Sunteți pe pagina 1din 8

Kontraksi Prematur Ventrikel (PVC)

 DEFINISI
Premature Ventricular Contraction ( Extrasistole ventrikel /
Ventrikel Premature Beats) adalah gangguan irama jantung
dimana timbul denyut jantung prematur yang berasal dari
fokus yang terletak di ventrikel.

 ETIOLOGI
• Hipoksia
• Ischemia dan irritability
• Stimulasi simpatis : Hipertiroidisme
• Obat – obatan : Kuinidin, intoksikasi digitalis
• Gangguan elektrolit : Hipokalemia, hipokalsemia,
hipomagnesemia
• Bradicardia
• Hipertrofi atrium dan ventrikel
 EPIDEMIOLOGI DAN INSIDENSI
• Jarang pada infants atau anak – anak, tetapi insidensi
meningkat seiring bertambahnya usia
• PVC dapat mengenai pasien dengan atau tanpa kelainan
jantung organic
• PVC muncul dengan frekuensi yang meningkat terutama pada
pasien dengan kelainan jantung organik seperti ischemik ,
penyakit katup jantung , dan juga idiopatik kardiomiopati
• PVC dapat juga muncul pada intoksikasi obat misalnya
intoksikasi digitalis , ataupun gangguan elektrolit seperti
hipokalemia
• Framingham study menunjukkan bahwa insidensi lebih tinggi
pada pria dibandingkan wanita
 GEJALA KLINIK
• Keluhan – keluhan yang sering timbul :
• Palpitasi , detak jantung sering berhenti / meloncat , letih ,
lemas , cepat lelah , kesadaran menurun, kejang , dsb
• Keluhan lain sesuai penyakit dasar , komplikasi dan faktor
presipitasi ( sesak , nyeri dada, stroke, dll )
• Palpitasi dapat ditandai oleh heart rate yang irregular dan
cepat, umumnya disebabkan oleh adanya ektopik beats (
denyut ektopik ) , seperti pada PVC.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• EKG
Pada PVC : morfologi QRS bizzare, lebar > 0,12 second , gel T
berlawanan arah dengan QRS.
• Ambulatory monitoring
Untuk memonitor EKG dalam jangka waktu yang lama
• Holter monitor
Menggunakan media digital / tape untuk merekam 3 -5 lead dari
EKG secara kontinous selama 24 – 48 jam.
Berguna untuk mendiagnosis gejala yang bersifat frekuen, dan
juga untuk diagnosis disfungsi SA node ( mis : Sick Sinus
Syndrome) atau juga AV block yang intermittent.
PENATALAKSANAAN
Tujuan Terapi Aritmia secara umum :
• Menurunkan aktivitas pacemaker ektopik
• Memodifikasi konduksi atau kerefrakteran pada sirkuit re-
entry untuk menggagalkan terjadinya gerakan sirkus
• Pada PVC , indikasi utama terapi adalah untuk mengurangi
keluhan pasien
Non Farmakologi
• Hentikan / kurangi minum kopi
• Psikoterapi
• Hentikan obat diet ( Amfetamin ): obat adrenergik , berefek
anoreksik , efek samping dapat berupa sakit kepala , palpitasi ,
pusing , gangguan vasomotor
• Hindari merokok dan juga alcohol
Farmakologi
• Penatalaksanaan untuk keadaan akut
• Mencari dan mengobati penyebab ( misalnya hipoksia,
hipokalemia, hipomagnesemia )
Penatalaksanaan jangka panjang
KELAS MEKANISME KERJA OBAT
I Penyekat Channel Na
Depresi sedang fase 0 , konduksi lambat (2+) Kuinidin , Prokainamid, Disopiramid
A , memanjangkan repolarisasi

B Depresi minimal fase 0, konduksi lambat (0- Lidokain, Meksiletin , Fenitoin, Tokainid
1+), mempersingkat repolarisasi

C Depresi kuat fase 0, konduksi lambat (3+-4+) Enkainid, Flekainid, Indekainid, Propafenon
, efek ringan terhadap repolarisasi

II Beta Bloker Propranolol, asebutolol, esmolol

III Prolong Repolarisation Amiodaron, Bretilium, Ibutilid


IV Calcium Channel Blocker Diltiazem , Verapamil