Sunteți pe pagina 1din 12

Muntah pada bayi

Kelompok 3 :

Vani jhowani
Sriwahyuni
Yolanda sandova
Mustari
Suci amalia purnama sari
Tessa silvia
Muntah

Muntah adalah pengeluaran isi lambung secara paksa


melalui mulut disertai kontraksi lambung dan abdomen.

Muntah merupakan suatu cara di mana traktus


gastrointestinal membersihkan dirinya sendiri dari isinya
ketika hampir semua bagian atas traktus gastrointestinal
teriritasi secara luas, sangat mengembang atau bahkan sangat
terangsang.
Kejadian ini biasanya disertai dengan menurunnya tonus otot
lambung, kontraksi, sekresi, meningkatnya aliran darah ke
mukosa intestinal, hipersalivasi, keringat dingin, detak
jantung meningkat dan perubahan irama pernafasan.
Etiologi •Peningkatan tekanan
intrakranial
Rewel atau letargi disertai
dengan distensi abdomen,
Usia 0-2 Bulan
trauma lahir dan shaken baby
Kolitis Alergika
syndrome.
Alergi terhadap susu sapi atau
•Malrotasi dengan volvulus
susu formula berbahan dasar 80% dari kasus ini ditemukan
kedelai. Biasanya diikuti pada bulan pertama kehidupan,
dengan diare, perdarahan kebanyakan disertai emesis
rektum, dan rewel. biliaris.
Kelainan anatomis dari •Ileus mekonium
saluran gastrointestinal Inspissated meconium pada
Kelainan kongenital, termasuk kolon distal; dapat dipikirkan
stenosis atau atresia. diagnosis cystic fibrosis.
Manifestasinya berupa •Necrotizing Enterocolitis
intoleransi terhadap makanan Sering terjadi khususnya pada
pada beberapa hari pertama bayi prematur terutama jika
kehidupan. mengalami hipoksia saat lahir.
Refluks Esofageal Dapat disertai dengan iritabilitas
Regurgitasi yang sering terjadi atau rewel, distensi abdomen dan
segera setelah pemberian susu. hematokezia
Usia 2-5 bulan
Tumor otak
Pikirkan terutama jika ditemukan Usia 6 tahun ke atas.
sakit kepala yang progresif, Appendisitis
muntah-muntah, ataksia, dan tanpa Manifestasi klinis dan lokasi
nyeri perut. nyeri bervariasi. Gejala sering
Ketoasidosis diabetikum terjadi termasuk nyeri yang
Dehidrasi sedang hingga berat, semakin meningkat, menjalar ke
riwayat polidipsi, poliuri dan kuadran kanan bawah, muntah
polifagi.
didahului oleh nyeri, anoreksia,
Korpus alienum
Dihubungkan dengan kejadian demam subfebril, dan konstipasi.
tersedak berulang, batuk terjadi Hepatitis
tiba-tiba atau air liur yang menetes. Terutama disebabkan oleh infeksi
Gastroenteritis virus atau akibat obat mungkin
Sangat sering terjadi; sering adanya mempunyai riwayat buang air
riwayat kontak dengan orang yang besar berwarna seperti dempul
sakit, biasanya diikuti oleh diare atau urin berwarna seperti teh
dan demam. pekat.
Trauma kepala
Inflammatory bowel disease
Muntah sering atau progresif
menandakan konkusi atau Berkaitan dengan diare,
perdarahan intrakranial. hematokezia, dan nyeri perut.
Patofisiologi

Kemampuan untuk memuntahkan merupakan suatu keuntungan karena memungkinkan


pengeluaran toksin dari lambung. Muntah terjadi bila terdapat rangsangan pada pusat muntah
yang berasal dari, gastrointestinal, vestibulo okular, aferen kortikal yang lebih tinggi, menuju
CVC kemudian dimulai nausea, retching, ekpulsi isi lambung.pencegahan muntah mungkin dapat
melalui mekanisme.

