Sunteți pe pagina 1din 22

Gangguan Pendengaran akibat Bising

(Noise Induced Hearing Loss) dan


Penatalaksanaanya

ANASTASIA MUDITA LINANDA


102013366
Diagnosis klinis

Pajanan yang dialami

Hubungan antara pajanan dgn diagnosis klinis

Jumlah pajanan cukup


p

Peranan faktor individu

Faktor lain di luar pekerjaan

Penyakit akibat kerja Bukan penyakit akibat kerja


DIAGNOSIS KLINIS

ANAMNESIS
PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN
FISIK PENUNJANG
ANAMNESIS
 Identitas
 Riwayat penyakit sekarang
 Riwayat pekerjaan = lokasi fisik tempat kerja, produk yang
dihasilkan, jenis pelayanan tugas kerja, kondisi alat pelindung
diri yang digunakan, frekuensi, dan lama penggunaannya
selama bertugas, intensitas bising di tempat kerja, serta jenis
bising (spektrum frekuensi), suasana di sekeliling sumber
bising, jarak keterpajanan dari sumber bising, dan posisi
telinga dari sumber bising pada saat bekerja
 Riwayat keluarga
 Riwayat penyakit yang pernah diderita
 Penggunaan obat atau keracunan obat-obatan
 hobi
PEMERIKSAAN FISIK

 TTV
 Pemeriksaan Telinga

 Uji pendengaran
PEMERIKSAAN PENUNJANG

 Audiometri (Audiogram)
Hasil anamnesis :
- keluhan pendengaran
menurun pada telinga
kiri, sejak 1 bulan yang
lalu
- Nyeri X
- cairan dari telinga X Hasil PF =
- Demam X
- riwayat mengorek NORMAL
telingaX
- riwayat pekerjaannya
pasien sudah 5 tahun
bekerja di pabrik mobil,
bagian perakitan.

Tuli
Tuli konduktif
sensorineural
PAJANAN YANG DIALAMI

 Pajanan fisik → Bising



- terus menerus atau stabil
- berfluktuasi
- terputus-putus
- bising impuls.
HUBUNGAN PAJANAN DENGAN DIAGNOSIS
KLINIS
 Bising → kerusakan di telinga dalam

gangguan pendengaran

Pasien terpapar dengan intensitas kebisingan


100 db selama 6 hari seminggu ada hubungan
dengan keluhan menurunnya pendengaran
Pengaruh bising pada pekerja secara umum
dibedakan dua macam yaitu :
 Pengaruh Auditorial berupa Tuli akibat bising
(Noise Induced Hearing Loss/NIHL) dan umumnya
terjadi dalam Iingkungan kerja dengan tingkat
kebisingan yang tinggi.
 Pengaruh Non Auditorial dapat bermacam macam
misalnya gangguan komunikasi, gelisah, rasa
tidak nyaman, gangguan tidur, peningkatan
tekanan darah dan lain sebagainya
JUMLAH PAJANAN
Epidemiologi NIHL
Patofisiologi NIHL
 pembuat cetakan besi = 12%
 Proses Mekanis
 pada tukang pos = 8%
 Proses metabolik
 pekerja bagian pemeliharaan
pesawat terbang = 65%
 NIHL dan gangguan akibat
kebisingan lebih sering
terjadi di antara mereka yang
bekerja di galangan kapal
(rata-rata kadar kebisingan
98 dBA) dibandingkan
mereka yang bekerja di
bengkel mesin dalam kapal
(85,5 dBA)
Pengukuran dan Pemantauan bising
 Sound pressure level meter

 Octave band analyzer

 Noise dosimeter
Tabel 1. Nilai Ambang Batas Kebisingan
Intensitas bising (dB) Waktu pajanan per hari dalam
jam
85,0 8

90,0 4

95,0 2

100,0 1

105,0 ½

110,0 ¼

115,0 1/8
Pada kasus =
 hasil pemeriksaan lingkungan kerja= 100 dB

 APD ?
FAKTOR INDIVIDU

- Berapa besar berperan  Pada kasus ini =


- Riwayat atopi/ alergi pasien tidak ada riwayat
- Riwayat penyakit dalam penyakit apapun
keluarga ↓
- Hiegene perorangan Faktor individu X
FAKTOR LAIN DILUAR PEKERJAAN

- Pajanan lain yg dapat  Pada kasus ini =


menyebabkan penyakit Rokok, pajanan di rumah,
 bukan faktor hobi X
pekerjaan ↓
- Rokok, pajanan di Faktor lain diluar pekerjaan
rumah, hobi X
Diagnosis klinis = (WD&DD = tuli sensorineural, tuli koduktif)

Pajanan yang dialami = bising

Hubungan antara pajanan dgn diagnosis klinis = ada hubungan antara bising dengan
gangguan pendengaran

Jumlah pajanan cukup = 100 dB


p

Peranan faktor individu

Faktor lain di luar pekerjaan

Penyakit akibat kerja Bukan penyakit akibat kerja


DIAGNOSIS OKUPASI

 Penyakit akibat kerja (Noise Induced Hearing


Loss)
Anamnesis = pernah bekerja atau terapi =
sedang bekerja di lingkungan
bising dalam jangka waktu yang
cukup lama biasanya lima tahun
atau lebih
PF= Rinne +, Weber lateralisasi ke
telinga yang pendengarannya
lebih baik

Prognosis = kurang baik


PENATALAKSANAAN PENYAKIT AKIBAT KERJA
 Survei bising
 Pengendalian industri = Mengurangi intensitas
sumber bising, Substitusi
Pada bagian perakitan industr mobil dilakukan
pemasangan “baffels” penyerap suara pada langit-langit
 Alat pelindung
Pengendalian
pendengaran
administratif =
 menukar pegawai di
daerah bising tinggi
dengan mereka yang di
daerah tinggi rendah
selang waktu tertentu.
KESIMPULAN
 Tuli akibat bising (Noise Induced Hearing Loss) ialah kurang
pendengaran yang timbul akibat terpapar oleh bising yang
cukup keras dalam jangka waktu yang cukup lama, biasanya
di sebabkan oleh bising lingkungan kerja. NIHL (Noise
Induced Hearing Loss) dapat ditegakkan dengan
menggunakan 7 langkah diagnosis Penyakit Akibat Kerja,
dengan anamnesis dan pemeriksaan yang baik.
Pengetahuan akan dapat rusaknya pendengaran oleh
karena pajanan bising harus dijadikan suatu dasar dalam
pencegahan terjadinya NIHL, karena NIHL sendiri sangat
sulit untuk diobati. Perlindungan untuk setiap pekerja wajib
dilakukan untuk menghindari terjadinya NIHL pada pekerja.