Kesemutan dan baal pada
kedua lutut sampai kaki
Sistem Urogenital : Sulit BAK (-)
Pada pasien keluhan tidak bisa berjalan
berjalan kronik. Dimana awalnya pasien
mengeluh kesemutan, baal dan kemudian
memburuk menjadi tidak bisa berjalan selama
1 tahun belakangan tumor medulla
spinalis.
Tinggi lesi medula spinalis pada pasien ini :

1. Gangguan Motorik paraparese


Paraparese LMN : lesi setinggi segmen medula spinalis
L2-S2 atau lesi infra nuklear.
2. Gangguan Sensibilitas
Gangguan rasa eksteroseptif dalam bentuk rasa
nyeri, rasa suhu dan rasa raba.
3. Gangguan Susunan Saraf Otonom
Bladder : uninhibited bladder.
Autonomic bladder/ spastic bladder lesi medula
spinalis supranuklear terhadap segmen sakral.
Tumor medula spinalis
yang sering
menyebabkan nyeri
radikuler adalah tumor
yang terletak
intradural-
(A) Tumor intradural-intramedular,
ekstramedular, sedang (B) Tumor intradural-ekstramedular
(C) Tumor Ekstradural
tumor intramedular
jarang menyebabkan
nyeri radikuler.
Intramedullary tumors
Intramedullary tumors
Intradural/extramedullary tumors
Extradural tumors
Tumor Intradural-Intramedular
Lebih sering menyebabkan nyeri funikuler yang
bersifat difus seperti rasa terbakar dan
menusuk, kadang-kadang bertambah dengan
rangsangan ringan seperti electric shock like
pain (Lhermitte sign)

Contohnya: Ependinoma, astrositoma dan


hemangioblastoma
Hemangioblastoma memiliki karakter sebagai
berikut:
Gejala muncul pertama kali saat memasuki
usia 40 tahun
Penyakit herediter (misal, Von Hippel-Lindau
Syndrome) tampak pada 1/3 dari jumlah
pasien keseluruhan.
Penurunan sensasi kolumna posterior
Nyeri punggung terlokalisir di sekitar lesi
Pemeriksaan Fisik
Status generalis: dbn
Status neurologis:
Sikap tubuh : Simetris
Gerakan abnormal : tidak ada
Nervus Kranialis : dbn
Diagnosis sementara
Diagnosis Klinis : Paralisis, parahipestesia
dan paraparese ekstremitas inferior
Diagnosis Topis : Lesi setinggi segmen
medula spinalis
Diagnosis Etiologis : Tumor medulla spinalis
proses kompresi dd/ proses inflamasi dd/
proses degeneratif
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Lab
DARAH RUTIN Nilai Rujukan
Hemoglobin 14.9 13,5 17,5 g/dl
Hematokrit 43,9 40 50 %
Eritrosit 4.80 4.5 5.8 juta/ul
Leukosit 8000 4000 10.000/ul
Trombosit 192000 150.000 400.000/ul
MCV 90,5 82 98 fl
MCH 31,0 27 pg
MCHC 33,8 32 36 g/dl
KIMIA KLINIK Nilai rujukan

SGOT (AST) 36 0-50 U/L


SGPT (ALT) 37 0-50 U/L
Ureum 43 10-50 mg/dl
Kreatinin 0,75 0,62-1,1 mg/dl
Glukosa sewaktu 100 70-100 mg/dL
Uric Acid 6 2 7 mg/dL
Foto Thorax PA

Kesan:
Cor tak membesar
Tak tampak gambaran metastasis maupun
kelainan lain pada pulmo dan tulang yang
tervisualisasi
Ro Thorakolumbal AP/Lat

Kesan:
Tak tampak lesi titik maupun sklerotik
pada vertebra Thorakolumbal yang
tervisualisasi
PEMERIKSAAN MRI WHOLE SPINE
DENGAN KONTRAS
Kesan:
Multiple lesi flow void serpentine intradura
ekstramedula pada aspek dorsal dan ventral spinal cord
setinggi vertebra cervical 4 sampai lumbal 1 dengan
draining vein terlihat pada dorsal dan ventral spinal
cord yang disertai penekanan spinal cord setinggi
corpus V. Th 11-V.L1 ke arah anterior
Curiga gambaran type IV Arterio Venosus Fistula
Bulging pada diskus intervertebralis V.L3-4 dan V.L4-5
disertai penyempitan foramen neuralis kanan kiri
DIAGNOSIS AKHIR
Diagnosis Klinis : Paralisis, parahipestesia
dan paraparese ekstremitas inferior
Diagnosis Topis : Lesi setinggi segmen
medula spinalis L2-S2
Diagnosis Etiologis : Tumor medulla spinalis
proses kompresi Susp hemangioblastoma
PENATALAKSANAAN
Fisioterapi
Ranitidine tab 2 x 1
Mecobalamin tab 2 x 500 mg
Tramadol tab 2 x 100
Planning : Biopsi jaringan tumor
PROGNOSIS
Death : dubia
Disease : dubia
Disability : dubia
Discomfort : dubia
Dissatisfaction : dubia
Distitution : dubia