Fase pre-ejeksi
Fase ini biasanya berlangsung sebentar, ditandai dengan mual dan dihubungkan dengan
peningkatan kadar vasopressin plasma (ADH), kadang-kadang kenaikan ini melebihi tingkat
vasopressin yang dibutuhkan dalam kerjanya sebagai antidiuretik dan mengganggu aktifitas
mioelektrisitas di antrum gaster sehingga terjadi takigastria.
Fase ejeksi
Retching biasanya mendahului muntah. Fungsi dari retching masih belum diketahui. Muntah
merupakan gabungan dari kontraksi ritmik yang terkoordinasi dari diafragma, otot-otot
interkostalis eksterna dan otot abdomen memeras lambung dan mengeluarkan isi lambung.
Pada saat muntah, kontraksi intrinsik kuat terjadi baik pada duodenum maupun lambung

Fase post-ejeksi
Fase post ejeksi belum seluruh nya dimengerti bagaimana fungsi normal tubuh kembali lagi
sepenuhnya setelah mengalami muntah dan kapan muntah pertama akan diikuti
muntah lainnya.
Evaluasi Klinis pada muntah balita

Muntah bilier

Dapat terjadi pada semua umur,


menandakan obstruksi intestinal atau
infeksi sistemik. Abnormalitas dari anatomi
traktus gastrointestinal yang tampak pada
minggu pertama kehidupan dengan muntah
bilier dan distensi abdomen termasuk di
dalamnya malrotasi, volvulus, atresia usus,
sumbatan mekonium, hernia inkarserata
dan agangliogenesis (Penyakit Hirscprung)
Necrotizing Enterocolitis
Necrotizing Enterocolitis
merupakan kejadian inflamasi
traktus intestinal paling sering
pada neonatus.

Kelainan Metabolik

Inborn Errors of Metabolism harus


diwaspadai akan adanya penyakit
neonatus akut. Beberapa faktor yang
menyebabkan cenderung terjadinya
NEC. Keadaan terkait lainnya,
termasuk letargi, hipotonia dan
kejang.
Evaluasi klinis muntah pada balita

Stenosis pilorusa
Stenosis pilorus merupakan pertimbangan utama etiologi
muntah pada bayi. Hipertrofi pilorus menyebabkan
obstruksi pengeluaran cairan gaster di kanal pilorus.

Refluk grastroesofagel
GER : kelainan gastroesofageal yang paling sering terjadi
di masa bayi. Kelainan ini disebabkan oleh fungsi sfingter
esofageal bagian bawah (Lower Esophageal Sfingter atau
LES) yang belum matur pada balita.

Alergi gastrointestinal
Alergi pada gastrointestinalAlergi susu sapi sangat jarang
ditemui pada bayi dan masa awal kanak-kanak.
Umumnya terjadi pada umur 2-3 tahun. Pada alergi ini
dapat terjadi muntah, diare, kolik dan kehilangan darah.
Diagnosis
 Anamnesis
Sifat dan ciri muntah akan membantu mengetahui penyebab muntah.

Pemeriksaan fisik
 Tanda-tanda dehidrasi yaitu ubun-ubun yang cekung, turgor kulit kembali lambat/sangat
lambat, mulut kering, air mata yang kering,berkurangnya frekuensi miksi (kurang dari satu
popok basah dalam enam jam pada bayi) atau anak dengan denyut jantung cepat (bervariasi,
tergantung umur anak) sehingga dapat dinilai derajat dehidrasi untuk penatalaksanaan
selanjutnya.
 Iritasi peritonium dicurigai pada anak yang menahan sakit dengan posisi memeluk lutut, perlu
diperiksa adanya distensi, darm countour dan darm steifung, peningkatan serta bising usus.
 Teraba massa, organomegali, perut yang lunak atau tegang harus diperhatikan dan diperiksa
dengan seksama. Pada pilorus hipertrofi akan teraba massa pada kuadran kanan atas perut.
 Intususepsi biasanya ditandai dengan perut yang lunak, masa berbentuk sosis pada kuadran
kanan atas dan ada bahagian yang kosong pada kuadran kanan bawah (Dance sign)
 Rectal toucher, penurunan tonus sfingter ani, dan feses yang keras dengan jumlah yang
banyak pada ampula menandakan adanya impaksi fekal. Konstipasi akan meningkatkan tonus
sfingter ani, dan ampula yang kosong menandakan Hirschsprung disease.
Pemeriksaan
labor

Ultra Barium
sonografi edema

Foto polos
Barium meal
abdomen
Penatalaksanaan

Penatalaksanaan awal pada pasien


dengan keluhan muntah adalah mengkoreksi
keadaan hipovolemi dan gangguan elektrolit. Pada
penyakit gastroenteritis akut dengan muntah, obat
rehidrasi oral biasanya sudah cukup untuk
mengatasi dehidrasi.

Pada muntah bilier atau suspek obstuksi


intestinal penatalaksanaan awalnya adalah dengan
tidak memberikan makanan secara peroral serta
memasang nasogastic tube yang dihubungkan
dengan intermittent suction.
Pada keadaan ini memerlukan konsultasi
dengan bagian bedah untuk penatalaksanaan lebih
lanjut.