Sunteți pe pagina 1din 19

Kegagalan

pertukaran gas dalam paru Turun O2 arteri (hipoksemia) Naik CO2 (hiperkarbia) Kombinasi keduanya paO2 <60 mmHg paCO2>49 mmHg (tanpa ggn alkalosis metab 1)

Ppom/copd

Obstr nafas - Hipersekresi - Spasme bronkus - Edema mukosa Spasme bronkus - Asma k/ rx imun - Br. Kronis -> emphysema

2 bentuk kelainan: 1. Bronkhitis bluebloater (kerusakan terutama pada jln nafas) ->hipoksemia + hiperkarbia akibat retensi CO2 kronik ->rgsgn thd pusat nafas a/hypoxic drive&pusat nafas sgt sensitif thd obat2 yg mendepresi pusat nafas spt narkotika & O2 yg naik

2. Emfisema pink puffer Kerusakanterutama berupa emfisema paru PaCO2 tdk tll naik

no
1 Otak Neoplasma Epilepsi Hematom subdural Kercn morphin CVA Susunan neuromuskulus Myasthenia gravis Polyneuritis, demyelisasi Analgesi spinal tinggi Pelumpuh otot Dinding thorax, diafragma Luka tusuk thorax Ruptur diafragma Op A.Konvulsi Op Nalokson Rwt intensif Prostigmin,piridostifgmin Rawt+bantuan nafas Ventilasi kendali Op Op

no
4 Paru Asma Inf. Paru Benda asing Pneumo/hematothorax Edema paru ARDS Aspirasi Kardivaskuler Renjatan ggl jantung Embolus paru Pasca bedah thorax Steroid,bronkodilator AB Bronkoskopi Drainage paru Diuretika, morphine,vent kendali

Obat, th/cairan Embolektomi Bantuan nafas tinggi

1. Hipoventilasi CO2 arteri>45mmHg Ventilasi alveolus=(isi pasang surut-ruang rugi ) X laju nafas 2. Gg difusi ->penebalan membran alveolus kapiler Ct: fibrosis interstitial, pneumoni interstitial, peny kolagen spt skeroderma, peny membr hialin

3. Pintaran intra pulmoner, ruang rugi & ggn perbandingan ventilasi perfusi (V/Q) pintasan 1 pulmoner ->darah yg memperfusi paru tdk mengalami pertukaran gas Ruang rugi ->alveolus yg terventilasi tdk dpt melakukan pertukaran gas, ct, emboli paru Perbandigan N V/Q=0,85 >>renjatan->hypoperfusi <<obstr partial/asma

Pem
G/ 1. 2. 3. 4. -

klinis osrtr jl nafas apnoe tdk sama BGA

Apnoe Batuk, berdahak Sianosis Perubahan pola nafas Berkurang Bertambah Paradoxal kelelahan

5. Pem respirasi - Laju nafas - Isi semenit - Vol expirasi paksa sedetik - Kapasitas vital paksa - Aliran udara exp max 6. Analisa gas darah - Ph - PaO2 - PaCO2

7. Kardiovaskuler - Nadi - tek,. Darah - Tek. Vena sentral - g/ pd jtg - EKG 8. Foto thorax

Mekanisme

asing Airway clear Pola nafas Dyspnoe, hiperpnoe, takhipnoe, bradipoe, bnafas dg otot nafas bantu, retraksi sela iga, pernpsn paradoxal 1. Lat berat 2. Lat sedang 3. Lat ringan 4. istirahat

tbh u/ mengeluarkan sekret/bd

Merah

cerah PaO2 >53 mmHg Kebiruan PaO2 >38 mmHg Biru Hitam paCo2 < 30 mmHg

1. Laju nafas Naik px trauma/post op Embaoli paru, edema paru, kolaps paru, renjatan, bakterimia Turun trauma kepala, kerskn otak,PSA, Encephalitis, krcnn oabat sedativ, narkotik 2. Isi semenit Spirometer N 5-7 lt 3. Kapasitas vital paksa Vol ud dikeluarkan scr paksa sekuat px stl ins max

4. Vol exp paksa 1 detik 70% kapasitasvital paksa 1 dtk 5. Aliran udara exp max N : 600-650 L/m laki 450-550 L/m cwek

Non

spesifik : tindakan scr langsg u/ mmprbaiki pertukaran gas paru Spesifik : thd E/

Atasi

hipoxemia Th/O2 Atasi hiperkarbia , perbaiki ventilasi a. Perbaikan jalan nafas b. Ventilasi bantuan :bag & mask c. Ventilasi kendali : IPPV,IPPV+PEEP Fisioth/dada Th/O2 PaO2 turun tindakan segera Naik FiO2 Turun konsumsi O2 Obar pelumpuh otot