Sunteți pe pagina 1din 23

Ameloblastoma

Drg. Mangatas HP Hutagalung,M.Kes


• Definisi Ameloblastoma
• Ameloblastoma ialah tumor yang berasal dari
jaringan organ enamel yang tidak menjalani
diferensiasi membentuk enamel.
• Hal ini telah dijelaskan sangat tepat oleh
Robinson bahwa tumor ini biasanya
unisentrik, nonfungsional, pertumbuhannya
bersifat intermiten, secara anatomis jinak dan
secara klinis bersifat persisten.
• Ameloblastoma adalah tumor yang berasal
dari epitelial odontogenik. Ameloblastoma
biasanya pertumbuhannnya lambat, secara
lokal invasif dan sebagian besar tumor ini
bersifat jinak
Etiologi dan Patogenesis
• Pada saat ini sebagian penulis
mempertimbangkan bahwa tumor ini tumbuh
dari berbagai asal, walaupun rangsangan awal
dari proses pembentukan tumor ini belum
diketahui.
Tumor ini dapat berasal dari:
• Sisa sel dari enamel organ atau sisa-sisa
dental lamina. Struktur mikroskopis dari
beberapa spesimen dijumpai pada area
epitelial sel yang terlihat pada perifer
berbentuk kolumnar dan berhubungan
dengan ameloblast yang pada bagian
tengah mengalami degenerasi serta
menyerupai retikulum stelata
• Sisa-sisa dari epitel Malassez. Terlihat sisa-sisa
epitel yang biasanya terdapat pada membran
periodontal dan kadang-kadang dapat terlihat
pada tulang spongiosa yang mungkin
menyebabkan pergeseran gigi dan
menstimulasi terbentuknya kista odontogenik
• Epitelium dari kista odontogenik, terutama
kista dentigerous dan odontoma. Pada kasus
yang dilaporkan oleh Cahn (1933), Ivy (1958),
Hodson (1957) mengenai ameloblastoma yang
berkembang dari kista periodontal atau kista
dentigerous tapi hal ini sangat jarang terjadi.
Setelah perawatan dari kista odontogenik,
terjadi perkembangan dan rekurensi menjadi
ameloblastoma
• Basal sel dari epitelium permukaan dari
tulang rahang. Siegmund dan Weber
(1926) pada beberapa kasus
ameloblastoma menemukan adanya
hubungan dengan epiteluim oral.
• Gambar 1. Kemungkinan sumber penyebab
ameloblastoma
• Tipe Ameloblastoma
• Ada tiga tipe subtipe secara klinis untuk tujuan
perawatan antara lain tipe solid/multikistik, tipe
unikistik, dan tipe ekstraosseus/periferal.

