Sunteți pe pagina 1din 10

Moh Ikhzan Mahendra

Mujida Nur Santi


Nadiyah Z Musa
Ni Made Artini
Niluh Putu Ayu Sri Aprilia
Norma Onggang
 Diabetes juvenile adalah diabetes kronis yang onsetnya
dimulai pada saat kanak-kanak dan remaja (9-12 tahun). Pada
kasus diabetes juvenile diakibatkan oleh defisiensi insulin
akibat autoimun, yaitu penghancuran sel penghasil unsulin di
pancreas (sel beta-pankreas) oleh sistim kekebalan.
penyebab utama diabetes juvenile adalah
 Faktor genetik

 Faktor imunologi

 Faktor lingkungan
Perjalanan penyakit ini melalui beberapa periode menurut ISPAD Clinical
Practice Consensus Guidelines tahun 2009, yaitu :
1. Periode pra-diabetes
Pada periode ini gejala klinis diabetes belum nampak karena baru ada proses
destruksi sel penkreas. Predisposisi genetik tertentu memungkinkan
terjadinya proses destruksi ini. Sekresi insulin mulai berkurang ditandai
dengan mulai berkurangnya sel pankreas yang berfungsi kadar C-peptide
mulai menurun
2. Periode manifestasi klinis
pada periode ini sudah terjadi sekitar 90% kerusakan sel pankreas.
Karena sekresi insulin sangat kurang, maka kadar gula darah akan
tinggi.meningkat. kadar gula darah yang melebihi 180 mg/dl akan
menyebabkan diuresis osmotik. Keadaan ini menyebabakan
terjadinya pengeluaran cairan dan elektrolit melalui urin (poluiria,
dehidrasi, karena gula darah tidak dapat di-uptake ke dalam sel,
penderita akan merasa lapar (polifagi), tetapi berat badan akan
semakin kurus.
3. Periode honey-moon
Pada periode ini sisa-sisa sel penkreas akan bekerja optimal sehingga
akan diproduksi insulin dari dalam tubuh sendiri. Pada saat ini kebutuhan
insulin dari luar tubuh akan berkurang hingga kurang dari 0,5 U/kg berat
badan/hari
4. Periode ketergantungan insulin yang menetap
Periode ini merupakan periode terakhir dari penderita DM. Pada periode
ini penderita akan membutuhkan insulin kembali dari luar tubuh seumur
hidupnya.
Manifestasi klinis Diabetes juvenile ini yaitu :
 Poliuria : diuresis osmotic, banyak BAK

 Polidispsia : rasa haus yang berlebihan

 Polifagia : hiperglikemia yang terkontrol, banyak makan

 Penurunan berat badan hebat

 Tanda lainnya : muntah, lemah, pandangan kabur.


1. Hipoglikemia
2. Ketoasidosis diabetik
3. Retinopati
 Glukosa darah
 Urine
 Hemoglobin
 Trombosit darah
 Ureum/kreatinin
 Kebanyakan anak-anak menerima pengobatan dengan injeksi insulin
subkutan (campuran sediaan insulin NPH/lente yang efek kerjanya sedang
dan insulin regular = larut yang efek kerjanya singkat), dua kali sehari
dalam waktu yang lama sehingga menimbulkan dampak yang besar
 Dosis insulin harus disesuaikan pada masing-masing individu bergantung
pada respons sebelumnya dan pembatasan asupan makanan dan tingkat
aktifitas
 Anak yang menderita IDDM harus memantau diet untuk meminimalkan
akan kebutuhan dosis injeksi insulin harian
 Kebutuhan kalori sama dengan anak non-diabetik
SEKIAN DAN TERIMA KASIH