Sunteți pe pagina 1din 18

Laki-laki 50 tahun Datang

dengan Keluhan Berdebar-


debar
Magdalena sri febiolita / 102013260
Nia Uktriae / 102014113
Marcho Tanzil / 102014142
Vilya Lorensa H /102016040
Raditya Karuna L / 102016046
Lolita Lorentia / 102016128
Della Nabila /102016190
Ali hanapiah / 102016237
Priscilla Sari / 102016252
Skenario 4

• Seorang laki-laki 50 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar yang


memberat sejak 2 hari yang lalu
ANAMNESIS
Pemeriksaan Fisik
JK : laki-laki
KU: sakit ringan
Umur : 50 tahun
Nadi: 110x/menit
KU : berdebar-debar sejak 2 hari yg
TD: 130/80, nafas: 16x/mnt, suhu: 37 C
lalu, kadang mudah lelah saat
Leher: pembesaran diameter leher
berjalan jauh mereda saat istirahat,
PF Jantung: iktus cordis 1jari lateral
bengkak pada kaki hilang timbul
midclav kiri, HR 130x/mnt, irregularly
RPD : terkena tyroid 1th yg lalu
irregular, mata: eksoptalmus
PEMERIKSAAN PENUNJANG
EKG:
Irama atrial fibrilasi,
rate ventrikel
140x/mnt
LAB :
Hb 13 g/dL, Ht 39%, leu
5000/uL, trombosit
400.000/uL
TSH <0,01 mU/L
fT4 meningkat
Rontgen thoraks PA: -
Eco: -
Differential Diagnosis
Penyakit Graves
• penyebab tersering
Struma Nodusa Toksik
hipertiroidisme
(Plummer’s disease)
• gejala khas yaitu
Penyebab :
pembesaran kelenjar tiroid,
• Defisiensi yodium yang
oftamopati (eksoftalmus/
menyebabkan penurunan
mata menonjol) dan
level T4
kadang-kadang dengan
• Aktivasi reseptor TSH
dermopati.
• Mutasi somatik reseptor TSH
• dikelompokkan ke dalam
penyakit autoimun
Working Diagnosis

• Fibrilasi Atrial ec Penyakit Jantung Tiroid


Penyakit Jantung Tiroid

• Etiologi
Penyakit Jantung Tiroid ialah suatu keadaan kelainan fungsi dan atau struktural
jantung menetap yang murni terjadi akibat gangguan fungsi tiroid, dan tidak
didapatkan penyebab atau etiologi lain dari kelainan jantung tersebut.

• Epidemiologi
Penyakit jantung tiroid cukup sering dijumpai, lebih banyak pada populasi wanita
dibandingkan dengan pria dewasa.
PATOFISIOLOGI

• difusi T4 dan T3 melintasi membran plasma karena mudah larut dalam lemak.
• Di dalam sitoplasma, T4  T3 oleh 5-monodelodinase
• T3 sirkulasi dan T3 yang baru disintesis melalui membran nukleus untuk
berikatan dengan reseptor hormon tiroid spesifik (THRs).
• Secara anatomis, hormon tiroid dapat mengakibatkan hipertrofi jantung
sebagai akibat meningkatnya sintesis protein.
• hormon tiroid menyebabkan meningkatnya kecepatan hantaran atrium dan
dapat terjadi fibrilasi atrial persisten.
Manifestasi Klinis

• palpitasi,
• irama jantung yang tidak teratur,
• dispnea saat beraktivitas.
Tatalaksana

• Beta blocker (propranolol)  menurunkan • Pemberian nutrisi


frekuensi denyut jantung dan dapat yang adekuat
menghambat konversi T4 menjadi T3 di • Kurangi aktivitas berat
perifer.

• OAT  golongan tionamid (PTU, imidazole)


yang kerjanya menghambat sintesis hormon
tiroid
• Propiltiourasil mempunyai keunggulan
mencegah konversi T4 menjadi T3 di perifer
Atrial Fibrilasi

Suatu irama yang tidak teratur dan dimana tidak ditemukan gelombang P
pada elektrokardiografi (EKG).
Klasifikasi

Berdasarkan laju respon ventrikel, atrial fibrilasi dibagi menjadi :


• AF respon cepat (rapid response)  laju ventrikel lebih dari 100 kali
permenit
• AF respon lambat (slow response)  laju ventrikel lebih kurang dari 60 kali
permenit
• AF respon normal (normo response)  laju ventrikel antara 60-100 kali
permenit.
AHA
• AF deteksi pertama  belum pernah terdeteksi AF sebelumnya
• AF paroksimal  atrial fibrilasi berlangsung kurang dari 7 hari
• AF persisten  atrial fibrilasi menetap lebih dari 48 jam tetapi kurang dari 7
hari.
• AF kronik atau permanen  atrial fibrilasi berlangsung lebih dari 7 hari.
PATOFISIOLOGI
• Sedikit banyaknya sinyal elektrik • Penyebab yang sering menimbulkan
dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu fibrilasi atrium adalah pembesaran
periode refractory, besarnya atrium akibat lesi katup jantung yang
ruang atrium dan kecepatan mencegah atrium mengosongkan
konduksi  meningkatkan sinyal
isinya secara adekuat ke dalam
elektrik dan menimbulkan
peningkatan depolarisasi serta ventrikel, atau akibat kegagalan
mencetuskan terjadinya atrial ventrikel dengan pembendungan
fibrilasi darah yang banyak di dalam atrium.
Manifestasi Klinik

Gejala-gejala yang dialami terutama saat beraktivitas, sesak nafas, cepat lelah,
sinkop atau gejala tromboemboli.
Tatalaksana

• Terdapat 4 prinsip tatalaksana AF, yaitu control irama, control laju jantung,
antikoagulan, dan pembedahan
• Antikoagulan  warfarin, aspirin, dan clopidogrel.
• Terapi pembedahan pada pasien AF bertujuan untuk menghilangkan tempat
munculnya irama abnormal atau tempat terjadinya thrombus.
Komplikasi

Fibrilasi atrium menyebabkan peningkatan mortalitas dan morbiditas,


termasuk stroke, gagal jantung serta penurunan kualitas hidup.
Kesimpulan

Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang


pasien menderita Fibrilasi Atrial yang diakibatkan oleh penyakit jantung tiroid.