Gambar 2. Ameloblastoma subtipe klinis A. Tipe


multikistik B. Tipe Unikistik C. Tipe Periferal
Tipe solid atau multikistik
• Tumor ini menyerang pasien pada seluruh lapisan
umur.
• Tumor ini jarang terjadi pada anak yang usianya lebih
kecil dari 10 tahun dan relatif jarang terjadi pada usia
10 sampai 19 tahun.
• Tumor ini menunjukan angka prevalensi yang sama
pada usia dekade ketiga sampai dekade ketujuh.
• Tidak ada predileksi jenis kelamin yang signifikan.
• Sekitar 85% tumor ini terjadi pada mandibula, paling
sering pada daerah molar di sekitar ramus asendens.
Sekitar 15% tumor ini terjadi pada maksila biasanya
pada regio posterior.
• Tumor ini biasanya asimptomatik dan lesi yang
kecil ditemukan pada saat pemeriksaan
radiografis.
• Gambaran klinis yang sering muncul adalah
pembengkakan atau ekspansi rahang yang tidak
terasa sakit.
• Jika tidak dirawat, lesi akan tumbuh lambat
membentuk massa yang masif. Rasa sakit dan
parastesia jarang terjadi bahkan pada tumor yang
besar.
• Tumor ini muncul dengan berbagai macam
gambaran histologis antara lain variasi dalam
bentuk folikular, pleksiform dan sel granular.
Walaupun terdapat bermacam tipe histologis
tapi hal ini tidak memperngaruhi perawatan
maupun prognosis.
• Tipe solid atau multikistik tumbuh invasif
secara lokal memiliki angka kejadian rekurensi
yang tinggi bila tidak diangkat secara tepat
tapi dari sisi lain tumor ini memiliki
kecenderungan yang rendah untuk
bermetastasis.
• Ameloblastoma tipe solid/multikistik ini
ditandai dengan angka terjadi rekurensi
sampai 50% selama 5 tahun pasca perawatan.
• Oleh karena itu, ameloblastoma tipe solid
atau multikistik harus dirawat secara radikal
(reseksi dengan margin jaringan normal
disekeliling tumor). Pemeriksaan rutin jangka
panjang bahkan seumur hidup diindikasikan
untuk tipe ini
Tipe unikistik
• Ameloblastoma unikistik sering terjadi pada
pasien muda, 50% dari tumor ini ditemukan pada
pasien yang berada pada dekade kedua. Lebih
dari 90% ameloblastoma unikisik ditemukan pada
mandibula pada regio posterior.
• Ameloblastoma tipe unikistik umumnya
membentuk kista dentigerous secara klinis
maupun secara radiografis walaupun beberapa
diantaranya tidak berhubungan dengan gigi yang
tidak erupsi
• Tipe ini sulit didiagnosa karena kebanyakan
ameloblastoma memiliki komponen kista.
• Tipe ini umumnya menyerang bagian posterior mandibula
diikuti dengan regio parasimfisis dan anterior maksila.
Sebuah variasi yang disebut sebagai ameloblastoma
unikistik pertama sekali disebut pada tahun 1977 oleh
Robinson dan Martinez. Mereka melaporkan bahwa tipe
unikistik ini kurang agresif dan menyarankan enukleasi
simple sebagai perawatannya. Studi menunjukan secara
klinis enukleasi simple pada ameloblastoma tipe unikistik
sebenarnya menunjukan angka rekurensi yang tinggi yaitu
sekitar 60%. Dengan demikian enukleasi simple
merupakan perawatan yang tidak sesuai untuk lesi ini dan
perawatan yang lebih radikal dengan osteotomi periferal
atau terapi krio dengan cairan nitrogen atau keduanya
lebih sesuai untuk tumor ini.
Tipe periferal/ekstraosseus
• Periferal ameloblastoma juga dikenal dengan
nama ekstraosseus ameloblastoma atau
ameloblastoma jaringan lunak. Biasanya terjadi
pada gingiva atau mukosa alveolar. Tipe ini
menginfiltrasi jaringan di sekelilingnya yaitu
jaringan ikat gingiva dan tidak ada keterlibatan
tulang di bawahnya.
• Periferal ameloblastoma ini umumnya tidak sakit,
sessile, kaku, pertumbuhan eksofitik yang
biasanya halus atau granular
• Tumor ini diyakini mewakili 2 % sampai 10%
dari seluruh kasus ameloblastoma yang
didiagnosa. Tumor ini pernah dilaporkan
terjadi pada semua rentang umur dari 9
sampai 92 tahun. Kasus-kasus melaporkan
bahwa tumor ini terjadi kebanyakan pada pria
daripada wanita dengan perbandingan 1,9
dengan
• 70% dari ameloblastoma tipe periferal ini
terjadi pada mandibula, dari bagian ramus
dari anterior mandibula sampai foramen
mandibula paling sering terkena. Beberapa
penulis lebih suka mengklasifikasikan mereka
ke dalam hamartoma daripada neoplasma dan
tumor ini biasnya bersifat jinak, tidak
mengalami rekurensi setelah eksisi simpel
komplit
• Perawatan yang direkomendasikan untuk
tumor ini berbeda dengan perawatan tumor
tipe lainnya karena tumor ini biasanya kecil
dan bersifat lokal pada jaringan lunak
superfisial. Kebanyakan lesi berhasil dirawat
dengan eksisi lokal dengan mengikutsertakan
sebagian kecil dari margin jaringan yang
normal. Margin inferior harus diikutkan
periosteoum untuk menyakinkan penetrasi sel
tumor ke tulang tidak terjadi.
Gambar 3. Periferal Ameloblastoma